Fri 6 Saf 1436 - 28 November 2014
9519
Hakikat Iman Terhadap Kitab-Kitab Dan Makna Beriman Terhadap Kitab-Kitab
Apa hakikat beriman kepada kitab-kitab dan makna beriman terhadap kitab-kitab


Alhamdulillah 

Beriman terhadap kitab mengandung empat perkara;

Pertama: Membenarkan dengan sungguh-sungguh bahwa semua kita diturunkan oleh Allah dan bahwa Allah berbicara secara hakiki, di antaranya ada yang langsung terdengar darinya dari balik tabir tanpa perantara malaikat, di antaranya ada yang disampaikan utusan para malaikat kepada utusan manusia. Di antaranya ada yang ditulis Allah Ta’ala dengan tanganNya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,.

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلا وَحْياً أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (سورة الشورى: 51)

“Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (SQ. As-Syuro: 51)

Allah juga berfirman,

وكلم الله موسى تكليما  (سورة النساء: 164)

“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” (SQ. An-Nisaa’: 164)

Allah berfirman terkait dengan Kitab Taurat,

وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ  (سورة الأعراف: 145)

“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu.” 9SQ. Al-A’raf: 145)

Kedua: Apa yang Allah sebutkan dalam kitab-kitab tersebut secara terperinci, maka wajib diimani secara terperinci, yaitu kitab-kitab yang Allah namakan Alquran, yaitu; Alquran, Taurat, Injil, Zabur, lembaran Ibrahim dan Musa)

Adapun yang disebutkan secara global, maka harus kita Imani secara global. Maka kita mengatakan sebagaimana             Allah perintahkan kepada kita,

وقل آمنت بما أنزل الله من كتاب (سورة الشورى: 15)

“Dan Katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah.” (SQ. As-Suro:15)

Ketiga:

Membenarkan kabar-kabar yang shahih, seperti kabar yang terdapat dalam Alquran, atau berita yang belum dirubah dan diganti dalam kitab-kitab terdahulu.

Keempat:

Beriman bahwa Allah menurunkan Alquran sebagai hakim terhadap kitab-kitab dan pembenar terhadapnya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ (سورة المائدة: 48)

”Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu.” (SQ. Al-Maidah: 48).

Ahli tafsir berkata, “Muhaiminan” artinya yang dipercaya dan menjadi saksi atas kitab-kitab sebelumnya serta membenarkanya, maksudnya membenarkan apa yang ada di dalamnya yang shahih serta menafikan sesuatu yang telah dirubah diganti dan diselewengkan serta hukum yang telah dihapus padanya, atau menetapkan dan mensyariatkan hukum-hukum baru. Karena itu, semua yang berpegang teguh pada kitab-kitab terdahulu tunduk kepadanya, sebelum berlaku kitab sesudahnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُون . وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ (سورة القصص: 52-53)

“Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).” (SQ. Al-Qasas: 52-53)

- Yang diwajibkan bagi seluruh umat adalah mengikuti Alquran zahir maupun batin dan berpegangteguh kepadanya serta menunaikan haknya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وهذا كتاب أنزلناه مبارك فاتبعوه واتقوا  (سورة الأنعام: 155)

”Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (SQ. Al-An’am: 155)

Yang dimaksud dengan berpegang teguh dengan kitabNya serta menunaikan haknya adalah menghalalkan yang dihalalkan dan mengharamkan yang diharamkan di dalamnya serta tunnduk kepada perintah-perintahnya dan menjauh dari ancaman-ancamannya, mengambil pelajaran dari contoh-contoh kejadian dan kisah di dalamnya, mengetahui hukum-hukumnya yang jelas serta menyerahkan kepada Allah perkara-perkara yang masih samar serta tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditetapkan, membelanya dengan menghafalnya, membacanya dan mentadabburi ayat-ayatnya serta menghidupkannya di malam dan siang, memberikan nasehat dengan seluruh makna padanya dan berdakwah kepadanya berdasarkan petunjuk.

Iman seperti ini akan memberikan manfaat besar bagi seorang hamba, di antaranya yang terpenting;

1-      Mengatahui besarnya perhatian Allah terhadap hambaNya, karena Dia menurunkan kitabnya bagi setiap kaum agar mereka menjadikannya sebagai petunjuk.

2-      Mengetahui hikmah Allah Ta’ala dalam syariatnya karena di menurunkan syariat bagi setiap kaum apa yang sesuai dengan kondisi mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala, 

لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا

“Masing-masing Kami jadikan bagi kamu semua syareat dan manhaj.”

3-      Melaksanakan kewajiban bersyukur atas nikmat yang sangat besar ini.

4-      Pentingnya memelihara Alquran yang agung ini, dengan membacanya, merenunginya dan memahami makna-maknanya serta mengamalkannya.Wallahua’lam.

Lihatlah ‘A’lam As-Sunnah Al-Mansyurah’ hal. 90-93, ‘Syarh Al-Ushul Al-Tsalatsah’, Syekh Ibnu Utsaimin, hal. 91-92.

Syekh Muhammad Saleh Al-Munajjid