Sat 8 Muh 1436 - 1 November 2014
66571
Apakah Wanita Mustahadhah (keluar darah terus menerus) Harus Berpuasa?
Apakah Wanita mustahadhah (keluar darah terus menerus) harus Berpuasa?


Alhamdulillah.

Jika darah yang keluar tersebut dianggap oleh wanita yang mustahadhah terjadi pada masa haid, maka ia dianggap darah haid, dan berlaku baginya  hukum-hukum haid. Jika telah selesai masa haidnya, maka dia dianggap suci (walaupun masih mengeluarkan darah). Dia harus mandi, kemudian puasa dan shalat serta suaminya dibolehkan menggaulinya, meskipun darah terus keluar.

Dari Aisyah radhiallahu ’anha berkata: “Fatimah binti Hubaisy datang kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Wahai Rasulullah, saya wanita yang sedang istihadhah, apakah saya boleh meninggalkan shalat?’. Beliau sallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Jangan, sesungguhnya ia adalah darah kotor bukan darah haid. Kalau haid anda datang, tinggalkan shalat. Kalau haidnya selesai maka anda bersihkan darah kemudian shalat.” (HR. Bukhari, no. 226 dan Muslim, no. 333)

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-utsaimin rahimahullah berkata dalam menjelaskan arti ( إِنَّمَا ذَلك عِرْقٌ ) “Itu hanyalah kotor”. 

Hadits ini memberikan isyarat bahwa jika yang keluar adalah darah kotor –di antaranya darah yang keluar seteleh operasi- maka hal itu tidak dianggap sebagai darah haid. Dengan demikian tidak diharamkan baginya apa yang diharamkan saat haid. Dan wajib baginya menunaikan shalat dan puasa di siang hari Ramadan.”

Majmu  Fatawa Ibnu Utsaimin, 11 soal no. 226

Dari Aisyah radhiallahu anha sesungguhnya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam i’tikaf bersama  salah seorang istrinya yang sedang dalam kondisi istihadhah dan mengeluarkan darah. Terkadang dia menaruh penampung darah di bawahnya. (HR. Bukhari, no. 303)

Silahkan lihat soal Jawab no. 7501 dan 5595.

Wallahu’alam.

Soal Jawab Tentang Islam