Donasi untuk situs islamqa.info

Kami memohon donasi dengan suka rela untuk mendukung situs ini, agar situs anda -islamqa.info – berkelanjutan dalam melayani Islam dan umat Islam insyaallah

Apa Yang Dilakukan Oleh Wanita Haid Pada Saat Terjadi Gerhana ?

13-07-2023

Pertanyaan 228904

Saya seorang wanita, apa yang harus saya perbuat jika shalat gerhana telah tiba sedangkan saya mempunyai udzur syar’i?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Pertama:

Yang disyariatkan pada saat terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan, hendaknya seorang muslim menghadirkan rasa takut dan segera bertaqarrub kepada Allah dengan shalat, zikir, berdoa, istighfar, bersedekah dan amal saleh lainnya.

Dari Abu Mas’ud Al Anshari –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا ، فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ (رواه البخاري، رقم1041 ، ومسلم، رقم 911 واللفظ له)

“Sungguh matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, Allah menakut-nakuti hamba-Nya dengan keduanya, dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang dari manusia, maka jika kalian telah melihat salah satunya, maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah, sampai tersingkaplah apa yang terjadi kepada kalian”. (HR. Bukhari, no. 1041 dan Muslim, no. 911, redaksi di atas berasal dari riwayat Muslim)

Bukhari (1059) dan Muslim (2156) telah meriwayatkan dari Abu Musa –radhiyallahu ‘anhu- berkata:

خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ ، فَأَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ ، وَقَالَ : ( هَذِهِ الآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ ، وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ ، فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ.

“Matahari mengalami gerhana, lalu Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- berdiri, beliau  merasa takut dan khawatir akan terjadi kiamat, lalu beliau mendatangi masjid dan shalat dengan berdiri lama, ruku dan sujud dengan lama lebih lama dari apa yang pernah aku lihat. Kemudian beliau bersabda: “Tanda-tanda kebesaran Allah ini diperlihatkan bukan karena kematian seseorang atau karena lahirnya seseorang, akan tetapi Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Jika kalian melihat hal tersebut, maka hadirkanlah rasa takut dan segera berzikir kepada-Nya, berdoa dan beristighfar kepada-Nya”.

Ibnu Batthal –rahimahullah- berkata:

Sabda beliau: “Maka takutlah dan bersegeralah untuk berzikir kepada Allah, berdoa dan beristighfar kepada-Nya”. Telah disebutkan oleh Bukhari pada bab zikir saat gerhana, beliau berkata: “Maka Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- telah menyuruh untuk berdoa pada saat terjadi keduanya, beristighfar, sebagaimana beliau juga menyuruh untuk shalat.

Maka hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tuntutan shalat secara khusus pada saat terjadi gerhana, akan tetapi saya ingin dari mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dari mulai shalat, berdoa, istighfar dan yang lainnya”. Selesai. (Syarah Shahih Bukhari karya Ibnu Batthal: 3/32)

Dan seorang wanita dalam hal ini seperti laki-laki, karena keumuman nash-nash yang ada, maka disyariatkan baginya apa yang disyariatkan bagi  laki-laki, berupa shalat, doa, istighfar, shadaqah, dan yang lainnya.

Maka jika seorang wanita sedang ada halangan syar’i untuk shalat, maka dia masih tetap dapat mengerjakan amal ibadah pada moment ini dengan berdoa, shodaqah, beristighfar, berzikir dan amalan lainnya yang untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Untuk faedah bisa melihat jawaban soal nomor: 26753

Wallahu a’lam

haid dan nifas salat gerhana
tampilan di situs islamqa.info