Donasi untuk situs islamqa.info

Kami memohon donasi dengan suka rela untuk mendukung situs ini, agar situs anda -islamqa.info – berkelanjutan dalam melayani Islam dan umat Islam insyaallah

Menangis Sendirian Takut Dari Pertanyaan Allah Kepadanya Tentang Kondisi Umat Islam

08-09-2020

Pertanyaan 260496

Kadangkala saya menyendiri di kamar atas, dan saya mendengarkan salah satu kaset syekh yang menyentuh hati. Ketika itu saya menangis keras (memikirkan) kondisi umat Islam sekarang takut kepada Allah Ta’ala. Pertanyaanku adalah apakah saya termasuk orang yang dinaungi Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Pertama:

Kami senang sekali pertanyaan semacam ini yang sampai ke kita dari kalangan pemula dari para pemuda. Diantara orang-orang masih ada yang baik dan dalam umat ini masih ada yang baik. Kita memohon kepada Allah agar kita dinaungi dengan naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Kedua:

Benar diantara kegentingan di hari kiamat, bahwa orang-orang di padang mahsar dalam kondisi sangat panas. Dari Sulaim bin Amir kami diberitahukan oleh Miqdad bin Aswas berkata saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallaml bersabda:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ، حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ.

قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ: فَوَاللهِ! مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ؟ أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ، أَمِ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ.

قَالَ: فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا.

قَالَ: وَأَشَارَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ

رواه مسلم (2864).

“Matahari didekatkan pada hari kiamat kepada semua makhluk. Sampai diantara mereka seperti satu mil. Sulaim bin Amir mengatakan, “Demi Allah, saya belum mengetahui makna mil apakah ukuran jauhnya tanah atau mil yang digunakan celak mata. Berkata, “Maka manusia tenggelam sesuai dengan kadar amalannya. Diantara mereka ada yang sampai mata kaki, diantara ada yang sampai betis, ada yang sampai di tengorokan dan diantara mereka ada yang tenggelam semua badannya. Berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memberi isyarat dengan tangannya sampai di mulutnya.” HR. Muslim, 2864.

Dalam kegelisahan sangat, Allah memulyakan sekelompok hamba-Nya, maka dia dinaungi dari panas terik dengan naungan arsy. Diantaranya orang yang menangis karena takut kepada Allah jauh dari pandangan orang.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:   سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

رواه البخاري (660) ومسلم (1031).

“Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh (golongan) Allah akan menaungi dalam naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Imam adil, pemuda yang tumbuh dalam beribdah kepada Tuhannya. Seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah. seseorang yang diajak oleh wanita pejabat nan cantik, dia menjawab, “Saya takut kepada Allah. seseorang bersedakah disembunyikan sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya. Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian dan mengucurkan air matanya. “HR. Bukhori, (660) dan Muslim, (1031).

Hafid Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Ungkapan ‘Mengingat Allah’ maksudnya dengan hatinya dengan bertafakur. Atau dengan lisannya dengan zikir. Kata ‘Kholiyan’ dari kata khuluw yaitu tempat yang sepi karena hal itu lebih menjauhi sifat riya’. Ungkapan ‘Meneteskan air kedua matanya’ maksudnya mengeluarkan air dari kedua matanya.

Qurtubi mengatakan, “Cucuran air mata sesuai dengan kondisi orang yang mengingatnya. Sesuai dengan apa yang tersingkap baginya. Dalam kondisi mensifati jalal (kebesaran), maka tangisannya karena takut kepada Allah. dan dalam mensifati (Allah) dengan keindahan, maka tangisannya adalah kerinduan kepada-Nya.

Saya mengatakan, “Sebagian riwayat mengkhususkan pada yang pertama. Dalam riwayat Hammad bin Zaid dalam Jauzaqi (Maka mencucurkan kedua matanya karena takut kepada Allah). riwayat semisalnya ada dalam riwayat Baihaqi. Dikuatkan dengan apa yang diriwayatkan oleh Hakim dari hadits Anas sampai kepada Nabi (Marfu’an). ‘Karena mengingat Allah, maka mencucurkan kedua matanya karena takut kepada Allah sampai air matanya membasai tanah. Maka dia tidak akan disiksa pada hari kiamat.” Selesai dari ‘Fathul Bari, (2/147).

