- » » .
- .

97448: Perincian Golongan Dalam Syiah


Kami sangat membutuhkan sekali pengetahuan tentang sisi perbedaan antara ahlus Sunnah dan Syiah. Mohon penjelasan aqidah mereka?

Published Date: 2015-11-30

Alhamdulillah

Syiah golongannya banyak sekali, di antaranya ada yang kafir menyembah Ali dan mengatakan ‘Wahai Ali’, menyembah Fatimah, Husain dan lainnya. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Jibril Alaihissalam telah berkhianat amanah. Bahwa kenabian seharusnya diberikan kepada Ali bukan kepada Muhammad. Di antara mereka ada golongan lainnya. Di antara mereka ada Imamiyah –mereka adalah Syiah dua belas-. Para hamba Ali mengatakan bahwa para imam mereka lebih utama dibandingkan para malaikat dan para Nabi.

Dan banyak golongan lainnya di antara mereka ada yang kafir dan di antara mereka ada yang tidak kafir. Yang paling ringan di antara mereka adalah orang yang mengatakan Ali lebih utama dibandingkan dengan tiga orang (Abu Bakar, Umar dan Utsman). Ini tidak kafir akan tetapi keliaru, karena Ali adalah diurutan keempat (dari sisi keutamaan), setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar dan Utsman mereka lebih mulia dibanding Ali. Kalau dia mengutamakan Ali atas tiga orang ini, maka dia salah dan menyalahi ijma para shahabat, akan tetapi dia tidak kafir. Mereka bertingkat-tingkat dan berbagai golongan. Siapa yang ingin mengetahui hal itu, hendaknya dia merujuk pada perkataan para ulama. Seperti kitab ‘Al-khutut Al-‘Aridhoh’ karangan Muhibbudin Al-Khotib, ‘Minhajus Sunnah’ Karangan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan buku-buku lain yang ditulis tentang hal itu. Seperti ‘Syiah dan Sunnah’ karangan Ihsan Ilahi Zahir. Dan kitab-kitab sejenis lainnya yang sangat banyak mengupas tentang berbagai macam kesalahan dan kejelekan mereka. Kami memohon keselamatan kepada Allah Taala.

Yang paling jelek adalah Imamiyah Istna ‘Asyariyah dan Nusairiyah. Dikatakan bahwa mereka adalah rafidhah (syiah) karena mereka menolak Zaid bin Ali ketika beliau menolak (rafadha) berlepas diri dari dua Syekh Abu Bakar dan Umar. Maka mereka menyelisihi dan menolaknya.

Setiap orang yang menganggap dirinya Islam, belum belum cukup dia dikatakan menjadi Islam. Harus dilihat pula keyakinannya. Siapa yang menyembah Allah saja, membenarkan Rasul-Nya. dan mengikuti apa yang datang, maka dia termasuk orang Islam. Adapun kalau dia hanya mengaku Islam, lalu dia beribadah kepada Fatimah, menyembah syekh Badawi, menyembah Alidrus dan lainnya, maka dia bukan orang Islam. Kami memohon kepada Allah keselamatan. Begitu juga kalau dia mencela agama atau meninggalkan shalat. Meskipun dia mengatakan dia orang Islam, maka dia bukan orang Islam. Atau mengejek agama atau mengejek shalat, zakat, puasa atau Muhammad sallallahu alaiahi wa sallam atau membohonginya. Atau mengatakan ‘Bodoh’ atau mengatakan ‘Beliau tidak menyempurnakan risalah dan tidak menyampaikan secara sempurna dan jelas (risalah). Mereka semua adalah kafir. Kami memohon keselamatan.” .

Majmu Fatawa Syekh Ibnu Baz, 28/257
Create Comments