Tue 7 DhQ 1435 - 2 September 2014
12380
Iman Kepada Qadha dan Qadar
Bagaimana kedudukan "kesabaran" dalam Islam? Terhadap apa saja seorang muslim harus bersabar?


Mengimani qadha dan qadar termasuk salah satu rukun iman. Iman seorang muslim hanya dapat sempurna apabila ia mengetahui bahwa segala yang menimpanya tidak akan mungkin meleset. Dan segala yang meleset darinya tidak akan mengenainya. Juga bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan takdir dan ketentuan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Firman Allah:

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.." (Al-Qamar : 49)

Kesabaran dalam iman itu ibarat kepada pada tubuh. Kesabaran adalah sifat mulia, hasilnya juga terpuji. Orang-orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang tidak terputus. Allah berfirman:

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (Az-Zumar : 10)

Segala musibah dan cobaan yang terjadi di dunia, pada diri, harta, keluarga atau yang lainnya, semua itu sudah diketahui oleh Allah sebelum terjadi dan sudah Allah tuliskan pula dalam Al-lauh Al-Mahfuzh. Firman Allah:

"Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.." (Al-Hadid : 22)

segala musibah yang menimpa manusia, maka itu merupakan kebaikan baginya, mungkin ia mengetahui mungkin juga tidak mengetahuinya. Karena Allah hanya menetapkan takdir yang lebih baik bagi orang tersebut. Sebagaimana firman Allah:

"Katakanlah:"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal". (At-Taubah : 51)

Segala musibah yang terjadi, semuanya dengan ijin Allah. Orang yang beriman kepada Allah akan tahu, bahwa bila Allah menghendaki, musibah itu tak akan terjadi. Akan tetapi Allah menghendakinya, maka musibah itupun terjadi, sebagaimana firman Allah:

"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu…" (At-Taghaabun : 11)

Segala musibah terjadi dengan ijin Allah. Orang yang beriman kepada Allah, akan diberi petunjuk pada hatinya. Allah itu Maha Pengetahui segala sesuatu. Pahala dari kesabaran adalah Surga. Allah berfirman:

"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (At-Taghaabun : 11)

Apabila seorang hamba sudah menyadari bahwa musibah itu semuanya berasal dari takdir dan ketentuan Allah, maka ia harus bersabar dan berserahdiri. Pahala kesabaran adalah Surga, sebagaimana firman Allah:

"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) jannah dan (pakaian) sutera.." (Al-Insaan : 12)

Mengajak kepada jalan Allah adalah satu misi yang agung, karena orang yang melakukannya menghadapi banyak cobaan dan rintangan. Oleh sebab itu Allah memerintahkan bersabar dalam mengajak menuju jalan Allah. Firman Allah:

"..Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati.." (Al-Ahqaaf : 35)

Allah telah memberikan bimbingan kepada kaum mukminin apabila mereka terkotak-kotak karena satu persoalan, atau tertimpa satu musibah, hendaknya mereka memanfaatkan kesabaran dan shalat agar Allah menghilangkan kesedihan mereka dan mempercepat datangnya kemenangan mereka. Firman Allah:

"..Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah : 153)

Seorang mukmin wajib bersabar terhadap takdir Allah, bersabar untuk taat kepada Allah dan bersabar untuk menghindari maksiat terhadap Allah. Orang yang bersabar, akan diberikan pahala tanpa batas oleh Allah di Hari Kiamat nanti. Allah berfirman:

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (Az-Zumar : 10)

Secara khusus, seorang mukmin mendapatkan pahala dalam keadaan susah dan senang. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin, karena seluruh kondisinya adalah baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, lalu ia bersyukur, itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, lalu ia bersabar, maka itupun menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim No. 2999)

Allah memberi bimbingan kepada kita apa yang harus kita ucapkan ketika tertimpa musibah. Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang bersabar memiliki kedudukan mulia di sisi Rabb mereka. Firman Allah:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, ((yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah : 155-157)

Dari buku Ushuliddien Al-Islami tulisan Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri