Thu 2 Jm1 1437 - 11 February 2016
12213
Tidak Jadi Berangkat Haji dan Umroh, Karena Berubah Fikiran
Jika seseorang terbesit dalam benaknya untuk berangkat umroh pada saat liburan, lalu ia urungkan keinginannya tersebut dan pergi ke tempat lain, bagaimana menurut anda?
Saya juga telah menyampaikan bahwa orang tersebut berngkat haji dan umroh ketika ada permintaan, dan telah tiba waktunya untuk berangkat. Namun pembahasan kemungkinan berangkat umroh saja tidak menunjukkan bahwa waktu berangkatnya telah tiba, bukankah demikian ?!. dan akhirnya ia tidak jadi berangkat.


Alhamdulillah

Adapun haji yang wajib, maka hendaknya ia mensegerakan berangkat, berdasarkan sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

" تعجلوا الحج ، فإن أحدكم لا يدري ما يعرض له "

“Bersegeralah berangkat haji; karena seorang dari kalian tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada masa mendatang”.

Juga perkataan Umar bin Khattab –radhiyallahu ‘anhu- :

من مات ولم يحج وله جدة فلا عليه أن يموت يهوديا أو نصرانيا

“Barang siapa yang meninggal dunia sedang ia belum melaksanakan ibadah haji, padahal ia dulu pernah memiliki kesempatan berangkat, maka hendaknya ia meninggal dunia sebagai orang yahudi atau nasrani”.

Adapun haji dan umroh yang sunnah, maka ia boleh merubah fikirannya untuk hal yang lain, ia tidak berdosa selama ia belum memulai haji atau umrohnya. Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman:

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ ﴿١٩٦﴾

“ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah”. (QS. Al Baqarah: 196)

Hendaknya ia menyesuaikan waktu berangkatnya, jika ia sudah berazam untuk berangkat, namun ternyata tidak jadi berangkat, maka tidak apa-apa.

Syeikh Ibrohim al Khudhairi