Sat 4 DhQ 1435 - 30 August 2014
6092
Keutamaan Ayat Kursi
Apa urgensi ayat kursi? Apakah disana ada dalil tentang keagungan ayat ini?


Alhamdulillah

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsir ayat kursi dalam surat Al-Baqarah: “Ayat kursi mempunyai keutamaan yang agung. Terdapat hadits shahih dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam – bahwa ia termasuk ayat yang paling utama dalam Kitabullah.

عن أُبي هو ابن كعب أن النبي - صلى الله عليه وسلم - سأله أي آية في كتاب الله أعظم قال: الله ورسوله أعلم فرددها مرارا ثم قال: آية الكرسي قال" ليهنك العلم أبا المنذر والذي نفسي بيده إن لها لسانا وشفتين تقدس الملك عند ساق العرش   (وقد رواه مسلم .. وليس عنده زيادة والذي نفسي بيده إلخ)

“Dari Ubay yaitu bin Ka’ab, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya tentang ayat apakan yang paling agung dalam Kitabullah, beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau ulang pertanyaannya beberapa kali. Kemudian dia menjawab, “Ayat kursi." Maka beliau mengatakan, “Selamat bagi anda wahai Abu Mundzir dengan ilmu anda. Demi yang jiwaku yang ada di tangan-Nya. Sesungguhnya (ayat Kursi) mempunyai mulut dan dua bibir yang disucikan para Malaikat di kaki Arsy.” (Muslim telah meriwayatkannya, akan tetapi dalam teksnya tidak ada tambahan ‘Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya dan seterusnya)

Dari Abdullah bin Ubay bin Ka’ab, sesungguhnya ayahnya telah memberitahukan bahwa beliau mempunyai sekantong kurma. Berkata, "Dahulu ayahku menjaganya, dan didapati ternyata berkurang." Beliau mengatakan, maka beliau menjaga pada suatu malam. Ternyata di dapati hewan mirip anak yang akan balig. Berkata, saya memberikan salam kepadanya dan dia menjawabnya. "Saya bertanya siapakah anda? Jin atau manusia." Dia menjawab, “Jin." Dia berkata, ‘Maka saya katakan kepadanya, tolong tanganmu saya pegang." kemudian tangannya memegangku ternyata tangan anjing dan rambut anjing. Saya bertanya, “Apakah ini bentuk penciptaan jin?" Dia menjawab, “Anda telah mengetahui jin dan apa yang ada di dalamnya. juga ada yang lebih mengerikan dari ini." Saya bertanya, “Apa yang mendorongmu melakukan ini?" Dia menjawab, “Telah sampai kepadaku bahwa anda termasuk orang yang senang bershadaqah. Maka saya ingin mendapatkan bagian makanan anda." Ayahku bertanya kepadanya, “Apa yang dapat melindungi kami dari kamu?" Dia menjawab, “Ayat kursi ini." Kemudian keesokan harinya beliau mendatangi Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan memberitahukan (kisahnya), maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jin yang jahat itu benar."

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, dia berkata,

 “Aku mendatangi Nabi sallallahu alaihi wa sallam – sementara beliau di dalam masjid. Maka akupun duduk." Kemudian beliau bertanya,”Apakah anda telah shalat?" Aku menjawab, “Belum." Beliau mengatakan, “Berdiri dan tunaikan shalat." Maka aku berdiri menunaikan shalat kemudian duduk. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari keburukan setan manusia dan jin." Saya bertanya, “Wahai Rasulullah apakah ada syetan dari jenis manusia?"  Beliau menjawab, “Ya." Aku bertanya, “Wahai Rasulullah (bagaimana dengan) shalat?" Beliau menjawab, “Dia adalah sebaik-baiknya perkara, yang ingin sedikit atau banyak, silakan ambil sesukanya." Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, (bagaimana dengan) puasa?" Beliau menjawab, “Kewajiban yang berpahala, dan pada sisi Allah terdapat tambahan." Wahai Rasulullah bagaimana dengan shodaqah?" beliau menjawab, “Dilipat gandakan." Aku bertanya, “Manakah yang paling utama?"  Beliau menjawab, “Semangat dari (orang yang) kekurangan atau (memberikan) kesenangan kepada orang fakir." Aku bertanya, “Wahai Rasulullah siapakah para nabi yang pertama?" Beliau menjawab, “Adam." Aku bertanya, “Apakah dia seorang Nabi?" Beliau menjawab, “Ya. Seorang nabi yang pernah diajak berbicara (dengan Allah)." Aku bertanya, “Berapakah (jumlah) para Rasul?" Beliau menjawab, “Tiga ratus tiga belas, bilangan yang banyak. Dan beliau pernah mengatakan, lima belas. Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, (ayat) apakah yang paling agung yang diturunkan kepada anda?" Beliau menjawab, “Ayat kursi ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul Qayyum." (HR. An-Nasai)

