178435: Apakah Seorang Ayah Termasuk Mati Syahid Kalau Beliau Meninggal Dalam Pekerjaannya


Ayahku meninggal waktu dalam pekerjaannya, dahulu bekerja sebagai supir taxi Ali Babullah. Dahulu beliau mempunyai banyak penyakit. Apakah pekerjaannya termasuk jihad di jalan Allah? Ada yang mengatakan beliau syahid, apa hukumnya?

Published Date: 2015-11-11

Alhamdulillah

Tidak diragukan lagi bahwa seorang ayah yang berusaha mengais rizki untuk anak-anaknya agar berkecukupan dan tidak meminta-minta, akan diberi pahala apabila dia niatkan (ikhlas karena Allah).

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari, no. 56 dari Sa’d bin Abi Waqqos radhiallahu ’anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

"Sesungguhnya nafkah yang engkau keluarkan semata untuk mengharap  keridhaan Allah melainkan anda akan diberi pahala atasnya. Sampai suapan yang anda berikan di mulut istrimu."

Dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ (رواه مسلم)

“Dinar yang anda nafkahkan di jalan Allah dan dinar yang anda nafkahkan untuk membebaskan (budak), dinar yang anda shadaqahkan kepada orang miskin, serta dinar yang anda nafkahkan kepada keluarga anda. Yang paling besar pahalanya adalah yang anda nafkahkan kepada keluarga anda.” (HR. Muslim, 995)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dari Hadits Abi Qilabah dari Abi Asma dari Tsauban sampai kepada Rasulullah:

أَفْضَل دِينَار يُنْفِقهُ الرَّجُل دِينَار يُنْفِقهُ عَلَى عِيَاله , وَدِينَار يُنْفِقهُ عَلَى دَابَّته فِي سَبِيل اللَّه , وَدِينَار يُنْفِقهُ عَلَى أَصْحَابه فِي سَبِيل اللَّه

“Sebaik-baik dinar yang diinfakkan oleh seseorang adalah yang diinfakkan kepada keluarganya, dan dinar yang diinfakkan untuk hewannya di jalan Allah, dan dinar yang diinfakkan kepada orang-orang yang berjalan di jalan Allah.”

Abu Qilabah mengatakan, “Dimulai dengan keluarga. Tidak ada orang yang lebih agung pahalanya dibandingkan orang yang menginfakkan keluarganya, dapat menjaga mereka dan bermanfaat bagi mereka."

Ath-Thabari mengatakan, “Memulai infak dari keluarga, termasuk juga dirinya. Karena diri seseorang termasuk keluarganya. Bahkan ia merupakan hak terbesar dibandingkan keluarga lainnya. Tidak  boleh seseorang menghidupkan orang lain dengan membinasakan dirinya. Kemudian infak kepada keluarganya juga.” (Fathul Bari, 9/499)

Untuk tambahan, silahkan melihat jawaban soal no. 69960.

Kalau telah jelas bagi anda akan hal itu, maka ayah anda meninggal dunia dalam amalan baik. Kami berharap semoga khusnul khotimah diterima di sisi Allah Ta’ala. Akan tetapi hal itu tidak harus bermakna jihad secara khusus. Sebab arti jihad secara khusus adalah berperang melawan orang-orang musyrik di jalan Allah. Sementara jihad bermakna umum, yang mencakup semua ketaatan. Tidak ada halangan dikatakan seperti itu dari sisi umumnya. Akan tetapi hal itu juga tidak mati syahid. Tidak semua orang yang mati dalam amal saleh dia telah mati syahid. Silahkan lihat jawaban soal no. 145203, 150012.

Wallahu a'lam .

Soal Jawab Tentang Islam
Create Comments