Alhamdulillah
Ya, dibolehkan
mengqadha puasa Ramadan yang lalu pada hari syak sehari atau dua hari
sebelum Ramadan.
Terdapat
riwayat shahih bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang puasa pada
hari syak dan beliau melarang berpuasa pada sehari dan dua hari sebelum
Ramadan. Akan tetapi, larangan tersebut berlaku jika hari itu bukan hari
yang menjadi kebiasaan seseorang berpuasa. Berdasarkan hadits Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam,
لا تَقَدَّمُوا
رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا
فَلْيَصُمْهُ (رواه البخاري، رقم 1914، ومسلم، رقم 1082)
"Jangan
dahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali
seseorang yang pada hari itu dia biasanya berpuasa. Maka berpuasalah pada
hari itu." (HR. Bukhari, no. 1914 dan Muslim, no. 1082)
Apabila
dibolehkan baginya puasa sunnah yang biasa dia lakukan, maka kebolehan puasa
qadha Ramadan lebih utama lagi, karena dia wajib, dan tidak boleh baginya
menunda mengqadha puasanya hingga setelah Ramadan berikutnya.
Imam Nawawi
rahimahullah berkata dalam kitab Al-Majmu' (6/399)
"Ulama di
kalangan mazhab kami berkata, 'Tidak sah berpuasa pada hari syak (meragukan)
sebelum Ramadan. Tapi jika dia berpuasa pada hari itu untuk membayar qadha,
atau nazar, atau kaffarat, maka semua puasa itu sah. Karena, kalau
diperbolehkan baginya berpuasa sunnah pada hari itu jika memiliki sebabnya,
maka puasa wajib lebih utama dibolehkan. Seperti waktu yang dilarang untuk
shalat. Demikian juga, apabila dia memiliki hutang puasa Ramadan lalu, maka
justeru diwajibkan baginya ketika itu, karena waktu pelaksanaan qadha puasa
baginya telah sempit.".