Bukhari telah menyebutkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam mewakilkan kepadaku untuk menjaga (gudang tempat) zakat Ramadan. Kemudian ada orang datang dan mengambil makanan, maka dia aku tangkap. Aku katakan, “Akan aku laporkan engkau kepada Rasulullah sallallahu alihi wa sallam." Dia berkata, “Lepaskan aku, karena aku orang yang sangat membutuhkan. Aku punya keluarga dan sangat membutuhkan sekali." Maka saya lepaskan dia. Ketika pagi hari Nabi sallallahu alaihi wa sallam berkata, “Wahai Abu Hurairah apa yang dilakukan tawananmu semalam?" Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengeluh sangat membutuhkan sekali dan mempunyai tanggungan keluarga, sehingga saya kasihan dan saya lepaskan dia." Beliau mengomentari, “Dia telah berbohong dan nanti dia akan kembali. Saya tahu dia akan kembali karena sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam bahwa dia akan kembali. Sehingga saya mengintainya, kemudian dia datang dan mengambil makanan. Lalu saya tangkap. Saya katakan kepadanya, “Saya akan laporkan engkau kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam." Dia berkata, “Tolong lepaskan diriku karena aku membutuhkan dan mempunyai tanggungan keluarga, dan saya tidak akan kembali," Sayapun kasihan, maka dia saya lepaskan. Ketika pagi hari Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu semalam." Saya menjawab, “Dia mengeluh mempunyai keperluan dan tanggungan keluarga, sahingga saya kasihan dan melepaskan dia." Beliau mengomentari, “Sesungguhnya dia telah membohongimu dan dia akan kembali." Maka saya intai yang ketiga kalinya. Kemudian dia datang dan mengambil makanan kemudian saya pegang. Saya katakan kepadanya, “Saya akan laporkan engkau kepada Rasulullah dan ini yang ketiga kali bahwa kamu tidak akan datang, tapi kamu masih datang. Dia mengatakan, “Lepaskan diriku, akan aku ajarkan kepadamu kalimat yang Allah akan memberikan manfaat kepadamu." Saya menjawab, “Apa itu?" Dia menjawab, “Jika anda ingin berbaring di ranjang, maka bacalah ayat kursi ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul Qoyyum’ sampai akhir ayat. Allah akan senantiasa menjaga anda dan setan tidak akan mendekati anda sampai pagi hari." Maka dia saya lepaskan. Ketika pagi hari, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengatakan kepadaku, “Apa yang dilakukan tawananmu semalam?" Saya menjaawab, “Wahai Rasulullah, dia mengaku bahwa dia akan mengajarkan kepadaku kalimat yang dengan itu Allah akan memberikan manfaat kepadaku, sehingga aku lepaskan dia." Beliau bertanya, “Ayat apakah itu?" Saya menjawab, “Dia mengatakan kepadaku, ketika anda ingin tidur di ranjang anda, maka bacalah ayat kursi dari awal sampai akhri ayat. Allahu lailaha illa huwal hayyul Qoyyum’ dan dia mengatakan kepadaku, Allah akan senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekati anda sampai pagi hari." Dan mereka sangat bersungguh-sungguh terhadap suatu kebaikan. Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dia telah benar kepadamu padahal dia adalah pendusta. Apakah anda tahu dengan siapa anda berbicara selama tiga malam wahai Abu Hurairah?" Saya menjawa, “Tidak." Beliau mengatakan, “Itu adalah setan. "

Dalam redaksi lain, “Aku pernah menangkap salah seoranga dari kalangan jin yang fakir, maka dia aku lepaskan. Kemudian dia kembali yang kedua dan ketiga. Saya katakan, “Bukankah engkau  telah berjanji tidak akan kembali? Saya tidak akan melepas kamu sampai saya bawa kamu kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam." Dia mengatakan, “Jangan anda lakukan, jika engkau melepaskan diriku, saya akan ajarkan kepadamu kalimat yang jika engkau baca tidak seorangpun dari jenis jin, baik yang kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, dapat mendekatimu." Saya katakan kepadanya, “Apakah kamu pasti akan melakukannya?" Dia menjawab, “Ya." Saya berkata, “Apa ayat itu?" Dia menjawab, "Allahu lailaha illa huwal hayyul Qoyyum…. Dia membaca ayat kursi hingga terakhir. Maka saya lepaskan dia dan dia pergi tidak pernah kembali lagi. Kemudian Abu hurairah menceritakan hal itu kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau sallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Bukankah engkau tahu, bahwa (ayat Kursi) memang seperti itu (keutamaannya)."

Telah diriwayatkan oleh Nasa’i dari Ahmad bin Muhammad bin Ubaidillah dari Syu’aib bin Harb dari Ismail bin Muslim dari Abu Al-Mutakil dari Abu Hurairah. Dan tadi telah ada dari Ubay bin Ka’b kejadian seperti ini juga. Ini ada tiga peristiwa.

