- Fiqih dan Usul Fiqih » » » » .

95743: Dalam Kondisi Junub Dan Shalat Sudah Mulai Ditunaikan, Apakah Ikut Shalat Atau Mandi Meskipun Terlewatkan Jamaahnya?


Kalau seseorang junub dan telah tiba waktu shalat, apakah pergi shalat di masjid atau dia wajib mandi dahulu kemudan setelah itu shalat?

Published Date: 2017-01-22

Alhamdulillah

Junub harus mandi agar dapat melakukan shalat, tidak sah shalatnya tanpa mandi berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا (سورة النساء : 4)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An-Nisaa: 43)

Dan sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ  (رواه مسلم، رقم 224)

“Tidak diterima shalat tanpa bersuci.” )HR. Muslim, no. 224)

Ini masalah telah menjadi kesepakan dikalangan para ulama.

Nawawi rahimahullah, “Umat Islam ijmak akan haramnya shalat bagi orang yang hadats. Mereka juga sepakat tidak sah, baik ia tahu hadatsnya atau tidak tahu atau lupa. Akan tetapi kalau shalat dalam kondisi tidak tahu atau lupa, dia tidak berdosa. Kalau dia mengetahui dengan hadats dan pengharaman shalat dengan adanya hadats, maka dia telah melanggar kemaksiatan besar dan dia tidak dihukumi kafir menurut kami kecuali kalau dia menghalalkan hal itu.

Abu Hanifah mengatakan, “Dihukumi kafir karena dia telah menghinanya. Dalil kami bahwa itu kemaksiatan seperti zina dan semisalnya. Hal itu kalau dia tidak mendatangkan pengganti dan tidak terpaksa shalat dalam kondisi hadats.” (Majmu, (2/78).

Junub harus mandi terlebih dahulu kemudian shalat, meskipun mandinya itu terlewatkan shalat jamaah. Silahkan merujuk soal no. 94311.

Wallahu a’lam .

Soal Jawab Tentang Islam
Create Comments