Tue 6 DhH 1435 - 30 September 2014
4043
Urgensi Mengetahui Asmaul Husna
Apa pentingnya mengetahui Asmaul Husna?


Alhamdulillah

Mengenal Asmaul Husna memiliki urgensi yang besar, sebagai berikut:

1- Mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya merupakan ilmu yang paling mulia dan agung secara mutlak. Karena kemuliaan ilmu terkait dengan kemuliaan yang diketahui. Yang diketahui dalam masalah ini adalah Allah Ta'ala beserta nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Menyibukkan diri untuk memahami ilmu ini, mengkajinya secara sempurna merupakan kesibukan untuk meraih sesuatu yang sangat tinggi dan pencapaian seorang hamba dalam masalah ini merupakan pemberian paling mulia. Karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskannya sungguh-sungguh dan karena perhatian beliau yang besar dalam masalah ini, para shahabat tidak berbeda pendapat dalam masalah ini sebagaimana mereka berbeda pendapat dalam masalah hukum.  

2- Mengenal Allah akan mendorong kita untuk mencintai dan takut kepada-Nya, berharap serta ikhlas dalam beramal kepada-Nya. Ini merupakan inti kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada jalan untuk mengenal Allah selain mengenal nama-nama-Nya yang mulia dan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

3- Mengenal Allah Ta'ala melalui nama-nama-Nya yang mulia dapat menambah keimanan. Sebagaiman dikatakan oleh Syekh Abdurrahman bin Sa'dy rahimahullah, "Sesungguhnya iman terhadap nama-nama Allah yang mulia dan memahaminya mengandung macam tauhid yang tiga; Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma wa Sifat. Ketiga macam tauhid ini merupakan ruh keimanan, penyejuk hati, asal dan tujuannya. Semakin bertambah pemahaman seorang hamba terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah, bertambah pula keimanannya dan akan semakin kuat keyakinannya." (At-Tauhdhih wal Bayan Li Syajaratil Iman, oleh As-Sa'dy, hal. 41)


4- Sesungguhnya Allah menciptakan makhluknya agar mereka mengenal-Nya dan menyembah-Nya. Inilah tujuan yang dituntut. Karena, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qayim rahimahullah, "Kunci dakwah para rasul dan inti risalah mereka adalah mengenal yang disembah melalui nama-nama dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatan-Nya. Karena dengan pengenalan tersebut akan terbangun seluruh tuntutan risalah dari awal hingga akhir." (Ash-Shawa'iq Al-Mursalah Alal Jahmiah wal Mu'atholah, Ibnu Qayim, 1/150-151)

Menyibukkan diri untuk mengenal Allah, adalah menyibukkan dengan sesuatu yang dengan alsan itu makhluk diciptakan. Mengabaikannya dan meninggalkannya adalah bentuk penyelewangan terhadap tujuan penciptaannya. Akan tetapi yang dimaksud iman bukan sekedar mengucapknnya saja tanpa mengenal Allah, karena hakikat iman kepada Allah adalah pengenalan seorang hamba kepada Tuhannya yang dia imani dan mengerahkan segala kemampuannya untuk mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Seberapa besar dia mengenal Tuhannya, sebesar itu pula akan bertambah imannya. 

5- Mengetahui nama-nama Allah yang mulia merupakan landasan ilmu atas segala sesuatu yang diketahui. Sebagaimana perkataan Ibnu Qayim rahimahullah, "Sesungguhnya ilmu terhadap nama-nama Allah yang mulia merupakan pokok ilmu atas segala sesuatu yang diketahui. Karena segala sesuatu yang diketahui selain-Nya, apakah dia merupakan ciptaan-Nya atau merupakan perintah-Nya, apakah ilmu terhadap apa yang Dia ciptakan atau ilmu terhadap apa yang Dia syariatakn. Sumber penciptaan dan perintah adalah nama-nama Allah yang mulia. Keduan terkait satu sama lain sesuai kandungan yang terdapat di dalamnya. Ihsha (mengenal, beriman dan menjalankan) terhadap Asmaul Husan merupakan asal penghitungan atas segala sesuatu yang diketahui. Karena semua yang diketahui terkait dengannya." .

Bada'iul Fawaid, Ibnu Qayim, 1/163, dari Kitab "Asmaullahil Husna, hal. 806