Thu 3 Shw 1435 - 31 July 2014
2121
Apakah Wanita Haidh Wajib Mandi Setelah Bercengkrama Dengan Suaminya?
Apakah wanita haidh wajib mandi setelah bercengkrama dengan suaminya?


Alhamdulillah, ia tidak wajib mandi setelah bercengkrama dengan suaminya sebab ia masih terhitung hadas selama darah haidh masih terus keluar. Hadas tersebut baru hilang setelah darah haidh berhenti. Barulah setelah itu ia mandi. Sang suami tidak dibolehkan menggaulinya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. (QS. 2:222)

Ia boleh melakukan apa saja kepadanya selain itu. Berdasarkan hadits Anas Radhiyallahu 'Anhu bahwa bila ada wanita Yahudi yang sedang haidh maka kaum lelakinya tidak makan bersamanya dan tidak tinggal bersamanya di rumah. Maka para sahabatpun bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci……. (QS. 2:222)

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Lakukanlah apa saja kecuali bersetubuh."
Lalu sampailah hadits tersebut ke telinga orang-orang Yahudi, merekapun berkata: "Orang ini (Rasulullah) selalu berusaha menyelisihi kami dalam semua urusan."
(H.R Muslim no. 455)
Wallahu a'lam.

Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid