Wed 28 DhH 1435 - 22 October 2014
93519
NASEHAT UNTUK ABG DAN BAGAIMANA MENCARI TEMAN
Bagaimana saya dapat menggabungkan antara keadaan diri saya sebagai gadis remaja masa kini dengan gadis yang diridhai keluarga serta disenangi semua pihak. Bagaimana juga saya dapat menghindari teman yang tidak saya sukai tapi saya tidak tahu bagaimana caranya.


Alhamdulillah

Ketahuilah bahwa sesungguhnya fase pubertas merupakan fase yang paling berbahaya yang dilalui seseorang. Karena ketika itu dia sedang mengalami perubahan secara biologis, akal, persaan, seksual. Dan setan sangat berupaya untuk menyesatkannya dalam fase ini dengan segala daya upaya yang dapat dilakukan. Karena itu, wajib bagi seorang remaja puber berhati-hati terhadap dirinya.

Berikut nasehat kami kepada mereka yang berada dalam fase ini;

Pertama,

Berusaha untuk melakukan ketaatan baik yang wajib maupun yang sunnah. Berusaha menjauhi dari yang haram, syubhat dan yang makruh. Diantara sarana-sarana yang dapat menyelematkan terjerumus dalam jeratan syetan dan menjauhkan seorang hamba dari kemaksiatan kepada Allah adalah:

- Hendaklah selalu merasa terawasi oleh Allah Ta'ala dan menghadirkan keagungan-Nya. Khususnya ketika sedang dalam keadaan sendiri.

Seorang penyair berkata,

إذا ما خلوت الدهر يوماً فلا تقل خلوت ولكن قل علي رقيب
ولا تحسبن الله يغفل ســاعـة ولا أن ما تخفي عليه يغيـب

"Jika engkau sedang sendiri, jangan katakan 'aku sedang menyendiri', akan tetapi katakan, 'Diriku ada yang mengawasi'.

Jangan engkau kira Allah lalai walau sesaat atau tidak tahu terhadap apa yang engkau sembunyikan.

Penyair yang lain berkata,

وإذا خلوت بريبة في ظلمة والنفس داعية إلى الطغيان
فاستحي من نظر الإله وقل لها إن الذي خلق الظلام يراني

Jika engkau menyendiri dalam sebuah di kegelapan, sedangkan hawa nafsu selalu mengajak pada pada kedurhakaan

Malulah dengan penglihatan Tuhan, katakan pada jiwa, sesungguhnya Pencipta kegelapan dapat melihat aku.

- Jangan turuti langkah-langkah setan.

Allah Ta'ala berfirman,

 ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ) النور/21

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar." (QS. An-Nur: 21)

Langkah-langkab setan ibarat rantai, jika kita menurutinya, maka dia tidak akan berhenti. Dan setiap langkah berikutnya lebih berat dari sebeumnya, kecuali jika seseorang lekas menyadari dengan meninggalkannya dan bertaubat.

- Bertaubat atas segala dosa.

Dosa pasti dialami setiap muslim, akan tetapi yang diwajibkan padanya adalah meninggalkannya segera dan bertaubat, bukan bersikeras terus menerus melakukannya.

Allah Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (سورة آل عمران: 135)

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 135)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ  (رواه ابن ماجة برقم 4251)

"Setiap Anak Adam sering berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat." (HR. Ibnu Majah, no. 4251)

Syekh Al-Albany menyatakan bahwa hadits ini hasan.

- Mengingat kematian dan perjumpaan dengan Allah.

Siapa yang menyadari bahwa kematian dapat datang tiba-tiba, dan bahwa dia akan berjumpa  dengan Allah saat akan ditanya tentang amalnya, maka dirinya akan takut berbuat dosa.

- Selalu kembali kepada Allah dengan berdoa semoga dirinya diberi taufiq untuk melakukan ketaatan dan meninggalkan kemunkaran. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang berdoa kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman,

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُم يَرْشُدُونَ (سورة البقرة: 186)

 

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Kedua:

Upayakan bergaul dengan orang-orang saleh dan jauhi pergaulan yang buruk. Karena seorang teman itu cenderung menarik temannya. Sebagaimana dikatakan,

عن المرء لا تسأل وسل عن قرينه فكل قرين بالمقارن يقتدي.

