Sat 27 Shw 1435 - 23 August 2014
155621
Dianjurkan Doa Dalam Shalat Jenazah Setelah Takbir Keempat
Apakah dianjurkan berdoa untuk mayat setelah takbir keempat, karena sebagian imam berdiam lama setelah takbir keempat. Ketika ditanya sebab lambatnya, dia mengatakan berdoa untuk mayat. Apakah prilakunya ini benar?


Alhamdulillah

Masalah ini ahli ilmu rahimahumullah berbeda pendapat,

Terdapat dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, 16/128: “Kemudian takbir yang keempat dan tidak ada doa setelah (takbir) keempat. Dan ini yang Nampak dalam mazhab Hanafiyah dan Hanabilah. Dikatakan dalam mazhab Hanafiyah membaca (Rabban Atina Fiddunya hasanah .. dst) (yang lainnya) mengatakan (Rabban La tuzig qulubana.. dst). Pendapat lain mengatakan memilih antara diam dan berdoa. Sementara menurut Syafiiyyah dan Malikiyah, berdoa setelah takbir keempat.”

Pendapat dianjurkan berdoa setelah takbir keempat itu yang lebih mendekati kebenaran.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalil akan anjurannya maksudnya bagi yang mengatakan dianjurkannya adalah:

أن عبد الله بن أبي أوفى رضي الله عنهما كبر على جنازة بنت له فقام بعد التكبيرة الرابعة قدر ما بين التكبيرتين يستغفر لها ويدعو , ثم قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصنع هكذا.

Sesungguhnya Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu anhuma takbir untuk anak perempuannya. Setelah takbir yang keempat, beliau berdiri  seperti di antara dua takbir (sebelumnya) untuk memohonkan ampunan dan berdoa untuknya. Kemudian setelah itu beliau mengatakan, “Biasanya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam melaksanakan seperti ini.”

Dalam redaksi yang lain,

 كبر أربعاً فمكث ساعة حتى ظننا أنه سيكبر خمساً, ثم سلم عن يمينه وعن شماله, فلما انصرف قلنا له ، فقال : إني لا أزيدكم على ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يصنع, أو هكذا صنع رسول الله صلى الله عليه وسلم  (رواه الحاكم في المستدرك والبيهقي قال الحاكم : حديث صحيح)

 “Beliau takbir yang keempat dan berhenti lama sampai kami mengira akan takbir yang kelima. Kemudian salam ke kanan dan ke kiri. Ketika selesai kami katakan kepada beliau, kemudian beliau mengatakan, “Sesungguhnya saya tidak menambah apa yang saya lihat dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam lakukan. Atau beginilah yang dilakukan oleh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam.” (HR. Hakim dalam Al-Mustadrak. Baihaqi dan Hakim mengatakan, “Hadits shahih")

Syarh Al-Muhadzab, 5/199.

Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan, “Di dalamnya terdapat dalil dianjurkanya berdoa setelah takbir terakhir sebelum salam. Di dalamnya juga ada perbedaan dalam masalah ini. Yang terkuat adalah dianjurkan (berdoa) berdasarkan hadits ini.” (Nailul Authar, 4/80)

Ibnu Al-Qosim rahimahullah mengatakan, “Adapun doa, maka pendapat beliau (makksudnya Imam Ahmad) adalah berdoa setelah takbir keempat seperti takbir ketiga. Ini adalah pilihan Al-Majd dan lainnya. Sesuai dengan mayoritas ulama. Karena Ibnu Abi Aufa melakukannya, lalu beliau memberitahukan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam memerintahkan dan melakukannya. Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim serta dishahihkannya. Ahmad mengomentari, “(Hadits) ini yang paling  layak dari yang diriwayatkan. Tidak saya ketahui sesuatu yang bertentangan dengannya. Karena berdiri (antara takbir) pada jenazah seperti yang sebelumnya.” (Hasyiyah Ar-Raudhul Murbi, 3/91)

Syekh Al-Albany rahimahullah mengatakan, “Doa diantara takbir terakhir dan kemudian salam itu dianjurkan. Berdasarkan hadits Abu Ya’fur dari Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu’anhu kemudian menyebutkan haditsnya.” (Ahkamu Al-Janaiz, 1/126)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang mengatakan berdoa dengan apa yang mudah itu lebih utama dibandingkan hanya dengan diam. Karena shalat adalah ibadah tidak ada diam selamanya. Kecuali ada sebab seperti mendengarkan bacaan Imam dan semisalnya.” (As-Syarh Al-Mumti, 5/163)

Syekh Ibnu Jibrin rahimahullah mengatakan, “Kemudian bertakbir yang keempat. Apakah berdoa setelahnya atau tidak? Sebagian menyebutkan berdoa setelahnya. Terdapat pada sebagian hadits bahwa dia berhenti lama sampai mereka menyangka akan bertakbir yang kelima. Tidak diragukan lagi, menunggu lama, pasti ada doanya. Nawawi rahimahullah telah menyebutkan dalam Kitab Riyadus Shalihin bahwa dianjurkan setelah takbir keempat membaca:

 اللهم لا تحرمنا أجره، ولا تفتنا بعده، واغفر لنا وله

“Ya Allah, janganlah Engkau tolak kami pahalanya dan janganlah Engkau berikan fitnah setelahnya. Dan ampunilah kami dan dia.”

)Syarh Akhsorul-Mukhtashorot)

Wallahua'lam.

Soal Jawab Tentang Islam