Fri 18 Jm2 1435 - 18 April 2014
111931
Ditimpa Was-was Pada Imannya dan Instropeksi Terhadap Masa Lalu
Dua pertanyaan, saya berharap mendapatkan jawabannya. Pertama : dahulu saya sangat jauh sekali dengan Allah, berlumuran dosa dan saya merasakan berbagai macam dosa. Sampai saya bertaubat pada bulan Ramadhan tahun ini. saya merasakan perasaan bahagia yang belum pernah sama sakali saya rasakan sebelumnya. Dan Al-hamdulillah saya bisa menjaga shalat lima waktu dan bisa mengerjakan sedikit shalat malam. Akan tetapi terkadang datang lamunan bahwa Allah tidak akan memaafkan, meskipun saya melakukan apa saja. Disamping itu lamunan-lamunan yang datang berkaitan dengan Dzat Ilahi dan mengenai Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam. Sampai saya berharap meninggal dunia tetap memikirkan hal seperti itu. Sampai pada puncaknya saya merasa bukan muslim lagi. Apalagi setelah kejadian – terkait dengan pekerjaanku – berdebat dengan pendeta yang mencoba untuk memberika syubhat mengenai agamaku, setelah saya biarkan dia karena takut pada diriku dan berbagai macam fitnah yang akan menimpah. Saya merasa terkalahkan. Seakan dia dalam kebenaran dan kami – orang-orang Islam – dalam kebatilan. Saya senantiasa beristigfar terus menerus kapan saja waktunya., Telah berdoa dan menangis akan tetapi tidak ada manfaatnya. Demi Allah, tolonglah apa yang harus saya lakukan. Karena saya merasa pesimis dan putus asa. Bagaimana saya mendalami agama ? Bagaimana saya mendebat pendeta dan bisa mengakui kalau dia bodoh dan dia telah berbohong kepada Allah terhadap agama ini ?. Berikan kepadaku dan kepada anda manfaat, semoga bantuan anda untuk usaha kebaikan ini dicatat sebagai pahala timbangan kebaikan anda.


Segala puji hanya milik Allah semaata,

Demi Allah wahai hamba Allah, sesungguhnya kondisi anda sangat mengherankan sekali !!!  anda meminta obat kepada orang yang sakit, bagaimana anda bisa sembuh sementara anda sendiri masih sakit. Anda terkena sifat was was luar biasa, mendapat ujian untuk keselamatan hidup anda. Jikalau anda ragu-ragu maka anda akan binasa, jikalau anda tetap kokoh maka tidak ada yang bisa memberikan manfaat sedikitpun juga. Apalagi anda membuka diri pintu subhat yang baru. Perdebatan anda dengan orang kafir menjadikan anda tergoncang, bagaimana anda bisa menguatkan orang lain ?? carilah diri anda dahulu, obati penyakit anda sebelum anda berfikir untuk mengobati orang lain. Katahuilah – wahai hamba Allah – jikalau diri anda tidak disibukkan dengan kebenaran pasti disibukkan dengan kebatilan. Jikalau diri anda tidak terbawa kepada hawa nafsu, akan terbawa kepada kesesatan. Maka lihatlah wahai hamba Allah apa yang akan anda pilih untuk diri anda dan untuk keredhoan agama anda ??

Berkaitan dengan jawaban ini, anda bisa melihat pada website kami, penjabaran  jawaban pada no : ( 12315 ) , ( 25778 ) , ( 98295 ) insyaaAllah akan membantu menyelesaikan masalah lamunan dan was was anda.

Sebagaimana kami juga akan nukilkan dari perkataan Allamah Ibnu Qayyim rahimuhullah kami harap anda bisa memperhatikan secara seksama, karena ada penjelasan yang memuaskan berkaitan dengan masalah ini, beliau berkata :

 “ Sebagaimana dikitahui bahwa manusia tidak diberikan amanah lamunan dan kekuatan untuk memotongnya, karena ia akan menyerang kepada jiwa. Akan tetapi kekuatan iman dan akal fikiran yang akan membantu untuk menerima yang terbaik dan yang menentramkan dirinya serta bisa menahan yang jelek yang tidak disukainya. Sebagaimana perkataan para shohabat : “ Wahai Rasulullah !! sesungguhnya salah satu diantara kamu mendapatkan pada dirinya sesuatu yang bisa membakarnya sampai menjadi burung lebih baik daripada dia bicarakan ? Beliau bertanya : “ Apakah benar telah kamu dapatkan ?? Mereka menjawab : “ Iya . kemudian beliau bersabda : “ Itu adalah kejelasan Iman “ HR. Muslim bab Iman dan Abu Dawud di kitab Adab.

