Mon 2 Saf 1436 - 24 November 2014
10174
Penyebutan “Karramallahu Wajhahu” (Semoga Allah Memuliakan Wajahnya)
Saya mengetahui bahwa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib –radhiyallahu ‘anhu- termasuk pembesar para sahabat, dan Kholifah ke empat dari Khulafa’ Rasyidin, tidak pernah sujud kepada patung, atas dasar itulah ketika namanya disebut kami menyebutnya dengan: “Karramallahu Wajhahu”.
Pertanyaannya adalah: “Siapa yang pertama kali menggunakan kalimat: “Karramallahu Wajhahu” ketika penyebutan nama Ali bin Abi Thalib ?


Alhamdulillah

Nampaknya yang pertama kali menggunakan kalimat “Karramallahu Wajhahu” kepada Ali bin Abi Thalib adalah orang-orang syi’ah, dan telah diikuti oleh beberapa penulis yang terpengaruh dengan pendapat orang-orang syi’ah dan banyak dari mereka yang tidak mengetahuinya.

1.      Imam Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata:

“Telah banyak disebutkan oleh para penulis buku bahwa hanya Ali bin Abi Thalib saja yang disebut dengan “Alahis Salam” atau “Karramallahu Wajhahu”, hal ini meskipun maknanya benar, namun sebaiknya agar disamakan sebutan bagi para sahabat yang lain; ini dari sisi pernghormatan dan memuliakan mereka. Dua Syeikh (Abu Bakar dan Umar) dan Amirul Mukminin Utsman lebih utama dari beliau, semoga Allah meridhai mereka semua”. (Tafsir Ibnu Katsir: 3/517-518) 

2.      Lajnah Daimah berpendapat:

“Penyebutan Ali bin Abi Thalib dengan kemuliaan wajahnya, dan mengkhususkan sebutan itu hanya kepada beliau adalah bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) orang-orang syi’ah, mereka beralasan bahwa beliau tidak pernah melihat aurat orang lain sama sekali, atau karena beliau tidak pernah bersujud kepada berhala.

Kalau alasannya demikian, maka sebenarnya tidak hanya beliau yang melakukannya namun sahabat yang dilahirkan pada masa Islam juga melakukannya”.

Wallahu a’lam.

Soal Jawab Tentang Islam