Sat 4 DhQ 1435 - 30 August 2014
11035
Allah bersemayam di Atas Arsy-Nya, Sementara Dia juga dekat Dengan Kita dengan Ilmu-NYa
Allah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya : " Malaikat-malaikat dan Jibril naik ( menghadap ) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun " . Apakah hal ini menunjukkan bahwa Allah mengatur semua urusan dunia sementara Dia ( Allah ) bersemayam di atas Arsy ? Kalau begitu bagaiaman Allah lebih dekat kepada kita dibandingkan dengan urat nadi kita ?


Segala puji hanya milik Allah semata,

Telah ada dalam Al-Qur’an, hadits dan konsesus ( Ijma’ ) ulama’ bahwa Allah di Atas langit, bersemayam di Arsy dan Dia Maha Tinggi sekali. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan diantara keduanya dalam waktu enam hari dan Dia Diatas segala sesuatu dan tidak ada lagi diatasnya setelah itu. Allah berfirman :

“ Kemudian ( Allah ) bersemayam di atas Arsy, kenapa engkau mencari selain-Nya penolong dan perantara. Apakah kamu semua tidak mengingatnya “

Firman Allah lainnya : “ ‘Tuhan kamu semua Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari. Kemudian ( Allah ) bersemayam di atas Arsy mengurusi seluruh urusan “

Firman yang lainnya :” Diangkat kepada-Nya perkataan yang baik dan amalan sholeh “  diayat lain :” Dialah Yang Maha Pertama dan Maha Terakhir, Yang Maha Tinggi dan Maha Bawah. Rasulullah sallallahu’alahi wasallam bersabda : “ Engkau Yang Maha Tinggi tidak ada diatas-Mu sesuatu apapun “. Ayat dan hadits seputar makna ini sangat banyak sekali. Meskipun begitu Allah juga memberitahukan bahwa Dia bersama hamba-Nya dimana saja, firmannya : “ Tidaklah engkau perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada ( pembicaraan antara ) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya.

Bahkan Allah juga menyebutkan akan Ketinggian-Nya bersemayam di atas Arsy akan tetapi bersama hamba-hamba-Nya dalam satu ayat. Seperti dalam firman-Nya :

" Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahu apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya. Dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada". Al-Hadid : 4

Bukan yang dimaksud bersama kami itu adalah harus menyatu dengan makhluk, akan tetapi bersama hamba-Nya dengan ilmu-Nya dan Dia diatas Arsy yang tidak akan tersembunyi sedikitpun dari seluruh pekerjaan mereka. Sementara firmna Allah : " Dan Kami lebih dekat dibandingkan urat nadi " kebanyakan ahli tafsir menafsirkan maksudnya adalah kedekatan dengan malaikat yang diwakilkan untuk mencatat seluruh amalan hamba-hamba-Nya. . Dan bagi yang menafsirkan dengan kedekatan-Nya, maka ditafsirkan dengan kedekatan ilmu-Nya seperti yang dikatakan dalam masalah maiyyah ( kedekatan ) tadi.

Ini adalah pemahaman Ahlus sunnah wal jama'ah yang menetapkan akan ketinggian Allah di atas makhluk-Nya dan bersama hamba-hamba-Nya. Meniadakan dari pendapat yang mengatakan menyatunya Allah dengan makhluk. Sementara Golongan Mu'attilah seperti Jahmiyah dan para pengikutnya mereka meniadakan ketinggian Dzat Allah di atas makhluk dan meniadakan bersemayam di Arsy-Nya. Pendapat mereka bahwasanya Allah ada di mana-mana. Kami memohon kepada Allah semoga umat islam mendapatkan hidayah yang benar.

Syekh Abdurrahman Al-Barrok