Sat 1 Muh 1436 - 25 October 2014
12483
Hadits “Barangsiapa Yang Berpuasa Mendapatkan Satu Pahala, dan Yang Berbuka Mendapatkan Dua Pahala”
Apa makna sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
( من صام فله أجر ومن أفطر له أجران )
“Barangsiapa yang berpuasa mendapatkan satu pahala dan yang berbuka mendapatkan dua pahala?.”


Alhamdulillah

Hadits yang terkenal dalam hal ini ada dalam riwayat Muslim dalam kitab Shahihnya dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Kami bersama Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar. Di antara kami ada yang berpuasa dan di antara kami ada yang berbuka. (beliau) berkata: “Kami turun di suatu tempat pada hari yang panas. Yang paling banyak di antara kami mendapatkan naungan adalah pemilik kain. Di antara kami ada yang melindungi (sengatan) matahari dengan tangannya.

(Anas) berkata: “Orang-orang yang berpuasa lemas tak berdaya, sementara orang-orang yang berbuka membuat bangunan dan memberikan makanan kepada para penumpang. Maka Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang-orang yang berbuka hari ini mendapatkan pahala.” (HR. Bukhari, 3/224, dan Muslim, no. 1119)

Dalam riwayat lain dari Muslim, Anas berkata: “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat melakukan safar, sebagian (rombongan) berpuasa dan sebagian berbuka. Orang-orang berbuka  kuat dan bekerja, sedangkan orang-orang yang berpuasa lemah tak berdaya melakukan sebagian pekerjaan. (Anas) berkata: Maka (Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda dalam hal itu: “Orang-orang yang berbuka hari ini membawa pahalanya.

Makna dua hadits di atas sudah jelas, maksudnya adalah menjelaskan bahwa mengambil keringanan (dispensasi) berbuka dalam safar dikala payah dan sangat panas adalah suatu kebaikan dibandingkan mengambil azimah (ketentuan asal) yaitu berpuasa. Sedangkan hadits yang anda sebutkan, kami tidak mengetahui asalnya.

Wabillahi at-taufiq dan shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabat.

Al-lajnah Ad-Daimah Lil Bukhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta’, 10/202