Sat 1 Muh 1436 - 25 October 2014
157213
Ungkapan Takziyah Yang Terbaik
Apakah ketika bertakziyah ada ucapan tertentu yang disampaikan?


Alhamdulillah

Takziyah tujuannya adalah agar orang yang mendapat musibah (dapat) menahan dengan penuh kesabaran. Namun, tidak ada kata-kata khusus. Yang terbaik dalam bertakziyah adalah mengucapkan lafaz yang Rasulullah sallalahu’alaihi wa salam berikan saat takziyah.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Dalam takziyah tidak ada sesuatu (ucapan) yang tertentu.” (Al-Umm, 1/317)

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Kami tidak mengetahui dalam takziyah sesuatu (ucapan) tertentu.” (Al-Mughni, 2/212)

Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, “Tidak ada dalam (takziyah) ucapan tertentu. Bahkan seorang muslim dibolehkan memberi takziyah kepada saudaranya yang muslim dengan kata-kata yang tepat seperti mengucapkan

 أحسن الله عزاءك وجبر مصيبتك وغفر لميتك  

“Semoga Allah menghilangkan kesedihanmu, menghapus musibahmu, dan  mengampuni mayat dari kerabatmu."

Jika mayatnya muslim.” (Majmu’ Fatawa, 13/380)

Syekh Al-Albany rahimahullah mengatakan, “Dan memberikan ungkapan takziyah dalam persangkaan dapat menghiburnya, menahan kesedihan dan dapat menerima dengan penuh keredoan dan kesabaran. Yang baik adalah sesuai riwayat  dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam jika dia mengetahui dan mengingatnya. Kalau tidak, maka cukup dengan perkataan baik yang dapat mencapai tujuannya dan tidak bertentangan dengan agama.” (Ahkamu Al-Janaiz, 1/63)

Yang terbaik adalah memberikan takziyah kepada orang yang ditimpa musibah dengan apa yang diucapkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam kepada putrinya dengan mengatakan:

 إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ ، وَلَهُ مَا أَعْطَى ، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى ، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ  (رواه البخاري، رقم 1284، ومسلم، رقم  923)

“Sesungguhnya milik Allah apa yang diambil dan bagi-Nya apa yang diberikan. Segala sesuatu disisi-Nya ajal yang telah ditentukan. Maka bersabarlah dan berharap (pahala dari-Nya).” (HR. Bukhari, no. 1284 dan Muslim, no. 923)

Terdapat dalam kitab Al-Jauharah Al-Munirah, 1/110: “Perkataan takziyah adalah:

عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا

‘Semoga Allah memberikan pahala besar bagi anda, bagus dalam takziyah, memaafkan mayat anda, diberi kesabaran dan dicurahkan pahala kepada kami dan anda dengan penuh kesabaran. Yang lebih bagus dari itu adalah takziyah Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam kepada salah satu putrinya dikala salah satu putranya (cucunya) meninggal dunia. “Sesungguhnya milik Allah apa yang diambil dan bagi-Nya apa yang diberikan. Segala sesuatu disisi-Nya ajal yang telah ditentukan.”

Syekh Al-Albany rahimahullah mengatakan, “Ungkapan takziyah semacam ini meskipun juga berlaku bagi orang yang mendekati kematian, namun takziyah dengannya bagi orang yang telah meninggal dunia itu lebih utama dengan dalil nash. Oleh karena itu Nawawi rahimahullah mengomentari dalam kitab ‘Al-Azkar’ dan lainnya “Hadits ini adalah (ungkapan) takziyah yang paling bagus.” (Ahkamu Al-Janaiz, 1/164)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “(Ungkapan) takziyah yang terbaik adalah apa yang diucapkan takziyah oleh Nabi sallallahu’alaihi wa sallam kepada salah seorang putrinya kemudian beliau menyebutkan hadits tadi. Kemudian beliau melanjutkan, “Sementara apa yang telah dikenal oleh orang-orang dengan ucapan

 عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك

"Semoga Allah membesarkan pahala bagi anda, menghibur kesedihanmu dan memaafkan mayat seseorang darimu.”

Kata-kata ini pilihan dari sebagian ulama, akan tetapi apa yang ada dalam sunnah itu lebih utama dan lebih bagus.” (Majmu’ Fatawa, 17/339)

Wallahua'lam .

Soal Jawab Tentang Islam