Tentang seseorang jangan tanya (siapa dia), tapi tanyalah siapa temannya, maka setiap teman akan mengikuti orang yang dia temani."

Ketiga:

Hendaknya anda menyibukkan waktu-waktu anda dengan sesuatu yang bermanfaat dalam urusan agama dan dunia. Hati-hati dengan waktu kosong, padanya terdapat bahaya yang besar dalam fase ini.

Keempat:

Jika engkau ingin mendapatkan simpati orang lain, maka berlaku baiklah kepada mereka dan perbaiki akhlakmu. Tolong menolonglah bersama mereka dan penuhilah kebutuhan mereka. Dengan hal itu engkau akan dapat meraih simpati mereka.

Bukankah anda mengetahui perkataan seorang penyair,

أحسن إلى الناس تستعبد قلوبهُمُ * فطالما استعبد الإنسانَ إحسانُ

Berbuat baiklah kepada orang lain, niscaya engkau dapat memikat hati mereka

Manusia selalu akan tertawan hatinya dengan perbuatan baik.

Diantara kata bijak dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu adalah


اُمنُنْ على من شئت تكن أميره ، واحتج إلى من شئت تكن أسيره ، واستغن عمن شئت تكن نظيره

"Berbuat baiklah kepada orang yang engkau suka, maka engkau akan menjadi pemimpinnya, dan butuhlah kepada orang yang engkau suka, maka engkau akan menjadi tawanannya. Merasa cukuplah dari orang yang engkau kehendaki, maka engkau akan menjadi mitranya."

Akan tetapi kami akan sampaikan kepadamu ucapan pamungkas untuk memikat hati manusia dan meraih cintanya. Allah Ta'ala berfirman,


( إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا (سورة مريم: 96)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96)

Qatadah rahimahullah berkata tentang tafsir dalam ayat ini, "Demi Allah, di hati orang-orang beriman. Diriwayatkan kepada kami Haram bin Hayyan berkata, 'Tidaklah seorang hamba menghadap Allah dengan hatinya, kecuali Allah akan mengalihkan hati orang-orang beriman kepadanya, sehingga dia diberi karunia berupa kecintaan dan kasih sayang mereka (terhadapnya)." (Tafsir Ath-Thabari, 18/266)

Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ ؛ قَالَ : فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، قَالَ : ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ !! وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ ، قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ : إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ ، قَالَ فَيُبْغِضُونَهُ ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ !!  (رواه البخاري، رقم 7485 ومسلم، رقم 2637)

"Sesungguhnya, jika Alah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berkata, "Sungguh, aku mencintai si fulan, maka hendaklah engkau mencintainya. Maka Jibril mencintainya, dan dia menyeru kepada penduduk langit dan berkata, "Sesungguhnya Allah mencintai fulan, hendaklah kalian mencintainya." Maka penduduk langitpun mencintainya. Kemudian ditetapkan baginya penerimaan di muka bumi. Adapun jika Dia membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata kepadanya, "Sungguh aku membenci fulan, maka hendaklah engkau membencinya. Maka Jibril membencinya, kemudian memanggil penduduk langit, "Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka hendaklah kalian membencinya. Maka merekapun membencinya. Maka ditetapkan baginya kebencian di muka bumi." (HR. Bukhari, no. 7485, Muslim, no. 2637)

Perhatikanlah wahai hamba Allah, bahwa memikat hati manusia dan meraih cinta mereka bukanlah kemampuan kita dan orang selain kita. Akan tetapi hal itu berada di tangan Allah Subhaanahu wa ta'ala. Dialah yang menyatukan hati manusia, Dia pula yang menjauhkannya satu sama lain, Dia yang Memberi dan Dia yang Mencegah, Dia yang menaikkan dan Dia yang menurunkan. Semua itu merupakan pertanda rububiyah Allah Ta'ala terhadap makhluknya.

