Fri 25 Jm2 1435 - 25 April 2014
158445
SAUDARAKU SAKIT DAN TIDAK MAU BEROBAT
Saudaraku akhir-akhir ini ditimpa penyakit kejiwaan, dan hampir terserang kegilaan. Istrinya mengusir dari rumah dan anak-anak kecil (dua anak laki-laki dan 1 anak wanita) berbalik menyerangnya. Mereka dia menginginkan membangun hubungan lagi dengannya. Saya telah mengambilnya ke rumahku. Meskipun dia terserang penyakit yang sedikit aneh dan keragu-raguan tapi dia tidak mengamuk. Bahkan sebenarnya ragu-ragu ada seseorang yang mensihirnya dia dan keluarganya. Meskipun dia mempunyai penyakit (keragu-raguan) disebabkan kondisi drop yang dilaluinya, dia menolak untuk mendapatkan bantuan untuk kondisinya ini. Bahkan dia mengatakan ‘Ini adalah cobaan dan diharuskan untuk menunggu dan Allah Subhanahu Wata’la akan mengangkatnya.
Pertanyaanku adalah kalau sekiranya dia tidak ingin seorangpun melihat untuk membantunya dalam mengobati kondisinya, bagaimana saya tahu kalau dia terkena sihir?


Alhamdulillah

Ya, apa yang menimpa pada saudara anda baik itu penyakit tubuh, sihir atau kondisi kejiwaan atau lainnya. Ya itu adalah cobaan dari Allah Ta’ala kepada hambaNya. Kondisi cobaan yang dilalui manusia di dunia ini, ia termasuk takdir Allah kepadanya. Dan yang bagus, bahwa saudara anda mengetahui dan faham akan hal ini. Akan tetapi yang tidak bagus dan tidak betul, menyangka bahwa Allah Subhanahu akan mengangkatnya hal itu. karena keimanan dengan Qadar tidak menafikan mengambil sebab. Bahkan Allah ketika mentakdirkan sesuatu, Dia juga mentakdirkan sebab yang sampai kepadanya. Sebagaimana kenyang adalah takdir Allah, akan tetapi orang lapar juga akan makan. Sebagaimana anak adalah takdir Allah, akan tetapi barangsiapa yang menginginkan anak, hendaknya dia menikah. Dan begitulah (seterusnya).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً ) رواه البخاري (5678)

“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia menurunkan obat.” HR. Bukhori, 5678.

Maka telah jelas hal itu, bahwa Allah Ta’ala sebagaimana mentakdirkan penyakit, maka Dia juga mentakdirkan penyakit yang sesuai. Diketahui oleh orang yang mengetahui dan tidak diketahui bagi orang yang tidak tahu. Maka seharusnya anda pelan-pelan dengan saudara anda, (berlaku) lembut dengan kondisinya. Dia dapat menerima sepenuh hati berobat dari penyakitnya. Lebih bagus lagi berjalan dua cara secara bersamaan. Berobat dengan pengobatan kedokteran sebagaimana biasanya dalam kondisi seperti ini. Serta berusaha melihat masalah sihirnya. Hal itu dengan mengadukan dirinya kepada seorang peruqyah diruqah dengan Al-Qur’an. Dan yang dikenal dengan ruqyah sesuai syareat serta konsisten.

Kami memohon kepada Allah agar menyembuhkan saudara anda, membantu urusannya dan membalas anda dengan sebaik-baik balasan. Wallahu’alam .

Soal Jawab Tentang Islam