Tue 7 DhQ 1435 - 2 September 2014
22366
Bacaan Al-Ikhas 1000 Kali Untuk Orang Sakit
Keluarga ingin melakukan khataman (mereka berkumpul dan mengulang-ulang bacaan surat Al-Ikhlas dengan lambat agar dapat membaca 10.000 kali, dengan niat agar orang yang sakit itu sembuh) apakah hal ini dibolehkan. Atau mereka harus berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala saja dan meminta pertolongan dari-Nya secara pribadi?


Alhamdulillah

Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an ada obat untuk manusia. Telah ada pada sebagian ayat  dan surat secara khusus di dalamnya ada obat, menjaga manusia, dan menolak kejelekan dengan izin Allah Ta’ala. Seperti Al-Fatihah, surat Al-Mu’awwidzat (Al-Falaq dan An-Nass), ayat kursi dan surat Al-ikhlas. Barangsiapa yang membaca sedikit dari ayat atau surat dan diulang-ulang tiga atau tuuh kali atau sesuai dengan keperluan tanpa terikat dengan bilangan tertentu yang tidak ada petunjuk agama, maka hal itu tidak mengapa. Dengan keyakinan bahwa kesembuhan itu ada di tangan Allah dimana Allah menjadikan Al-Qur’an itu sebagai obat untuk manusia.

Kalau ruqyah itu ditambah dengan doa yang ada dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam meruqyah. Seperti sabda beliau sallallahu’alaiahi wa sallam:

اذهب الباس رب الناس اشف وأنت الشافي لا شفاء إلا شفاءك شفاء لا يغادر سقماً  (أخرجه البخاري ( 5243 ) ومسلم ( 4061 )

“Hilangkanlan penyakit wahai Tuhan seluruh manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah yang Maha menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan melainkan dari penyembuhan-Mu. Kesembuhan tanpa meninggalkan kepayahan.” )HR. Bukhari, 5243 dan Muslim, 4061)

Seperti wasiat beliau hal itu kepada shahabat mulia ketika mengadu kepada beliau atas sakit yang dideritanya, beliau mengatakan kepadanya:

" ضع يدك على الذي تألم من جسدك وقل باسم الله ثلاثاً وقل سبع مرات أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر "

“Letakkan tangan anda di tempat yang sakit di tubuh anda dan bacalah ‘Bismillah’ tiga kali. Dan katakan tujuh kali ‘أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر ‘ Saya berlindung dengan (nama) Allah dan kekuasaan-Nya dari kejelekan yang saya dapatkan dan saya berhati-hati (darinya).”

Dan selain dari itu yang shahih dari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam termasuk suatu yang baik sekali.

Kalau terkumpul antara tawakal kepada Allah disertai dengan menghadirkan makna ayat dan doa yang dibacanya, serta adanya kebaikan masing-masing dari orang yang meruqyah dan yang diruqyah, maka hal itu dengan izin Allah sangat bermanfaat sekali.

Dari penjelasan tadi, maka berkumpul dengan cara yang disebutkan dalam pertanyaan dan bacaan surat ‘Qul huwallahu Ahad’ dengan bilangan tertentu (10.000 kali) termasuk amalan yang tidak dianjurkan. Maka hendaknya anda mencukupkan diri dengan apa yang ada ketetapan dari sunnah.

Kami memohon kepada Allah agar mendapatkan kesembuhan orang yang sakit diantara anda dan diberikan kesehatan. Amin.

Syekh Muhammad Sholeh Al-Munajid