Thu 17 Jm2 1435 - 17 April 2014
174555
Apa Jawaban Orang Yang Diberi Belasungkawa (ta'ziah) Kepada Orang Yang Memberikan Belasungkawa
Ketika seseorang memberikan ucapan belasungkawa kepada seseorang yang kerabatnya meninggal dunia, apakah disana ada sunnah terkait dengan orang yang diberi ucapan belasungkawa? Maksudnya apa selayaknya orang yang diberi ucapan belasungkawa memberikan jawaban dalam kondisi seperti ini?


Alhamdulillah

Terdapat dalam soal jawab no. 157213 bahwa tidak ada dalam ucapan belasungkawa suatu ketetapan. Bahkan semua hal yang menunjukkan untuk menghibur dan memberi semangat kesabaran, itu yang diharapkan. Meskipun yang lebih utama dengan menggunakan perkataan yang ada dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam.

Sementara terkait dengan orang yang diberi ucapan belasungkawa, kami belum mengetahui sesuatuyang ada dari sunah untuk diucapkan sebagai jawaban terhadap orang yang memberikan ucapan belasungkawa. Dari sini, maka semua perkataan yang dikeluarkan dari orang yang diberi ucapan belasungkawa termasuk baik. Seperti kalau dia mengucapkan, “Terima kasih' atau 'Semoga Allah mengabulkan doa anda' atau semisal itu.

Terdapat dalam ‘Hasyiyah Al-Baijuri, 2/307: “Seyogyanya orang yang diberi ucapan belasungkawa, memberi jawaban atas belasungkawanya seperti dengan mengucapkan ‘Terima kasih."

Ibnu Qudamah rahimahullah telah menukil dari Imam Ahmad rahimahullah, dia mengatakan kepada orang yang memberikan ucapan belasungkawa, ‘Semoga Allah mengabulkan doa anda. Dan semoga kita dan anda mendapatkan rahmat’ (Al-Mughni, 2/212)

Al-Mardawai rahimahullah mengatakan, “Cukuplah sebagai contoh dan pengikut.’ (Al-Inshaf, 2/567)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa doa yang sesuai sunah terkait dengan ucapan belasungkawa? Dan dengan apa orang yang diberi ucapan belasungkawa menjawabnya?

Beliau menjawab, “Sebaik-baik ucapan belasungkawa apa yang diucapkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam kepada salah seorang anak perempuannya:

إن لله ما أخذ, وله ما أبقى, وكل شيء عنده بأجل مسمى, فاصبر واحتسب

“Sesungguhnya kepunyaan Allah, dia berhak mengambilnya atau membiarkannya.  Segala sesuatu di sisinya mempunyai batas waktu tertentu. Maka bersabarlah dan mengharap (pahala)."

Ini yang paling bagus.

Orang yang diberi ucapan belasungkawa mengucapkan, ‘Terima kasih untuk anda, semoga Allah membantu kami untuk dapat memikul (musibah) dan bersabar.’ (Majmu  Fatawa Ibnu Utsaimin, 17/359)

Wallahu’alam .

Soal Jawab Tentang Islam