Abu Ubaid berkata dalam kitab Al-Gharib, kami telah diberitahukan oleh Abu Muawiyah dari Abu Asyim Al-Qofi dari Sya’bi dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Seseorang keluar dan bertemu dengan jin. Lalu jin itu berkata, “Apakah kamu dapat bergulat denganku. Jika kamu dapat mengalahkanku, aku akan ajarkan kamu suatu ayat yang kalau kamu baca ketika masuk rumah, setan tidak akan masuk.' Kemudian dia berkelahi dan dapat mengalahkannya. Dia berkata, “Saya lihat kamu kecil lagi kurus. Kedua tanganmu seperti tangan anjing. Apakah kamu semua seperti ini  wahai jin atau kamu diantara mereka?" (jin) mengatakan, “Saya di antara mereka termasuk kurus. Maka bisa diulangi pertarungan. Kemudian bertarung lagi dan dikalahkan oleh manusia. Maka dia berkata, “Hendaklah engkau membaca ayat kursi. Tidaklah seseorang membacanya ketika masuk rumah, kecuai setan akan keluar. Dia punya suara buang angin seperti keledai." Dikatakan kepada Ibnu Mas’ud, “Apakah orang itu adalah Umar?" Beliau menjawab, “Siapa lagi yang dapat seperti itu kalau bukan Umar."

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa salalm bersabda,

سورة البقرة فيها آية سيدة آي القرآن لا تقرأ في بيت فيه شيطان إلا خرج منه: آية الكرسي

“Dalam surat Al-baqarah ada ayat-ayat utama dari ayat Al-Qur’an. Tidaklah engkau membacanya di dalam rumah, kecuali setan akan keluar. Itu adalah ayat Kursi.”

Begitu juga yang diriwayatkan dari jalan lain dari Zaidah dari Hakim bin Jubair kemudian mengatakan, “Sanadnya shahih. Dan belum dikeluarkan oleh keduanya. Demikian dikatakan.

Telah diriwayatkan oleh Tirmizi dari hadits Zaidah dengan redaksi, "Setiap sesuatu ada puncaknya. Dan puncak Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah. Di dalamnya ada ayat mulia yakni Al-Qur’an yaitu ayat kursi." Kemudian dia berkata, hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Hakim bin Jubair. Syu’bah telah memperbincangkannya dan melemahkannya. Saya berkata, “Bagitu juga Ahmad, Yahya bin Main dan selain dari kedua imam tersebut melemahkannya. Ibnu Mahdi meninggalkannya sementara As-Sa’di (dituduh) berbohong.

Dari Ibnu Umar dari Umar bin Khatab radhiallahu anhu, suatu ketika beliau  menemui orang-orang yang sedang menghadapi hidangan, lalu bertanya, “Siapa diantara kalian yang dapat memberitahukan kepadaku ayat yang paling agung di Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu mengatakan, “Saya yang akan menyampaikan, saya mendengar dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أعظم آية في القرآن "الله لا إله إلا هو الحي القيوم".

 “Ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an adalah ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul Qoyyum’.

Terkait dengan kandungannya, ada nama Allah yang agung. Imam Ahmad mengatakan, ‘Dari Asma’ binti Yazid bin Sakan berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaiahi wa sallam bersabda:

في هاتين الآيتين "الله لا إله إلا هو الحي القيوم" و "الم الله لا إله إلا هو الحي القيوم" إن فيهما اسم الله الأعظم

"Dalam dua ayat ini 'Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum' dan 'Alif laam miim, Allahu laa ilaaha illah huwal hayyul qayyum', pada keduanya ada nama Allah yang agung."

(HR. Abu Daud dari Musaddad dan Tirmizi dari Ali bin Khosyrram. Ibnu Majah dari Abu Bakar bin Abu Syaibah)

Ketiganya dari Isa bin Yunus dari Ubaidillah bin Abu Ziyad. Tirmizi mengomentari; Hasan shahih.

Dari Abu Umamah, dia nyatakan bersumber dari Nabi, “Nama Allah yang agung, apabila Dia diminta dengannya akan dikabulkan, ada di tiga (surat); Surat Al-Baqarah, Ali Imron dan Thaha.

Hisyam berkata, dia adalah Ibnu Amar Khatib Damaskus, "Adapun yang terdapat dalam surat  Al-Baqarah adalah, "الله لا إله إلا هو الحي القيوم", dan dalam surat Ali Imran adalah "الم الله لا إله إلا هو الحي القيوم" sedangkan dalam surat Thaha, adalah  "وعنت الوجوه للحي القيوم"..

Dari Abu Umamah, tentang keutamaan membacanya setelah shalat fardu, dia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ دبر كل صلاة مكتوبة آية الكرسي لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت.

“Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap setelah selesai fardhu, tidak ada yang dapat menghalanginya masuk surga kecuali dia meninggal dunia.”

(Diriwayatkan oleh Nasai di kitab Al-Yaum Wal Lailah dari Hasan bin  Basyar. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya dari hadits Muhammad bin Humair beliau dari Himsi, dia termasuk perawi Bukhari juga. Sanadnya sesuai syarat Bukhari)

Wallahua'lam .

Syekh Muhammad Shaleh Al-Munajjid