Sat 4 DhQ 1435 - 30 August 2014
41003
Nama-nama Allah Ta'ala Tidak Terbatas 99 Nama
Apakah nama-nama Allah Ta'ala hanya 99 nama? Ataukah lebih banyak dari itu?


Alhamdulillah

Bukhari (2736) dan Muslim (2677) meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya dia masuk surga."

Sebagian ulama, seperti Ibnu Hazm, rahimahullah, berdalil dengan hadits ini bahwa jumlah nama-nama Allah terbatas dalam bilangan tersebut. (Lihat Al-Muhalla, 1/51)

Apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm, tidak disetujui oleh para ulama umumnya. Bahkan sebagian mereka (seperti An-Nawawi) berpendapat bahwa para ulama sepakat bahwa nama-nama Allah Ta'ala tidak terbatas pada jumlah tersebut. Mereka menganggap bahwa pendapat Ibnu Hazm adalah menyimpang, tidak pantas diperhatikan.

Mereka (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nama-nama Allah yang mulia tidak terbatas pada jumlah ini, berdasarkan riwayat Ahmad, no. 3704, dari Abdullah bin Masud, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seorang yang sedang ditimpa gundah dan sedih, lalu ia membaca, 

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu kepada telah berlaku, ketetapan-Mu terhadapku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau sendiri tetapkan nama bagi-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib yang ada pada-Mu. Mohon Engkau jadikan Al-Quran bersemi di hatiku, bercahaya di dadaku dan pengusir kesedihan serta gundahku."

Niscaya (bagi yang membacanya) akan Allah hilangkan gundah dan dukanya serta Allah berikan jalan keluar baginya. Lalu ada orang yang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita mempelajarinya?" Beliau berkata, "Ya, selayaknya, bagi yang mendengarnya untuk mempelajarinya." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam As-Sisilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (199)."

Dalam ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

  أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

"Atau (nama) yang Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu."

Menjadi dalil bahwa nama-nama Allah Ta'ala adalah apa dia simpan dalam ilmu gaib di sisi-Nya yang tidak diketahui oleh seorang pun dari makhluknya. Maka ini menunjukkan bahwa nama-nama Allah lebih dari 99 nama.

Syaikhul Islam dalam Majmu Al-Fatawa, 6/374, berkata tentang hadits ini, "Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki nama-nama lebih dari 99."

Dia juga berkata, "Al-Khattabi dan selainnya berkata, "Ini menunjukkan bahwa Dia memiliki nama-nama yang Dia simpan. Hal tersebut menunjukkan bahwa  sabdanya, "Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, siapa yang membacanya masuk surga." bahwa Allah Ta'ala memiliki 99 nama yang apabila ada seseorang yang melakukan ihsha terhadapnya, maka dia akan masuk surga. Sebagimana seseorang berkata, "Saya memiliki uang seribu dirham yang saya siapkan untuk sadaqah, padahal uangnya lebih banyak dari itu. Dan Allah Ta'ala dalam Al-Quran berfirman, "Dan Allah memiliki nama-nama yang agung, maka berdoalah dengannya." Dia memerintahkan agar berdoa dengan nama-namanya yang mulia secara mutlak. Dia tidak mengatakan bahwa namanya cuma 99 nama."

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim mengutip kesepatakan para ulama tentang hal teresbut. Dia berkata, "Para ulama sepakat bahwa hadits ini tidak membatasi nama-nama Allah Ta'ala. Akan tetapi, yang dimaksud dalam hadits ini adalah bahwa ke-99 nama tersebut bagi siapa yang ihsha terhadapnya akan masuk surga. Yang dimaksud adalah mengabarkan akan masuk surga bagi orang yang melakukan ihsha terhadapnya, bukan sekedar mengumpulkan nama-nama-Nya."

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hal tersebut, maka dia berkata, "Nama-nama Allah tidak terbatas dalam jumlah tertentu. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits shahih, "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu kepada telah berlaku, ketetapan-Mu terhadapku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau sendiri tetapkan nama bagi-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib yang ada pada-Mu."

Apa yang Allah simpan dalam ilmu gaib-Nya tidak mungkin dapat diketahui, sesuati yang tidak diketahui, tidak dapat dihitung.

Adapun sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya, maka dia masuk surga."

Maknanya bukan berarti bahwa Dia hanya memiliki nama-nama (dengan jumlah) tersebut. Akan tetapi maknannya adalah bahwa siapa yang ihsha (menghafal dan mengamalkan) terhadap 99 nama-Nya, maka dia akan masuk surga. Kalimat 'siapa yang menjaganya' merupakan pelengkap dari kalimat sebelumnya, bukan kalimat baru yang terpisah. Perbandingannya adalah perkataan orang Arab, "Saya memiliki seratus kuda yang saya siapkan untuk berjihad di jalan Allah" Maknya bukan berarti dia hanya memiliki seratus kuda. Akan tetapi keseratus kuda tersebut dia persiapkan untuk hal tersebut."

Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 1/122.

Soal Jawab Tentang Islam