Telah ada keutamaan menangis karena takut kepada Allah ta’ala bahwa pelakunya tidak diazab di neraka.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:   لَا يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ، وَلَا يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ

رواه الترمذي (1633) وقال هذا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ " وصححه الألباني في "صحيح سنن الترمذي" (2 / 227).

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai susu kembali ke putingnya. Dan tidak akan berkumpul debu di jalan Allah dengan asab neraka Jahanam.” HR. Tirmizi, (1633) dan mengatakan hadits ini hasan Shoheh. Dinyatakan shoheh oleh Albani di shoheh Sunan Tirmizi, (2/227).

Dari Ibnu Abbas berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

  عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عين بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

رواه الترمذي (1639) وصححه الألباني في " صحيح سنن الترمذي" (2 / 230

“Dua mata yang tidak disentuh api neraka. Mata yang manangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena menjaga di jalan Allah.” HR. Tirmizi, (1639) dinyatakan shoheh Albany di ‘Shoheh Sunan Tirmizi, (2/230).

Ketiga:

Siapa yang mengingat –sementara dia dalam kesendirian- hari perhitungan Allah kepada hamba-Nya pada hari kiamat dan takut akan gentingnya hari itu. Sehingga kedua matanya menangis. Maka dia mendapatkan janji dinaungi Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya dan dijanjikan selamat dari neraka.

Allah ketika menjanjikan sesuatu tidak akan mengingkarinya akan tetapi untuk merealisasikan janji ini, maka ada dua syarat yaitu ikhlas dan mutabaah (mengikuti) sunah.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Nash-nash yang mencakup janji kepada seseorang dengan syarat amalannya ikhlas karena Allah dan sesuai dengan sunah. Karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam dikatakan kepada beliau ‘Seseorang berjuang dengan keberanian. Berjuang karena membela kabilah. Berjuang agar diberi gelar. Manakah diantara mereka yang di jalan Allah? maka beliau bersabda “Siapa yang berjuang agar kalimat Allah itu tinggi maka dia di jalan Allah.” Selesai dari ‘Majmu Fatawa, (27/474).

Bagi orang muslim hendaknya mengevaluasi dirinya dan dia yang lebih mengetahui dibandingkan orang lain. Kemudian dilihat apakah dia telah merealisasikan dua syarat ini? Lihatlah apakah dia merealisasikan keikhlasan dalam tangisan ini ? apakah dia jujur? Alangkah indahnya orang yang dapat melakukan  hal itu. Agar memeriksa kondisi dan amalannya setelah tangisan itu. Agar dapat menunjukkan dari amalan baik ini untuk melakukan suatu amalan yang dapat menyelematkan  dari yang ditakutkan dari siksaan Allah Ta’ala.

Siapa yang takut ditanya akan kondisi umatnya. Maka selayaknya dia bersegera memberi kontribusi untuk perbaikan umatnya dengan mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Melakukan perbuatan yang bermanfaat. Agar umatnya dapat mengambil manfaat dan memberi kontribusi dalam kekuatannya. Berusaha semaksimal mungkin mengetuk pintu-pintu kebaikan dan kemanfaatan yang endingnya untuk perbaikan kondisi umat. Tidak cukup hanya sekedar menangis. Dia mampu melakukan suatu amalan yang bermanfaat.

Nasehat untuk anda wahai penanya yang mulya. Hendaknya anda menjaga ibadah yang agung ini. Menyendir antara anda dengan Tuhan anda. menangis atas kesalahan anda. menangis karena takut kepada Tuhan anda. menangis karena rindu bertemu dengan-Nya. Menangis karena sedih akan kondisi umat anda. dalam hal itu ada banyak kebaikan, posisi yang tinggi. Hendaknya anda menjaga tetap istiqamah dan konsisten di atasnya. Perbanyak berdoa kepada Allah agar mendapatkan hidayah dan taufik.

Menjaga untuk mencari ilmu agama. Maka hafalkan Al-Qur’an, hadits-hadits Rasulullah sallallahu alahi wa sallam. Bersemangat dalam kelas dan mengulangi pelajaran. Semoga Allah memberikan manfaat bagi anda untuk umat Islam. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan anda sebagai petunjuk yang menunjukkan jalan (lurus), termasuk orang sholeh dan muslih (memberi kontribusi kebaikan).

Wallahu a’lam .

Mencintai Allah Keutamaan Amalan-amalan
tampilan di situs islamqa.info