139631: Masing-masing Dari Dua Orang Yang Berserikat Mengeluarkan Zakat Bagiannya Dari Keuntungan Mudhorobah


Saya diberi 7000 riyal dari empat tahun jual beli yang halal, setiap tahun kami saling membagi keuntungan. Sekarang sampai 16.000 riyal dan kami belum mengeluarkan zakat pada empat tahun lalu. Saya harap gambarannya jelas. Mohon fatwanya semoga anda diberi pahala.

Published Date: 2016-03-15

Alhamdulillah

Pertama: zakat adalah pilar diantara pilar Islam. Termasuk kewajiban agama yang agung. Seharusnya bagi orang Islam bersegera menunaikannya setiap kali wajib atasnya. Tidak diperbolehkan meremehkan dalam pelaksanaannya. Dan tidak gugur meskipun telah berlalu. Meskipun telah berlalu beberapa tahun belum mengeluarkan zakat, maka itu termasuk hutang padanya. Dan wajib mengeluarkannya.

Nawawi rahimahullah dalam ‘Al-Majmu’, (5/302) mengatakan, “Kalau telah berlalu beberapa tahun dan belum mengeluarkan zakatnya, maka dia harus tetap mengeluarkan zakatnya untuk semuanya.” Selesai

Telah ada dalam ‘Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, (23/298): “Kalau ada pada orang yang sudah terkena kewajiban untuk zakat beberapa tahun dan belum dikeluarkan zakatnya sementara syarat wajib zakatnya telah terpenuhi, maka tidak gugur sedikitpun (zakatnya) menurut kesepakatan (para ulama’). Dan dia wajib menunaikan zakatnya untuk tahun-tahun lalu yang belum dikeluarkan zakatnya.” Selesai

Kedua:

Zakat diwajibkan pada barang perniagaan menurut mayoritas ulama’, dan telah ada penjelasan hal itu dalam jawaban soal no. 130487.  Cara menghitung zakat barang perniagaan adalah dinilai barang pada akhir haul kemudian dikeluarkan zakatnya 2,5%.

Ibnu Qudamah rahimahullah dalam ‘Mugni, (4/249) mengatakan, “Siapa yang memiliki barang untuk perdagangan, dan telah sampai haul (setahun) serta sudah sampai nisob, maka dinilai pada akhir haul. Kalau sudah sampai, dikeluarkan zakatnya empat sepersepuluh (2,5%) dari nilainya. Selesai

Para ulama’ Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta’ mengatakan, “Cara yang benar adalah menilai apa yang ada padanya dari barang dagangan ketika telah sempurna haulnya dengan nilai yang setara waktu wajib (zakat). Tanpa melihat harga waktu ketika membeli. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, (9/319).

Digabungkan laba dengan modal dan dikeluarkan zakat semuanya. Telah ada dalam ‘Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, (22/86): “Digabungkan keuntungan hasil dari barang perdagangan ditengah-tangah haul ke modal asalnya. Hal itu karena perhitungan zakat. Contohnya kalau sekiranya dia membeli barang di bulan Muharom dengan 200 dirham, kemudian nilainya menjadi 300 dirham sebelum akhir haul meskipun hanya sebentar, maka dikeluarkan zakat semuanya di akhir haul.” Selesai

Ini terkait dengan pemilik harta, menzakati modal disertai dengan keuntungan setiap tahun.

Sementara terkait dengan mudhorib (pekerja), kewajiban zakat untuk bagiannya dari keuntungan sebelum selesai di bagi –seperti gambaran dalam pertanyaan tadi- itu ada perbedaan dikalangan para ulama’. Yang dipilih oleh sekelompok ulama’ kami dari ulama’ kontemporer, adalah kewajiban zakat bagian dari keuntungan.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Bagian mudhorib (pekerja) ada perbedaan apakah diwajibkan zakat atau tidak? Yang kuat adalah kalau telah sempurna haul sementara belum dibagi, maka ada zakatnya. Karena ia adalah keuntungan dari harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Maka dia harus mengeluarkan zakatnya. Dan ini yang Nampak dari prilaku manusia semenjak zaman Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam sampai sekarang. Bahwa kalau diwajibkan mengeluarkan zakat pada harta, maka dikeluarkan juga dari keuntungannya.” Selesai ‘Syarkh Al-Kafi, 3/121).

Syekh Ibnu Jibrin rahimahullah ditanya, “Apakah diwajibkan zakat bagian mudhorib (pekerja) sebelum dibagi kalau ia sampai nisob?

Beliau menjawab, “Mudhorobah adalah anda memberikan kepada seseorang harta kamu untuk berdagang. Contohnya kalalu anda memberikannya 20.000 dan dia membeli barang-barang dan dia mendapatkan dari keuntungan separuhnya. Dia mengembalikan modal harta anda. Setelah setahun maka 20 ribu menjadi 30ribu dengan keuntungannya. Bagian pekerja 5.000. Bagian pemodal 5.000 dan modalnya 20.000. Apa yang dikeluarkan zakatnya? Semuanya dikeluarkan zakatnya. 30.000 sehingga zakatnya untuk semuanya. Dari keuntungan dan dari modal. Ini adalah gambaran dari mudhorobah dan gambaran mengeluarkan zakatnya.” Selesai (Fatawa Sykeh Ibnu Jibrin, (50/8).

Syekh Sholeh Al-Fauzan rahimahullah ditanya, “Saya mempunyai sejumlah uang. Saya taruh di temanku untuk dibuat berdagang. Siapa yang mengeluarkan zakat, apakah dia atau saya. Apakah saya mengeluarkan zakat dari modal dana saja ataukah keuntungannya juga.

Beliau menjawab, “Anda keluarkan zakat bagian dari keuntungan kalau sudah sampai nisob. Sementara pemilik modal, maka dia mengeluarkan zakat dan mengeluarkan zakat bagian dari keuntungan. Meskipun sedikit karena ia mengikuti modal dana.” Selesai

(Al-Muntaqa Min Fatawa Al-Fauzan, (87/1-2).

Dari sini, maka anda menghitung keuntungan yang digabungkan dengan modal dana setiap tahun. Kemudian pemilik modal mengeluarkan zakat modal dana dan bagian keuntungannya. Anda juga mengeluarkan zakat bagian dari keuntungan anda untuk tahun-tahun lalu.

Peringatan, haul barang perdagangan tidak dimulai menghitungnya dari pertama kali membeli barang untuk berdagang. Akan tetapi dimulai haul ini dari haulnya dana (uang) yang digunakan untuk membeli barang dagangan. Untuk penjelasan hal itu, silahkan melihat jawaban soal no. 32715.

Wallahua’lam .

Soal Jawab Tentang Islam
Create Comments