Mon 10 Jm2 1436 - 30 March 2015
129369
Hukum Mengucapkan Salam Dan Menjawabnya Bagi Orang Yang Berada Di Dalam WC
Apakah keliru menjawab salam di dalam WC umum, meskipun boleh jadi seseorang yang berada di dalam WC tidak sedang buang hajat?


Alhamdulillah

Para ahli fiqih sepakat menyatakan makruh menyampaikan salam bagi orang yang sedang buang hajat, begitu pula dimakruhkan menjawabnya.

Dari Abu Jahm Al-Anshari radhiallahu anhu dia berkata,

أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ ، فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ ، فَلَمْ يَرُدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ ، حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ ، فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ  (رواه البخاري، رقم 337، ومسلم رقم 369) .

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam datang dari sumur jamal, lalu ada seseorang menemuinya dan mengucapkan salam kepadanya. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak menjawabnya. Kemudian beliau mendatangi pagar, lalu mengusap muka dan kedua tangannya, kemudian dia menjawab salam." (HR. Bukhari, no. 337 dan Muslim, no. 369)

Dari Muhajirin bin Qunfuz, dia mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang sedang kencing, lalu dia mengucapkan salam, beliau tidak menjawab salam, kemudian berwudhu, lalu dia meminta maaf kepadanya dengan berkata,

إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا عَلَى طَهَارَةٍ   ( رواه أبو داود، رقم 17 وصححه ابن حجر في نتائج الأفكار 1/205، والألباني في صحيح أبي داود)

"Aku tidak suka menyebut nama Allah Azza wa Jalla kecuali dalam keadaan suci." (HR. Abu Daud, no. 17, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hajar dalam Nata'ijul Afkar, 1/205 dalam oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud)

 

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma,

أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ ، فَسَلَّمَ ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ  ( رواه مسلم، رقم 370) .

"Seseorang melewati Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang sedang kencing, lalu dia mengucapkan salam, namun beliau tidak menjawab salamnya." (HR. Muslim, no. 370)

Ibnu Hamam Al-Hanafi rahimahullah berkata, "Para ulama sepakat bahwa orang yang sedang buang hajat tidak diharuskan menjawab salam ketika itu atau sesudahnya. Karena salam saat itu baginya adalah haram, berbeda bagi orang yang sedang di WC dan dia sedang memakai kain." (Fathul Qadir, 1/248)

An-Nawawi rahimahullah berkata, "Para ulama dari kalangan kami berkata, 'Dimakruhkan mengucapkan salam (maksudnya bagi yang buang hajat). Jika dia memberi salam, maka tidak berhak dijawab, berdasarkan hadits Ibnu Umar dan Muhajir." (Al-Azkar, hal. 27)

Disebutkan dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah (11/34), "Para ulama dari kalangan mazhab Maliki, Syafii dan Hambali berpendapat makruh memberi salam kepada orang yang sedang buang hajat. Ulama kalangan mazhab Hanafi juga menyatakan makruh. Ibnu Abidin berkata, 'Yang dimaksud adalah kencing secara umum,' Dia berkata, "Yang tampak adalah diharamkan."

Berdasarkan hal tersebut, siapa yang masuk WC umum, lalu dia tidak mendapatkan seorang pun yang sedang berwudhu di tempat wudhu, maka dimakruhkan mengucapkan salam kepada yang berada di dalam kamar WC yang diperuntukkan untuk buang hajat. Adapun jika ada di antara mereka yang telah selesai buang hajat dan mulai berwudhu atau cuci tangan di tempat yang disediakan untuk itu, maka tidak mengapa memberi salam kepada mereka, dan bagi mereka wajib menjawab salam.

Wallahua'lam.

Soal Jawab Tentang Islam