Selasa 10 Rabi'uts Tsani 1440 - 18 Desember 2018
Indonesian

Makan Makanan Yang Khusus Dibuat Untuk Hari Asyura

Pertanyaan

Apakah dibolehkan makan makanan yang dimasak orang Syiah waktu Asyura? Perlu diketahui bahwa makanan ini untuk Allah akan tetapi pahala makanan untuk Husain radhiallahu anhu. Kemudian kalau saya tidak mengambil makanan atau menerimanya, hal itu dapat berakibat tidak baik bagiku. Karena saya di Iraq dan anda telah mengetahui bagaimana sikap mereka terhadap Ahlus Sunah wal Jamaah.

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Apa yang dilakukan Syiah pada hari Asyura dengan menampar, memukul, melukai kepala, menumpahkan    darah, memasak makanan, semua itu termasuk bid’ah yang dibuat-buat dan munkar. Sebagaimana telah dijelaskan dalam jawaban soal no. 9438 dan no. 4033. Tidak diperkenankan ikut serta dan membantunya. Karena hal itu termasuk saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.

Tidak dibolehkan makan dari makanan yang mereka suguhkan untuk bid’ah dan kesesatan.

Syeikh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, “Ini kemunkaran nyata dan bid’ah yang munkar. Harus ditinggalkan dan tidak boleh ikut serta di dalamnya dan tidak dibolehkan makan dari apa yang disuguhkan dari makanan.”

Beliau mengatakan, “Tidak boleh ikut serta di dalamnya, dan makan sembelihannya. Tidak boleh juga minum minumannya. Jika penyembelih bertujuan untuk selain Allah, seperti untuk kalangan ahli bait atau lainnya, hal itu termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah Ta’ala:

 قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (سورة الأنعام: 162-163)

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." QS. Al-An’am: 162-163.

Dan firman Allah Ta’ala:

 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ  (سورة الكوثر: 1-2)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 1-2)

(Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz, 8/320).

Akan tetapi kalau penolakan anda dalam menerima makanan itu berbahaya bagi anda, maka tidak mengapa anda ambil untuk menolak bahaya.

Wallahu a’lam .

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan