Thu 8 DhH 1435 - 2 October 2014
126004
Apakah Yang Dimaksud Shuhuf (Lembaran) Ibrahim alaihissalam?
Apakah yang dimaksud lembarang Ibrahim alaihissalam


Alhamdulillah

Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim alaihissalam adalah lembaran yang Allah turunkan kepada Nabinya alaihissalam. Umumnya yang ada di dalamnya sebagaimana ucapan para ulama’ adalah peringatan, hikmah dan pelajaran-pelajaran.

Hal tersebut telah disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam Alquranulkarim dalam beberapa tempat, ada yang bersifat global atau yang bersifat terperinci.

Yang bersifat global, misalnya firman Allah Ta’ala,

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (سورة البقرة: 136)

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (SQ. Al-Baqoroh: 136)

Juga firman Allah Ta’ala,

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (سورة آل عمران : 84)

“Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan Para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah Kami menyerahkan diri." (SQ. Ali Imron: 84)

Adapun ayat-ayat yang jelas terdapat dalam surat An-Najm, Allah Ta’ala berfirman,

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّى . وَأَعْطَى قَلِيلًا وَأَكْدَى . أَعِنْدَهُ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرَى . أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى . وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى . أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى . وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى . وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى . ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى

“Maka Apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)? Serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi? Apakah Dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga Dia mengetahui (apa yang dikatakan)? ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa?. Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi Balasan kepadanya dengan Balasan yang paling sempurna.” (SQ. AN-Najm: 33-41)

Dalam surat Al-A’la, Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى . وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى . بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى . إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى . صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (سورة الأعلى: 14-19)

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam Kitab-Kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-Kitab Ibrahim dan Musa.” (SQ. Al-a’la: 14-19)

Ibnu Jarir rahimahullah berkata, “Adapun shuhuf merupakan bentuk jamak dari shahifah, yang dimaksu adalah kitab Ibrahim dan Musa.” (Jami Albayan, 24/377)

Al-Allamah Asy-Syinqithy rahimahullah berkata, “

" ( وما أنزل إلى إبراهيم ) لم يبين هنا هذا الذي أنزل إلى إبراهيم ، ولكنه بيَّن في سورة الأعلى أنه صحف ، وأن من جملة ما في تلك الصحف :

“Apa yang diturunkan kepada Ibrahim” tidak dijelaskan disini, apa yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim. Akan tetapi dijelaskan dalam surat Al-A’la bahwa yang dimaksud adalah shuhuf (lembaran-lembaran). Dan termasuk yang terdapat dalam shuhuf adalah,

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى

 “Dan kalian lebih mementingkan kehidupan dunia sedangkan akhirat lebih baik dan lebih abadi”.

Hal itu terdapat dalam firmanNya,

إن هذا لفي الصحف الأولى صحف إبراهيم وموسى

“Sesungguhnya ini terdapat dalam shuhuf yang pertama, yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.”

(Adhwa’ul Bayan, 1/45)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita tentang sejarah turunnya. Sebagaimana diriwayatkan dari Watsilah bin Alasqa, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَتْ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ ، وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ ، وَأُنْزِلَ الْفُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ (رواه أحمد في "المسند (4/107) وحسنه الألباني في " السلسلة الصحيحة " (1575)

“Shuhuf Ibrahim alaihissalam diturunkan di awal malam Ramadan, sedangkan Taurat diturunkan pada enam Ramadan. Injil diturunkan pada tanggal 10 Ramadan, Al-Furqan (Alquran) diturunkan pada tanggal 24 Ramadan.” (HR. Ahmad dalam Almusnad, 4/107, dinyatakan hasan oleh Alalbany dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 1575)

Terdapat riwayat dalam sebagian hadits yang lemah atau sebagian atsar tabiin yang mengutip shuhuf Ibrahim. Kemungkinan besar hal tersebut dikutip dari kitab-kitab Bani Israil. Seandainya riwayat itu benar, semuanya menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat pada shuhuf Ibrahim adalah hikmah dan nasehat.

Daud bin Hilal Annashibi berkata, “Tertera dalam shuhuf Ibrahim alaihissalam, (ungkapan sebagai berikut), “Duhai dunia, betapa rendahnya engkau yang berpura-pura dan bergaya di hadapan orang-orang saleh. Sungguh Aku telah tetapkan di hati mereka keengganan terhadapmu dan penolakan terhadapmu. Tidaklah aku ciptakan ciptaan yang lebih rendah darimu. Semua urusanmu adalah kecil, engkau akan binasa. Aku telah tetapkan saat Aku ciptakan makhluk bahwa engkau tidak akan abadi untuk siapapun, dan tidak ada seorang pun yang abadi di atasmu, walaupun pencintamu bakhil dan kikir demimu. Beruntunglah orang-orang saleh yang selalu ridha denganKu di hati mereka dan selalu jujur hatinya serta istiqomah. Beruntunglah mereka. Tidak ada balasan mereka dariKu jika mereka menghadapKu kecuali cahaya yang berjalan di depan mereka dan malaikat yang mengelilingi mereka sehingga mereka tiba pada apa yang merekah harapkan berupa rahmatku.”

(Azzuhd, Ibnu Abi Dunya, no. 200)

Disebutkan dalam Al-Mau’suah Al-Fiqhiyyah (15/167)

“Adapun shuhuf Ibrahim dan Daud, di dalamnya berisi nasehat-nasehat dan perumpamaan-perumpamaan, tidak ada hukum padanya. Maka dia tidak dapat dikatakan sebagai kitab-kitab yang mengandung hukum-hukum.”

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Shuhuf Ibrahim adalah shuhuf yang Allah Ta’ala turunkan kepada Ibrahim. Di dalamnya terdapat nasehat-nasehat dan hukum-hukum.” (Liqoat Al-Bab Al-Maftuh, pertemuan no. 176)

Wallahua’lam.

Soal Jawab Tentang Islam