Fri 27 Saf 1436 - 19 December 2014
83393
Masuk WC Berdoa Walaupun Tidak Buang Hajat
Ketika masuk kamar mandi, saya membaca doa masuk dan keluar darinya. Begitu juga semua anggota keluargaku melakukan seperti itu. Apakah doa ini dibaca ketika kami masuk kamar mandi hanya sekedar menysisir rambut atau semacam itu? Terima kasih


Alhamdulillah.

Para ulama menetapkan bahwa sebab dianjurkan berlindung kepada Allah Ta'ala saat masuk WC adalah kembali kepada Allah Subhanahu agar terlindung dari setan-setan yang mendiami tempat-tempat najis dan tempat terbukanya aurat. Terdapat dalam hadits yang mulia menunjukkan hal demikian. 

Dari Zaid bin Arqam radhiallahu anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

  إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ (رواه أبو داود، رقم 6 وصححه الألباني في صحيح أبي داود)

"Sesungguhnya tempat buang hajat didiami setan, jika salah seorang di antara kalian masuk WC, aka ucapkanlah; A'uuzu billahi minal khubutis wal khabaits" (HR. Abu Daud, no. 6, dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam shahih Muslim) 

Disebutkan dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah, 4/10, "Al-Khattabi berkata, 'Dikhususkan tempat ini agar kita berlindung, dapat dilihat dari dua sisi; Pertama, karena tempat itu sepi, sedangkan para setan dengan takdir Allah diberikan kekuasaan di tempat sepi apa yang tidak diberikan kepada mereka di keramaian. Kedua; Tempat buang hajat adalah tempat yang kotor sehingga nama Allah disucikan dengan tidak disebutkan di tempat tersebut, maka setan akan memanfaatkan tidak adanya zikir karena zikir yang dapat mengusirnya. Karenanya diperintahkan untuk berdoa sebelum masuk WC agar menjadi pelindung dirinya dari godaan setan hingga dia keluar." 

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalamm kitab Asy-Syarhul Mumti, 1/83, "Manfaat minta perlindungan adalah bersandar kepada Allah Azza wa Jalla dari godaan setan laki dan perempuan, karena itu adalah tempat yang kotor, dan tempat kotor adalah tempat berdiamnya setan. Maka sangat cocok jika orang yang hendak masuk WC mengucapkan, "A'uuzu billah minal khubutsi wal khaba'its (aku berlindung kepada Allah dari alkhubuts dan alkhab'its) agar dirinya tidak tertimpa al-khubtsu, yaitu keburukan dan al-khaba'its yaitu jiwa-jiwa jahat."

Alasan ini seharusnya menuntut seorang muslim untuk selalu meminta perlindungan saat masuk WC, apakah tujuannya untuk buang hajat atau selainnya dari perkara-perkara yang biasanya dilakukan orang di dalam WC, seperti bersih-bersih atau lainnaya. Hal itu, agar seseorang terlindungi dirinya dari kejahatan setan."

Disebutkan dalam kitab Al-Mughni, 1/190. Imam Ahmad berkata, "Saat masuk WC hendaknya membaca A'uuz billahi minal khubutsi wal khaba'itsi. Apabila aku memasuki tempat wudhu, namun aku tidak membacanya, maka aku akan ditimpa keburukan."

Sebagian ahli fiqih menyebutkan hal yang menunjukkan hal tersebut. Disebutkan dalam Hasyiyah Nihayatul Muhtaj, kita dalam mazhab Syafii (1/142), "Seseorang masuk WC untuk membawa anaknya buang hajat, apakah disunahkan baginya mengucapkan doa untuk mewakili anaknya ataukah tidak disunahkan? Masalah ini perlu ditinjau lagi, akan tetapi kurang lebih hendaknya dia mengucapkan seperti itu."

Syekh Bin Baz rahimahullah pernah ditanya dalam Majmu Fatawa (10/29), apakah disyariatkan berdoa sekedar masuk WC ataukah hal itu khusus bagi orang yang hendak buang hajat?

Beliau menjawab bahwa disunahkan membaca doa saat masuk WC secara mutlak, tanpa dibatasi dikaitkan buang hajat. Begitupula berdoa saat keluar dari WC.

At-Tirmizi (no. 7) dan dia menyatakan hasan, dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata, "

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ قَالَ غُفْرَانَكَ .

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasanya jika keluar dari WC mengucapkan 'ghufraanaka'." 

Para ulama menyebutkan beberapa hikmah dianjurkannya membaca istighfar saat keluar dari WC, bahwa karena saat berada di WC dia meninggalkan zikir kepada Allah Ta'ala, seorang muslim, melihat hal itu sebagai kekurangan, maka karena itu dia membaca istighfar." (Lihat An-Nihayah Fi Gharibil Hadits, Ibnu Atsir (3/703)

Maka hikmah ini juga terdapat pada mereka yang masuk WC namun tidak buang hajat. Istighfar adalah kebiasan seorang muslim sehari-hari, maka tidak mengapa membacanya setelah dia keluar dari WC.

Perhatikan soal no. 26816.

Soal Jawab Tentang Islam