Adapun bagaimana meraih cinta Allah Ta'ala, maka ini merupakan tuntutan bagi setiap hamba beriman. Itu merupakan tujuan agung yang hanya dapat ditempuh dengan satu jalan, yaitu taat dan mengikuti sunah Nabinya. Allah Ta'ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ  (سورة آل عمران:31)

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31)

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ   (رواه البخاري، رقم 6502)

"Sesungguhnya Allah berfirman, 'Siapa yang memusuhi waliku, maka Aku umumkan peperangan terhadapnya. Tidak ada yang lebih Aku cintai dari ibadah yang dilakukan Hamba-Ku selain apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan jika hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan perkara-perkara sunah, niscaya Aku akan mencintainya. Jika aku telah mencintainya, maka Aku (memelihara) pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Aku (memelihara) penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat dan Aku (memelihara) tangannya yang dia gunakan untuk memukul, Aku (memelihara) kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia bertanya kepadaku, niscaya akan aku akan penuhi, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku niscaya akan Aku  lindungi. Tidak ada sesuatu yang aku ragu melakukannya selain terhadap orang beriman yang membenci kematian sedangkan Aku tidak ingin menyakitinya." (HR. Bukhari, no. 6502)

Adapun jika setelah itu ada sekelompok orang yang-orang yang suka menebarkan kerusakan dan kemungkaran di tengah orang-orang beriman dan mereka menghendaki keburukan bagimu dan memintamu mengikuti jalan mereka, lalu mereka merasa kesal karena anda selalu berada di jalan Allah dan berusaha untuk tetap melaksanakan ketaatan dan cabang-cabang keimanan, maka anda tidak perlu ambil pusing dengan permusuhan mereka, wahai hamba Allah. Terulah berjalan di jalan anda yang lurus dan jadilah hamba-hamba-Nya yang saleh.


إِذا رَضِيَتْ عَنِّي كِرامُ عَشيرَتي فَلا زالَ غَضْباناً عَلَيَّ لِئامُها

Jika orang-orang mulia dari kaumku ridha kepadaku, maka orang-orang tercela dari mereka selalu memusuhiku

Kami tekankan disini kepada mereka tentang pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua. Maka adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan perlakukan baik dan orang yang paling berhak untuk diraih hatinya. Dalam hal ini harus dihadirkan kesabaran. Kadang orang tua memandang anda masih kecil, karena walaupun anda sudah besar, namun di mata kedua orang tua anda masih kecil. Kemudian, keduanya memiliki hak sebagai pemimpin, juga hak merawat dan mendidik anda. Keduanya telah diserahkan amanah terhadap anda dan bertanggung jawab di dunia dan akhirat untuk memberikan pendidikan akhlak kepadanya, memelihara hukum-hukum agama dan menghormati tata krama masyarakat serta adat istiadat mereka selama tidak bertentangan dengan syariat Allah. Hal ini sering bertentangan dengan hawa nafsu anak usia puber, sehingga anda mengalami perasaan seperti yang anda sampaikan dan menganggap bahwa diri anda mengalami problem. Maksud saya adalah menggabungkan antara perasaan anda sebagai anak usia puber yang selalu ingin memenuhi harapan dan emosinya dengan kewajiban anda untuk menjaga akhlak dan menjaga hak kepemimpinan dan pendidikan yang dilimpahkan kepada kedua orang tua anda.

Dengan demikian, anda telah mengetahui jawabannya. Apabila sang teman tersebut termasuk orang-orang yang baik, maka jagalah pertemenan tersebut. Berusahalah agar mendapatkan cintanya dan selalu bergaul dengannya. Tapi jika teman tersebut termasuk orang-orang yang rusak, maka hendaklah anda menghindar dan menjauh darinya, akhirnya dia pun akan menjauh dari anda.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّأُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ   (سورة النور: 26)

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)." (QS. An-Nur: 26)

Wallahua'lam .

Soal Jawab Tentang Islam