Sun 1 Saf 1436 - 23 November 2014
93747
Kalau Ketinggalan Awal Shalat Taraweh, Bagaimana Mengqhadanya
Kalau saya terlambat masuk masjid waktu shalat Isya, dan saya ketinggalan menunaikan shalat Isya secara berjama’ah, kemudian saya shalat seorang diri. Dan ketika saya menunaikan shalat Isya, saya terlambat mengikuti shalat Taraweh dan imam sudah shalat Taraweh dua rakaat, bagaimana saya menunaikan dua rakaaat ini? Apakah ditunaikan sendirian atau bagaimana?


Alhamdulillah

Pertama: Kalau anda ketinggalan shalat Isya dan ketika anda datang imam sedang menunaikan shalat Taraweh, yang lebih utama anda masuk ikut shalat di belakang imam dengan niat shalat Isya. Kalau imam salam, anda sempurnakan shalat anda. Jangan anda shalat seorang diri, jangan juga bergabung dengan jama’ah lain, agar tidak ditunaikan dua jama’ah dalam satu waktu, hal itu akan mengganggu dan terjadi kekacauan suara.

Kedua: Shalat Taraweh yang tertinggal, kalau anda ingin menunaikannya, maka anda genapkan shalat Witir bersama imam. Kemudian anda tunaikan shalat yang tertinggal, kemudian shalat witir. Makna menggenapkan witir bersama imam adalah anda jangan salam bersama imam dalam shalat witir, akan tetapi anda berdiri dan (menambah) satu rakaat kemudian salam.

Syekh IbnuUtsaimin rahimahullah pernah di tanya: “Kalau saya datang bergabung bersama jamaah yang sedang menunaikan shalat Taraweh, dan saya ketinggalan beberapa rakaat. Apakah saya mengqadha  yang ketinggalan setelah Witir atau apa yang seharusnya saya lakukan?

Jawab:

Beliau menjawab: “Jangan anda mengqadha yang ketinggalan setelah shalat Witir, akan tetapi jika anda ingin mengqadha yang ketinggalan, maka genapkan shalat witir bersama imam, kemudian anda shalat yang ketinggalan kemudian tunaikan shalat witir. Disini ada permasalahan yang (perlu) saya ingatkan, yaitu kalau anda datang sementara imam shalat Taraweh dan anda belum shalat Isya, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda shalat Isya seorang diri ataukah anda masuk shalat bersama imam dengan niat shalat Isya?

Jawabannya adalah masuklah anda menunaikan shalat bersama imam yang shalat Taraweh dengan niat shalat Isya. Kalau imam telah salam dari shalat Taraweh, berdirilah anda dan sempurnakan sisa rakaat shalat Isya.

Imam Ahmad rahimahullah dengan jelas mengatakan persis semacam ini. Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah memilihnya, dan ini adalah pendapat yang kuat (rajih). Karena pendapat yang kuat, bahwa dibolehkan (orang shalat fardu) mengikuti imam yang shalat sunnah. Dengan dalil hadits Muaz bin Jabal radhiallahu ‘anhu bahwa beliau shalat Isya bersama Rasulullah sallallahu ‘alahi wa sallam kemudian pulang ke kaumnya dan shalat menjadi imam bersama mereka (shalat Isya). Bagi beliau (shalat itu terhitung) nafilah (sunnah), sedang bagi kaumnya  terhitung faridhah (wajib).”

Al-Liqa As-Syahri.

Yang lebih utama anda mengqadha secara berjama’ah jika mudah. Kalau tidak mudah, tidak mengapa anda tunaikan qadha seorang diri.

Wallahu’alam.

Soal Jawab Tentang Islam