- .
- » .

47322: Apakah Mendoakan Kepada Temannya Yang Kresten Untuk Kesembuhan


Saya mempunyai teman kresten sangat saya cintai, dia termasuk orang kresten yang disanjung oleh Al-Quran. Sekarang dia sakit keras. Apakah dalam Islam diperbolehkan berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya?

Published Date: 2016-03-27

Alhamdulillah

Aqidah wala’ (loyalitas) dan Bara’ (lepas diri) termasuk pokok agama yang sangat kuat. Ikatan iman yang paling kuat. Sebagaimana keimanan itu bertambah dan berkurang, begitu juga realisasi manusia dalam pokok yang sangat agung ini bertambah dan berkurang.  Sementara menghancurkan pokok ini dalam hati seorang hamba dan meninggalkan apa yang seharusnya orang mukmin lakukan dari suatu amalan, maka ia termasuk menghancurkan semua keimanan dimana ia termasuk dibangun atas kecintaan kekasih Allah Taala. Dan membenci musuhNya. Yang menunjukkan pokok ini banyak ayat dari Kitabullah dan Hadits sunah Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Diantara hal itu adalah firman Allah taala:

( لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ) المجادلة/22

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”QS. Al-Mujadilah: 22.

Firman Allah lainnya:

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَاناً مُبِيناً ) النساء/144

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?.” QS. AN-Nisaa’: 144

Dan FirmanNya:

: ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ) المائدة/51

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” QS. Al-Maidah: 51

Serta FirmanNya:

( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآياتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ ) آل عمران/118

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” QS. Ali Imron: 118

Dari Aisyah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam keluar ke arah Badar. Ketika sampai di desa Wabrah mendapatkan seseorang diketahui mempunyai keberanian dan kuat. Sehingga para shahabat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bergembira ketika melihatnya. Ketika mendapatkannya dia mengatakan kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

جئت لأتبعك وأصيب معك ، قال له رسول الله صلى الله عليه وسلم : تؤمن بالله ورسوله ؟ قال : لا ، قال فارجع فلن أستعين بمشرك " رواه مسلم (1817

“Saya datang untuk mengikuti anda dan mendapatkan bersama anda. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya,”Apakah anda beriman kepada Allah dan RasulNya. Dia menjawab, “Tidak. Beliau bersabda, “Maka kembalilah, saya tidak akan meminta bantuan kepada orang musyrik.” HR. Muslim, 1817.

Bahkan para shahabat menuduh Malik bin Dahsyan dengan kemunafikan disebabkan banyak berteman dengan sebagian orang munafik serta berinteraksi dengannya. Sebagaimana ada ketetapan dalam shohehain (Bukhori, no. 415 dan Muslim, 33).

Apa yang disebutkan tadi dan lainnya yang banyak, menunjukan pengharaman memberikan loyalitas kepada orang kafir atau mencintai dan menjadikan mereka pemimpin. Loyalitas ini banyak bentuknya, diantaranya:  rela terhadap kekufurannya, berbaur dan dekat serta tenang bersama mereka dan menjadikan mereka sebagai teman dekat. Atau mencintainya, mendahulukannya dibanding dengan orang mukmin, dekat dengannya atau berhukum dengan undang-undang mereka dan bentuk lainnya. Silahkan melihat soal no. 2179.

Dari yang disebutkan tadi, anda mengetahui bahwa mencintai orang kafir sangat berbahaya sekali. Karena ia bertolak belakang pintu yang agung diantara pintu-pintu ketauhidan. Yaitu memberikan loyalitas kepada orang mukmin dan bara’ (berlepas diri ) dari orang musyrik.

Ungkapan anda bahwa orang kafir dari kalangan orang kresten yang disanjung Allah dalam kitabNya. Jawabannya adalah bahwa yang disanjung Allah dalam KitabNya mereka adalah kelompok tertentu mempunyai sifat tertentu. Allah telah jelaskan sifat-sifat ini setelah ayat penyanjungan kepada mereka langsung. Allah berfirman:

( لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى )

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” QS. AL-Maidah: 82

Kemudian dilanjutkan dengan firmanNya:

( ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَاناً وَأَنَّهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ * وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ* وَمَا لَنَا لا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ * فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ * وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ) المائدة/86

“Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad sallahu alaihi wa sallam). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?." Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.”QS. Al-Maidah: 82-86.

Kelanjutan ayat menjelaskan bahwa maksud mereka itu adalah orang yang beriman kepada Muhamad sallallahu alaihi wa sallam, terenyuh mendengarkan Quran dan dan dakwahnya.

Allamah Abdurrahman Sa’di dalam tafsir ayat ini mengatakan, “Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat kepada orang Islam, dan kekuasaan serta kecintaan mereka. Serta yang lebih jauh dari hal itu “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” Dua kelompok secara umum termasuk manusia yang paling keras permusuhannya kepada Islam dan umat Islam. Paling banyak usaha memberikan bahaya kepada (umat Islam). Hal itu karena mereka sangat benci, melampaui batas, dengki, membangkang dan kekufuran.

( وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى )

“Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” QS. AL-Maidah: 82

Dan Allah menyebutkan beberapa sebab diantaranya, bahwa diantara mereka ada pendeta dan rahib maksudnya para ulama yang zuhud dan ahli ibadah di gereja dalam kondisi beribadah. Ilmu dengan zuhud begitu juga beribadah termasuk dapat melunakkan hati dan menyentuhnya serta menghilangkan sifat acuh dan keras. Oleh karena itu tidak didapati dalam diri mereka (seperti) kekerasan  orang Yahudi dan kebengisan orang Musyrik.

Diantaranya, bahwa mereka tidak ada sifat kesombongan juga berlebihan dari merealisasikan kebenaran. Hal itu yang mengharuskan kedekatan dan kecintaan mereka dari umat Islam. Bahwa orang yang rendah diri (tawadu’) itu lebih dekat kepada kebaikan dibandingkan orang yang sombong.

Diantaranya, bahwa mereka ketika mendengar apa yang diturunkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berdampak pada hatinya dan khusyu’ terhadap apa yang diyakininya. Oleh Karena itu mereka beriman dan menetapkannya seraya berkata, “Wahai Tuhan kami, kami beriman dan tulislah kami bersama orang-orang yang bersaksi. Mereka umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menyaksikan ketauhidan Allah dan risalah RasulNya serta keabsahan apa yang dibawanya. Serta menyaksikan kepada umat-umat yang lalu dengan membenarkan dan mendustakan. Ayat ini turun kepada orang Nashroni yang beriman kepada Muhammad sallallahu alaihi wa sallam seperti Najasi dan orang-orang yang beriman diantara mereka. Begitu juga diantara mereka masih ada yang memilih agama Islam, dan jelas baginya kebatilan apa yang ada pada mereka. Mereka lebih dekat kepada Islam dibandingkan Yahudi dan orang Musyrik. (Tafsir Sa’di, 1/511).

Sementara doa untuk orang kafir itu banyak macamnya,

Pertama, mendoakan agar mendapatkan hidayah masuk Islam dan semisalnya. Ini diperbolehkan. Telah ada ketetapan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berdoa :

( اللهم أعز الإسلام بأحب هذين الرجلين إليك بأبي جهل أو بعمر بن الخطاب )  رواه الترمذي (3681) ، وصححه الألباني

“Ya Allah muliakan Islam dengan orang yang paling Engkai cintai dari dua orang lelaki ini, Abu Jahal atau Umar bin Khottob.” HR.Tirmizi, (3681) dinyatakan shoheh Albany.

Ini doa kepada salah satu dari keduanya untuk mendapatkan hidayah.

Kedua, mendoakan kepadanya ampunan dan semisalnya. Ini secara ijma’ diharamkan. Nawawi rahimahullam mengatakan, “Sementara shalat dan doa kepada orang kafir agar diampuni, maka ini haram dengan tegas di Quran dan Ijma’, (Al-Majmu’: 5/120).

Dalam ‘Tuhfatul Muhtaj dikatakan, “Diharamkan berdoa akhirat untuk orang kafir. Begitu juga bagi orang yang masih diragukan keislamannya meskipun kepada kedua orang tuanya.” (3/141).

Ketiga, mendoakan kepadanya agar sembuh dari penyakit dan sehat. Ini diperbolehkan karena ada kemaslahatan. Seperti harapan keislamanannya dan melunakkan hatinya. Yang menunjukkan hal itu adalah hadits seorang shahabat yang meruqyah pimpinan suatu kaum yang disengat kalajengking. Hal itu telah dijelaskan dalam soal no. 67144. Dan doa kesembuhan termasuk jenis ruqyah.

Bahkan anda diperbolehkan mengunjunginya waktu sakitnya ini. Seseorang ketika sakit, hatinya tersentuh dan lemah. Serta mudah menerima kebenaran. Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mempunyai anak Yahudi yang membantunya. Ketika sakit, Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengunjunginya. Duduk di sisi kepalanya dan mengatakan kepadanya, masuklah Islam. Dia melihat kepada ayahnya yang ada di sisinya. Kemudian ayahnya mengatakan, “Ikuti Abu Qosim (Nabi) sallallahu alaihi wa sallam. Kemudian masuk Islam dan Nabi sallallahu alaihi wa sallam keluar seraya mengatakan, “Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.” HR. Bukhori, (1356).

Ibnu Hajar mengatakan, “Dalam hadits diperbolehkan bantuan orang musyrik dan menjenguknya ketika sakit. Di dalamnya adalah perjanjian yang bagus.”.

Soal Jawab Tentang Islam
Create Comments