Ada dua hal, pertama : bahwa penolakan dan ketidak sukaan merupakan kejelasan imannya. Kedua : keberadaannya dan bisikan syetan terhadapnya merupakan kejelasan imannya juga. Ketika bisikan ada dalam jiwa, itu merupakan penolakan dan untuk menghilangkan keimanan.

Sungguh Allah telah menciptakan jiwa ini seperti alat gilingan yang tidak pernah berhenti, harus tetap ada yang akan di giling. Apakah akan ditaruh biji-bijian atau tanah atau kerikil akan di giling juga. Pikiran dan lamunan yang ada dalam jiwa itu bagaikan biji-bijian yang ditaruh di alat penggilingan yang tidak pernah rusak, bahkan harus tetap ada sesuatu yang ditaruh di dalamnya.  Sebagian orang ada yang menggiling biji sehingga keluar tepung yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Akan tetapi kebanyakan orang menggiling kerikil, batu dan tanah atau yang semisalnya. Ketika datang waktu membuat adonan dan roti, maka akan kelihatan hakekat gilingannya. 

Sebaik-baik obat adalah sibukkan fikiran anda dengan apa-apa yang bermanfaat bagi anda dan meninggalkan yang tidak ada gunanya. Karena pikiran yang tidak berguna merupakan pintu dari semua kejelekan. Kalau dia berfikir dengan yang tidak berguna maka dia akan kehilangan apa-apa yang berguna baginya. Dan sibukkan dengan sesuatu yang paling bermanfaat bagi dirinya, buang yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena fikikan, lamunan, keinginan yang sangat tinggi, sangat perlu untuk anda perbaiki dari pada diri anda. Karena hal ini merupakan kekhususan dan hakekat anda sebagai jalan untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan sesembahan anda. Tidak ada kebahagiaan melainkan kedekatan dan mendapatkan keredhoan-NYa kepada anda. Dan semua kesengsaraan anda dapatkan dikala anda menjauh dan mendapatkan kemurkaan dari-Nya. Barangsiapa dalam lamunan dan pemikirannya rendah dan hina, maka semua urusannya tidak akan jauh berbeda.

Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap syetan masuk ke dalam rumah fikiran dan keinginan anda. Karena dia akan merusak diri anda dengan kerusakan yang sulit di perbaiki untuk selanjutnya. Memberikan dalam diri anda rasa was was dan pemikiran yang merusak. Menghalangi antara anda dengan pemikiran yang bermanfaat untuk anda. Maka hanya diri anda yang bisa memberi tempat dalam lamunan anda, sehingga anda adalah pemilik sesungguhnya. Perumpamaan anda dengan dia adalah seperti pemilik alat giling yang menggiling biji-bijian yang bagus, kemudian ada orang datang membawa tanah, kerikil, arang untuk digilingkan ke anda. Kalau anda usir dan tidak mau memasukkan barang yang dibawa bersamanya untuk digiling dalam satu alat giling, maka hasil gilingan anda akan bermanfaat. Akan tetapi kalau anda memasukkan ke dalam satu alat gilingan anda, maka akan merusak biji-bijian anda dan hasilnya semua akan rusak tidak bermanfaat lagi. Sampai disini ringkasan dari buku ( Al-Fawaid hal : 191 – 194 )

Sementara nasehat saya kepada anda berkaitan debat anda dengan pendeta, jangan anda lakukan, karena hal ini berkaitan dengan ilmu yang sangat luas sementara anda belum menguasai dalam bidang itu. Begaimana anda ingin terjun di dalamnya bahkan mau menaklukkan pendeta kresten yang mungkin dia lebih menguasai masalah dari pada anda dalam masalah ini. Coba anda bayangkan kalau sekiranya anda mendebat dokter agar mau menerima obat untuk penyakit berbahaya. Apakah dia akan mendengar anda ? mengambil obatnya atau menerima ucapan anda ?? kenapa anda terjun ke dalam masalah ilmu yang luas ini – ilmu perbandingan agama dan keyakinan – sementara anda bukan seorang ulama'. Bahkan anda menyalahkan diri sendiri, kami sepakat bahwa anda merasa salah dalam masalah ini. Meskipun kami juga berharap anda bisa mengalahkan pendeta nasroni tersebut. Hendaklah anda belajar terlebih dahulu dengan study, mendengarkan kajian keislaman dalam beberapa tahun. Kemudian terjun untuk membela islam dan berdakwah kepada non islam. Kalau sekiranya masih tersisa syubhat dalam hati anda, hendaklah anda meminta pertolongan kepada orang yang ahli dalam bidang ini untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.  

Kalau sudah jelas permasalahannya menurut anda, seakan-akan terlihat dari pertanyaan anda. Akan tetapi ketahuilah pendeta tersebut sebagai pembohong dan dia tahu kalau berbohong. Allah subhanahu wata'ala berfirman :


( يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا أُولَئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ) المائدة /41 .

