Wed 4 Saf 1436 - 26 November 2014
106487
APAKAH BERPUASA BERSAMA NEGARANYA ATAU BERSAMA NEGARA MANA SAJA YANG MELIHAT HILAL (BULAN SABIT)?
Apa yang (selayaknya) saya lakukan kalau di sebagian negara Islam telah melihat hilal, akan tetapi di negara tempat kerja saya menyempurnakan Sya’ban dan Ramadan tiga puluh hari? Dan apa sebabnya orang-orang berbeda dalam (memulai) Ramadan?


Alhamdulillah

Hendaknya anda mengikuti penduduk negara anda. Kalau mereka berpuasa, maka berpuasalah anda bersama mereka. Kalau mereka berbuka, maka berbukalah anda bersama mereka. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

(الصوم يوم تصومون ، والإفطار يوم تفطرون ، والأضحى يوم تضحون)

“Puasa di hari orang-orang (pada) berpuasa, berbuka (untuk hari raya) di hari orang-orang (pada) berbuka dan menyembelih di hari orang-orang (pada) menyembelih.”

Karena berbeda itu jelek. Seharusnya anda (mengikuti) bersama penduduk negara anda. Kalau umat Islam berbuka di negara anda, maka berbukalah anda bersama mereka. Kalau mereka puasa, maka berpuasalah bersamanya. Sementara sebab dalam perbedaan (Ramadan) adalah bahwa sebagian melihat hilal, sebagian lain tidak melihat hilal. Kemudian orang yang melihat hilal, sebagian percaya dan tenang terhadapnya serta mengamalkan (berdasarkan) penglihatannya. Terkadang mereka tidak percaya dan tidak mengamalkan dari penglihatannya. Oleh karena itu timbul perbedaan, terkadang (suatu) pemerintah melihat (hilal) dan menghukumi dengan berpuasa atau berbuka (berdasarkan penglihatan tadi). Sementara pemerintahan lainnya, kurang puas dan tidak percaya dikarenakan banyak sebab, bisa karena (sebab) politik atau lainnya. Maka untuk umat Islam, seharusnya berpuasa semua dikala melihat hilal, dan berbuka (juga) ketika melihat (hilal).  Berdasarkan keumuman sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

(إذا رأيتم الهلال فصوموا ، وإذا رأيتم الهلال فأفطروا ، فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين)

“Kalau kamu semua melihat hilal, maka berpuasalah. Dan kalau kamu semua melihat hilal, maka berbukalah. Kalau kamu semua tertutupi (tidak dapat melihat hilal), maka sempurnakan bilangan (menjadi) tiga puluh.”

Kalau semuanya tenang akan sahnya penglihatan bahwa hal itu benar dan (telah) ditetapkan, maka seharusnya berpuasa dan berbuka (berdasarkan) rukyah. Akan tetapi kalau orang-orang pada berbeda pendapat dalam kenyataanya dan sebagian dengan sebagian lainnya tidak percaya. Maka hendaklah anda berpuasa bersama umat Islam di negara anda. Anda juga hendaknya mengikuti buka bersama mereka. Sebagai pengamalan dari sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ‘Puasa di hari orang-orang (pada) berpuasa, berbuka di hari orang-orang (pada) berbuka dan menyembelih di hari orang-orang (pada) menyembelih’. Dan telah ada ketetapan dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma bawah Kuraib ketika memberitahukan bahwa penduduk Syam telah berpuasa pada hari Jumah, Ibnu Abbas mengatakan: “Kami malihatnya hari sabtu, dan kami senantiasa berpuasa sampai melihat hilal atau menyempurnakan tiga puluh. Dan tidak mengamalkan rukyah penduduk Syam dikarenakan jauhnya Syam dari Madinah. Dan perbedaan matholi’ (tempat keluar bulan) diantara keduanya. Beliau melihat hal ini adalah tempat untuk berijtihad. Maka anda telah mempunyai tauladan dari Ibnu Abbas. Bagi orang yang berpendapat dari kalangan ulama bahwa berpuasa bersama penduduk negara anda, dan berbuka juga bersama mereka. Wallallahu waliyyut taufiq. Selesai

Fadhilatus Syekh Abdul Azizi bin Baz rahimahullah.

‘Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, 15/100-102