Sat 8 Muh 1436 - 1 November 2014
21402
Apakah Hajar Aswad Dari Langit?
Dari Umar sesungguhnya beliau mencium hajar aswad dan berkata: “Sesungguhnya saya mengetahui bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan celaka dan memberi manfaat. Kalau sekiranya aku tidak melihat Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu. “ Apakah hajar aswad turun dari langit atau ia seperti batu-batu yang lain. Dan apa maksud dengan meletakkan batu ini di tempat tersebut. Sebagian orang menyangka bahwa ia adalah kiblatnya umat Islam dalam shalatnya, kami berlindung kepada Allah,


Alhamdulillah.

Allah subhanahu telah memberikan kekhususan pada hajar aswad dengan memerintahkan kita untuk mencium dan menyentuhnya. Dan (Allah) menghendakia dia berada di sisi Ka’bah yang merupakan kiblat kita dalam shalat. Disyariatkan mencium dan menyentuhnya bagi orang-orang yang menunaikan thawaf dikala mampu. Kalau tidak mudah melakukannya, maka cukup memberikan isyarat kepadanya jika berada dalam posisi sejajar dengannya disertai bertakbir.

Telah ada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmizi dan lainnya, bahwa (hajar aswad) adalah turun dari langit. Akan tetapi dalam sanadnya ada kelemahan... hadits ini diriwayatkan oleh Tirmizi dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi, no. 695.

Wabillahit taufiq, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta, Fatawa Al-lajnah, 11/228.