Thu 25 Shw 1435 - 21 August 2014
8796
APAKAH MENUNAIKAH HAJI DAHULU ATAU MENYELESAIKAN STUDINYA
Beberapa hari yang lalu saya membaca surat Ali Imran yang mana Allah mewajibkan haji kepada para laki-laki. Tahun ini, studiku akan berakhir di Amirika. Aku punya uang 2000 dolar Amerika. Meskipun begitu aku khawatir kalau aku gunakan sebagai ongkos haji, ibuku akan marah. Karena beliau tidak suka komitmenku dengan Islam. Dalam waktu yang sama, aku tidak tahu kalau masih ada kesempatan lain untuk dapat pergi haji. Sementara dana studiku dibiayai oleh pemerintah. Dan aku akan kembali untuk bekerja selam 5 tahun di pemerintahan. Saya tidak tahu, apakah mungkin aku memperoleh uang yang cukup untuk kedua kalinya agar dapat haji atau tidak. Pada sisi lain, kalau aku mampu menabung uang, aku akan membeli mobil agar ibuku menjadi kaya. Karena beliau yang telah mendidikku sejak umur 3 tahun ketika ayahku meninggal dunia. Sementara disana tidak ada kerabat yang baik.


Alhamdulillah

Haji adalah salah satu kewajiban dalam Islam. Salah satu rukunnya dan penyanggahnya. Orang yang mampu tidak diperbolehkan mengakhirkan tidak juga ragu-ragu dalam melaksanakannya. Tidak diperbolehkan taat kepada seorangpun dalam berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Allah berfirman,

ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العالمين (سورة آل عمران:  97)  

"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali Imran: 97)

Dan Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Islam dibangun di atas lima (rukun), Bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadan dan haji ke Baitullah."

Maka anda tidak dibolehkan (agar mendapatkan) keridhaan ibu anda dengan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Anda harus berbakti dan berbuat baik kepadanya akan tetapi bukan dengan bermaksiat. Barangsiapa yang mencari keredhaan manusia dengan kemurkaan Allah kepadanya, maka Allah akan murka kepadanya dan manusia juga akan murka.

Syekh Abdul Karim Al-Khudair