36950: Hari-hari Tasyriq


Apa hari-hari tasyriq itu? Apa keutamaan yang membedakan dengan hari-hari lain ?

Published Date: 2016-09-08

Alhamdulillah

Hari tasyriq adalah hari kesebelas, dua belas dan tiga belas di bulan Dzulhijjah. Telah ada keutamaannya ayat dan hadits diantaranya:

1.      Firman Allah :

( واذكروا الله في أيام معدودات ... ) البقرة / 203

“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” QS. Al-Baqarah: 203.

Ayyam ma’dudat adalah hari tasyriq, hal itu dikatakan oleh Ibnu Umar radhiallahu anhu dan pilihan kebanyakan para ulama

2.      Sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam tentang hari tasyriq, “Ia adalah hari makan, minum dan mengingat Allah Azza Wajalla. Dan Allah Azza Wajallan memerintahkan pada hari tasyriq berbagai macam diantaranya:

Mengingat Allah azza wajalla setelah shalat fardu dengan takbir, itu dianjurkan sampai akhir hari tasyriq menurut jumhur ulama.

Diantaranya menyebutkan dengan basmalah dan takbir ketika menyembelih nusuk (kurban). Karena waktu menyembelih hadyu dan kurban sampai akhir hari tasyriq.

Diantaranya mengingat Allah Azza Wajalla ketika makan dan minum. Karena yang dianjurkan dalam makan dan minum menyebut nama Allah pada awalnya. Dan menyanjung kepadaNya (alhamdullah) di akhirnya. Dalam hadits dari Nabi sallallahu aliahi wa sallam :

" إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها " رواه مسلم ( 2734

“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla reda terhadap seorang hamba ketika makan suatu makanan memuji kepadaNya (alhamdulillah). Dan minum suatu minuman dan memuji kepada-Nya. HR. Muslim, (2734).

Diantaranya, mengingatNya dengan takbir ketika melempar jumrah di hari tasyriq, hal ini khusus bagi jamaah haji.

Diantaranya, mengingat Allah secara mutlak (umum), sesungguhnya ia dianjurkan memperbanyak dengan zikrullah di hari tasyriq. Dahulu Umar radhiallahu anhu bertakbir di Mina dalam tendanya. Orang-orang mendengarnya dan mereka pada bertakbir, sampai Mina menggema dengan takbir. Sungguh Allah Ta’ala berfirman:

( فإذا قضيتم مناسككم فاذكروا الله كذكركم آبائكم أو أشد ذكراً . فمن الناس من يقول ربَّنا آتنا في الدنيا وماله في الآخرة من خلاق ومنهم من يقول ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu[126], atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" QS. Al-Baqarah: 200-201.

Kebanyakan ulama salaf menganjurkan banyak berdoa dengan doa ini di hari-hari tasyriq. Sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ‘Sesungguhnya ia hari makan dan minum serta mengingat Allah Azza wajallah’ memberikan isyarat bahwa makan dan minum pada hari raya, membantu untuk mengingat Allah dan ketaatan kepada-Nya. Hal itu termasuk kesempurnaan syukur nikmat, membantu dalam ketaatan.

Sementara Allah Ta’ala memerintahkan dalam kitab-Nya makan yang baik dan bersyukur kepada-Nya. Siapa yang meminta pertolongan dengan nikmat Allah dengan berbuat kemaksiatan, maka dia telah kufur terhadap nikmat Allah, mengganti dengan kekufuran. Layak untuk diambilnya sebagaimana ada ungkapan.

إذا كنت في نعمةٍ فارعها فإن المعاصي تزيل النعم

وداوم عليها بشُكر الإله فشُكر الإله يُزيل النِّقـم

Kalau anda dalam kenikmatan, maka jagalah. Karena kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan.

Dan jagalah ia dengan mensyukuri Tuhan, karena syukur kepada Tuhan dapat menghilangkan kesengsaraan.

3.      Nabi sallallahu alaihi wa sallam melarang berpuasa di hari itu,

" لا تصوموا هذه الأيام ، فإنها أيام أكل وشرب وذكر لله عز وجل " رواه أحمد ( 10286)  وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة ( 3573)

“Jangan berpuasa pada hari-hari ini, karena ia adalah hari makanm minum dan mengingat Allah Azza Wajallah.” HR. Ahmad, (10286) dishohehkan AlBan dalam silsilah Shohehah, (3573).

Silahkan melihat ‘Latoiful Maarif karangan Ibnu Rajab, hal. 500.

Ya Allah berikanlah kami taufik melakukan amal sholeh, dan tetapkan kami ketika meninggal dunia, kasihanilah kami dengan rahmat-Mu Wahai yang banyak memberi dan hibah. Segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam.

Soal Jawab Tentang Islam
Create Comments