" Wahai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera ( memperlihatkan ) kekafirannya, yaitu diantara orang-ornag yang mengatakan dengan mulut mereka : " Kami telah beriman ". padahal hati mereka belum beriman. Dan juga diantara orang-orang Yahudi. ( Orang-orang Yahudi ) itu amat suka mendengar berita bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka merubah perkataan ( Taurat ) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan : " Jika diberikan ini ( yang sudah dirubah-rubah oleh mereka ) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatan, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun ( yang datang ) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereko peroleh keninaan di dunia dan di akhirat mereka peroleh siksaan yang besar. Al-Maidah : 41 

Syekh Sa’adi berkata dalam tafsirnya ( 231 ) : “Rasulullah sallallahu’alihi wasallam karena keinginan kuatnya terhadap umatnya, ketika melihat ada orang yang mengaku beriman kemudian kembali kepada kekufuran, beliau sangat sedih sekali, kemudian Allah memberikan arahan kepada beliau agar jangan bersedih hati dan jangan berputus asa terhadap orang-orang seperti itu. Karena orang seperti itu tidak bermanfaat sama sekali, kalau adapun, tidak bermanfaat, kalaupun tidak ada, maka tidak ada yang orang yang mencarinya. Oleh karena itu dijelaskan sebab kenapa jangan sampai bersedih dalam terusan ayat tersebut : Diantara orang-orang ada yang mengatakan : " Kami beriman yang hanya diucapkan lewat lisan akan tetapi tidak beriman dalam hati-hati mereka “.

Sesungguhnya yang patut untuk disesali dan disedihi adalah orang-orang mukmin yang benar-benar beriman luar dalam, yang nampak maupun tersembunyi. Karena ketika keimanan itu telah menancap dalam hati dan merasakan nikmatnya keimanan, maka dia tidak akan pernah menggantikannya dengan yang lainnya atau mencari penggantinya.

 ((  Dan juga diantara orang-orang Yahudi )) yaitu orang Yahudi, ((( Orang-orang Yahudi ) itu amat suka mendengar berita bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu )) yaitu mereka meniru dan mengikuti para pemimpinnya yang dibangun atas kebohongan, kesesatan dan kebodohan, mereka para pemimpin yang diikuti ((belum pernah datang kepadamu )) bahkan berpaling darimu ( Muhammad ) mereka bangga dengan kebatilannya. Merubah kalimat dari tempatnya, yaitu menggunakan kata-kata yang Allah tidak inginkan untuk menyesatkan manusia dan menolak kebenaran, mereka adalah para penyeruh kepada kesesatan, mengikuti yang tidak pasti, mendatangkan semua kebohongan, tidak punya akal dan keinginan. Maka engkau tidak perlu merisaukannya karena mereka adalah dipuncak kelemahan dan kekurangan. Dan orang yang kurang tidak perlu diperhatikan lagi.

 ((Mereka mengatakan : " Jika diberikan ini ( yang sudah dirubah-rubah oleh mereka ) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah )) ini adalah ucapan mereka ketika meminta hukum kepada engkau, tidak ada niatan melainkan mengikuti hawa nafsu. Sebagian mereka mengatakan kepada sebagian lainnya, kalau Muhammad menghukumi kamu sesuai dengan hawa nafsumu, maka terimalah hukumnya, akan tetapi kalau dia tidak menghukumi kamu, maka berhati-hatilah dalam mengikutinya, dan ini adalah suatu fitnah dan hanya mengikuti hawa nafsu semata.

(( Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatan, maka sekali-kalikamu tidak akan mampu menolak sesuatupun ( yang datang ) dari Allah )) seperti dalam ayat lain (( Sesungguhnay engkau ( Muhammad ) tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki ))

 ((  Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka.  )) oleh karena itu dia mengeluarkan apa saja yang dia ingin keluarkan. Hal ini menunjukkan bahwa barang siapa yang niatan ketika berhukum dan meminta hokum agama hanya ingin mengikuti hawa nafsunya saja, ketika sesuai dia terima, ketika tidak sesuai dia menolaknya, hal itu menunjukkan hati yang kotor. Sebagaiman juga orang yang berhukum dan meminta hukum agama dan dia rela menerimanya baik sesuai maupun tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Hal ini menunjukkan hatinya yang bersih. Hal ini juga menunjukkan bahwa hati yang bersih merupakan sebab mendapatkan semua kebaikan, dan hal itu juga yang menghantarkan kepada ucapan bijaksana dan amalan yang tepat. ((  Mereka peroleh keninaan di dunia  )) yaitu kehinaan dan kejelekan (( Dan baginya di akhirat mendapatkan siksaan yang sangat pedih )) yaitu masuk ke neraka dan mendapatkan murka dari Nya. Selesai

wallahu’alam.

Islam Soal Jawab