Sat 17 Rmd 1436 - 4 July 2015
695
Menghatamkan Al Qur’an, Apakah Perlu Dirayakan ?
Seorang gadis telah menghatamkan membaca al Qur’an untuk yang pertama kalinya, dia ingin mengundang teman-teman perempuannya untuk merayakannya, maka apa yang sebaiknya tertulis di kartu undangannya ?


Alhamdulillah

Adalah merupakan perbuatan yang menakjubkan kalau ada seorang gadis yang seusia dia -11 tahun- telah menyelesaikan membaca kitabullah seluruhnya, dia tinggal di negara barat, di tengah-tengah masyarakat yang menyimpang, sebagaimana gadis tersebut menyembunyikan identitas namanya pada pertanyaan di atas, hal ini termasuk tanda-tanda keikhlasan insya Alloh. Kami berpendapat bahwa sebaiknya tidak diumumkan kecuali untuk memberikan motivasi kepada orang lain agar mampu mengurus diri sendiri, kalau saja hanya berupa undangan biasa yang diselenggarakan bersama kerabat anda atau dengan teman-teman perempuan anda dengan menyebutkan pengalaman anda dalam menghatamkan al Qur’an kepada para undangan, untuk memotivasi mereka bukan karena riya’ juga bukan sum’ah, disertai dengan penjelasan dari beberapa ibu-ibu seputar keagungan al Qur’an yang mulia, keutamaan membacanya dan adab seorang muslim berinteraksi dengan al Qur’an, demikian juga jika gadis tersebut mengundang teman-temannya pada sebuah acara dalam rangka syukur nikmat dan kebahagiaan karena telah menghatamkan al Qur’an, maka tidak apa-apa, dengan catatan hendaknya memperhatikan acaranya agar jangan sampai seperti perayaan.

Dari uraian di atas, menjadi jelas bahwa merayakan hatam al Qur’an karena hafal atau karena membacanya, dengan mengundang banyak orang, menyuguhkan makanan kepada mereka, dihawatirkan akan terjadi dua fitnah:

1.      Riya’, sum’ah, bangga diri dan tertipu diri sendiri.

2.      Terjerumus kepada bid’ah kalau diyakini bahwa perayaan tersebut menjadi bagian dari agama, dan bahwa semua yang menghatamkan al Qur’an disyari’atkan untuk melaksanakannya.

Untuk menghindari dari bencana pertama adalah dengan berusaha keras untuk bersikap ikhlas hanya untuk Alloh, dan cara untuk menghindari bencana kedua adalah undangan tidak perlu banyak-banyak, cukup beberapa saja dari keluarga dan kerabat, dan sebaiknya terkadang perlu juga meninggalkan pertemuan semacam itu agar tidak sangka menjadi sunnah. Semoga Alloh menambahkan keutamaan-Nya kepada anda dan memberikan karunia kuat hafalan dan keikhlasan baik pada perkataan maupun perbuatan.

Wallahu a’lam.

Syeikh Muhammad Sholeh al Munajjid