Wed 4 Saf 1436 - 26 November 2014
8186
Hukum Mengusap Kaos Kaki Bolong
Apakah boleh mengusap kaos kaki bolong?


Alhamdulillah

Pendapat yang benar dari sejumlah pendapat para ulama adalah dibolehkannya mengusap khuf atau kaos kaki yang bolong. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan keringanan untuk mengusap kaos kaki yang bolong dan tidak menetapkan syarat bahwa dia tidak boleh bolong atau robek. Apalagi khuf sebagian shahabat mestinya tidak lepas dari kondisi robek atau terkoyak. Seandainya perkara ini berpengaruh dalam masalah mengusap, niscaya Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan menjelaskan penjelasan umum tentang hal itu, sementara para ulama telah menetapkan kaidah, tidak boleh menunda penjelasan saat dibutuhkan.

Imam Sufyan Tsauri rahimahullah berkata, "Usaplah apa yang dipakai kakimu, bukankah khuf yang dipakai kaum Muhajirin dan Anshar umumrnya bolong, robek dan tambalan." (HR Abdurrazzaq dalam Al-Mushanaf, 1/194)

Syaikhul Islam rahimahullah berkata dalam Fatawanya (21/174)

Syaikhul Islam rahimahullah berkata dalam Al-Fatawa (21/174), "Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan secara mutlak perkara mengusap khuf, padahal dia tahu masalah tersebut kebiasaannya (bolong atau robek) kemudian dia tidak mensyaratkan agar khufnya tidak ada cacatnya, maka hendaknya perkara tersebut dipahami secara mutlak dan ucapannya tidak dibatasi kecuali dengan dalil syar'i. Maka kesimpulan ucapannya adalah bahwa semua khuf yang dipakai orang dari digunakan untuk berjalan, maka dia boleh diusap meskipun bolong tanpa dibatasi ukurannya. Karena membatasi ukurannya harus dengan dalil.

Ini merupakan mazhab Ishaq dan Ibnu Mubarak, Ibnu Uyainah dan Abu Tsaur.

Sedangkan Imam Syafii dan Ahmad berpendapat dapat pendapat mereka yang masyhur bahwa tidak dibolehkan mengusap khuf dan kaos kaki selama tampak sobek dan bolong di bagian anggota wudhu yang wajib.

Sedangkan Abu Hanifah dan Malik membedakan antara bolong yang kecil dan bolong yang besar.

Pendapat yang benar adalah pendapat pertama, yaitu dibolehkannya mengusap khuf dan kaos kaki yang dipakai di kaki dan dapat dipakai berjalan.

Dianggap sah juga mengusap khuf yang transparan hingga kulit kaki terlihat. Karena izin mengusap khuf bersifat umum dan tidak dibatasi dengan sesuatu. Maka berdasarkan hal itu, semua kaos kaki yang dipakai orang, dibolehkan mengusapnya, dan ini merupakan konsekwensi mereka yang membolehkan mengusap khuf yang bolong selama dia masih mungkin digunakan untuk berjalan.

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Kitab Al-Majmu, 1/502, bahwa jika seseorang mengenakan khuf dari kaca dan mungkin digunakan untuk berjalan, maka dibolehkan mengusapnya, walaupun tampaknya kulitnya."

Wallahua'lam.

Syekh Sulaiman bin Nashir Al-Ulwan