Thu 25 Shw 1435 - 21 August 2014
94974
MEMBIASAKAN ANAKNYA TIDAK MENGENAKAN CELANA DALAM
Saya memiliki anak berusia 4 tahun setengah. Saya mulai memperhatikan bahwa sang anak ini memasukkan tangannya ke dalam celananya. Ketika saya menegurnya, dia mengatakan bahwa dirinya merasakan sakit pada bagian tersebut, ternyata dia mengalami ereksi. Maka ketika itu saya membuka celana dalamnya dan hanya memakaikannya celana luar. Maka kini dia terbiasa berdiam di rumah tanpa celana dalam. Apakha hal ini keliru, atau apakah kondisinya akan kembali normal?


Alhamdulillah

Kami sangat bersyukur atas perhatian anda terhadap anak-anak anda. Ini perkara yang sering diabaikan oleh banyak orang tua. Padahal terdapat sejumlah perintah dalam Al-Quran dan sunah tentang wajibnya melindungi diri dan keluarga dari neraka dan wajibnya memberikan nasehat kepada mereka serta memperhatikan kondisi agamanya, seperti memerintahkannya untuk shalat serta memisahkan tempat tidur mereka satu sama lain.

Allah Ta'ala befirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ  (سورة التحريم: 6)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6) 

Dari Abdullah bin Umar dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  

"Semua kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin. Kepala negara adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang bapak pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang ibu pemimpin di rumah suaminya." (HR. Bukhari, no. 853, Muslim, 1829)

Dari Ma'qil bin Yasar, dia berkata, "Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ إِلَّا لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ  (رواه البخاري، رقم 6731)

"Tidaklah seorang hamba diberikan wewenang oleh Allah untuk mengurus orang-orang yang dipimpinnya, lalu mereka tidak memperhatikannya, kecuali mereka tidak akan mendapatkan wangi surga." (HR. Bukhari, no. 6731)


Perhatian anda terhadap gerak gerik anak anda menunjukkan bahaw anda sangat berupaya agar dia memiliki sifat-sifat kebaikan serta menjauhkannya dari sifat-sifat yang buruk. Ini adalah sikap yang baik. Mesikpun anak seusia anak anda -4 tahun- pada umumnya tidak memiliki keinginan seksual, akan tetapi ada sejumlah riset yang menunjukkan bahwa sebagian anak-anak berusia belum balig dapat memiliki keinginan seksual dengan cara menggerak-gerakkan alat vitalnya untuk meraih kenikmatan.

Sebagian pemerhati pendidikan menyimpulkan bahwa anak berusia sembilan tahun yang melakukan kebiasaan ini berjumlah 10%. Sebagian lagi menyimpulkan bahwa kebiasaan ini dapat dimulai sejak usia dua hingga enam tahun. (Lihat: Adnan Shaleh Baharits, Mas'uliyatul Abil Muslim fi Tarbiyatul Walad Fi Marhalati Thufulah, hal. 468)

"Banyak yang menyaksikan anak-anak seusia tersebut meletakkan salah satu tangannya di alat vitalnya tanpa dia sadari. Apabila dia diperingatkan maka  dia akan ingat dan mengangkat tangannya. Sebabnya adalah biasanya anak merasakan gatal atau radang di tempat tersebut akibat tindakan ibu yang berlebih-lebihan membersihkannya, atau boleh jadi akibat radang, yaitu lalai membersihkan kotoran yang keluar dari dua jalan yang terdapat pada tubuh anak.


Di antara sebab seorang anak suka memainkan alat vitalnya adalah diberikannya kesempatan baginya memainkan alat vitalnya dengan cara membiarkannya telanjang dalam waktu yang lama. Sehingga sang anak jadi melihat dan mempermainkannya. Seharusnya dia dibiasakan menutup auratnya sejak kecil dan mencegahnya telanjang.

Jika melihat tangan sang anak memegang kemaluannya, hendaknya perhatiannya dialihkan kepada yang lain, seperti dengan memberinya mainan, atau sepotong biskuit atau memeluk atau menciumnya. Tujuannya agar mengalihkannya dari kebiasaan tersebut dengan cara mudah tanpa kehebohan. Tidak selayaknya membentahknya atau berlaku kasar terhadapnya. Karena hal itu akan semakin menambahnya keinginan untuk mengetahui daerah tersebut dan mengetahui sebab pelarangan mempermainkannya.

Tidak mengapa menanyakan sang anak apakah dia merasakan gatal atau sakit di daerah tersebut sehingga dia terdorong menggarukkan tangannya.

(Sumber buku yang sama hal. 472)

Adapun perkara anak anda secara khusus, kami memandang hendaknya anda pastikan bahwa pakaian yang dia kenakan atau pada tubuhnya tidak terdapat problem yang menyebabkannya melakukan demikian. Upayakan mengenakannya pakaian dalam yang lebar dan jangan biarkan dia hanya memakai pakaian luar saja.

Kesimpulannya: Kami nasehatkan kepada setiap orang tua tentang pentingnya membiasakan anak-anak untuk menutup auratnya dan memiliki rasa malu serta tidak membiasakan mereka memakai pakaian pendek, baik terhadap anak laki-laki maupun perempuan. Hendaknya mereka dibiasakan memakai pakaian yang menutup aurat sejak kecil, sehingga mereka tumbuh dalam sikap menjaga diri dan mulia.

Syekh Muhamad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Telah diketahui bahwa seseorang sesuatu yang mempengaruhi seseorang di masa kecilnya, akan juga memberi pengaruh ketika dia sudah dewasa. Karena itu Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan agar kita memerintahkan anak-anak kecil untuk melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun dan memukul mereka saat mereka berusia sepuluh tahun. Maksudnya agar mereka terbiasa, dan anak kecil itu tergantung kebiasaannya."

(Al-Liqo Asy-Syahri, 66/soal no. 9)

Lihat jawaban soal no. 43485, 9909

Wallahu’alam.

Soal Jawab Tentang Islam