Sat 27 Shw 1435 - 23 August 2014
46547
Apakah Lebih Utama Mengulang-ulang Haji Untuk Dirinya Atau Melakukan Haji Untuk Kerabatnya
Apakah yang lebih utama seseorang mengulangi haji sunnah untuk dirinya atau diniatkan hal itu untuk salah satu kerabatnya yang telah meninggal dunia atau untuk orang yang masih hidup tapi lemah fisiknya (sehingga tidak bisa) menunaikan haji dengan sebagian tahun? Maksudnya setahun berhaji untuk dirinya dan haji berikutnya diniatkan untuk salah satu diantara mereka.


Alhamdulillah

Yang lebih utama adalah berhaji untuk diri anda sendiri, karena hal itu yang pokok dan mendoakan untuk dirinya, orang lain dari kerabatnya serta seluruh umat islam. Kecuali kalau salah satu atau kedua orang tuanya belum menunaikan haji wajib, maka dia diperbolehkan menghajikan untuknya setelah dia menunaikan haji untuk dirinya. sebagai bentuk bakti kepada keduanya. Dan berbuat baik kepada keduanya dikala lemah atau telah meninggal dunia. Menghajikan atau mengumrahkan sendiri-sendiri. Tanpa digabungkan dengan umrah dan haji sekali. Selesai

Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11/66.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ta'ala ditanya, seorang wanita hendak melaksanakan haji untuk ibunya yang sudah wafat, padahal ibunya sudah melaksanakan haji fardhu. Apa yang lebih utama, dia menunaikan haji untuknya atau mendoakannya saja?

Beliau menjawab, "Yang lebih utama adalah dia melaksanakan haji untuk dirinya saja, lalu dia mendoakan ibunya. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata, 'Jika manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara; Sadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan.' Beliau tidak mengatakan, 'anak saleh yang haji untuknya, atau berpuasa untuknya, atau bersadaqah untuknya, atau shalat untuknya. Jika ada orang yang bertanya kepada kita, mana yang lebih utama, saya shalat lalu pahalanya untuk bapak saya, atau sadaqah, lalu pahalanya untuk bapak saya, atau saya mendoakan bapak saya? Maka kami katakan, lebih utama anda mendoakan bapak anda, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lebih tahu dari kita, dan orang yang sangat ingin memberi nasehat kepada kita, serta lebih fasih basahanya dari kita. Beliau tidak mengatakan, anak saleh yang beramal untuknya, akan tetapi beliau berkata, anak saleh yang mendoakannya. Inilah yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam."

Fatawa Ibnu Utsaimin, 21/251.

Soal Jawab Tentang Islam