Tue 7 DhQ 1435 - 2 September 2014
12811
Kesesatan Orang yang Yakin Bahwa Kekufuran Itu Hanya Berupa Pendustaan
Pendapat yang menyatakan bahwa kekufuran itu hanya berlaku melalui pendustaan, apakah itu merupakan cabang pemikiran Al-Murji-ah?


Al-Hamdulillah. Kekufuran itu ada bermacam-macam. Kalangan Al-Murji-ah dan banyak kalangan Ahli Bid'ah lainnya berpendapat bahwa kekufuran itu dasarnya pasti pendustaan. Namun pendapat itu bertentangan dengan dalil-dalil dan bertentangan dengan pendapat yang benar. Jelas bahwa para rasul itu diutus dengan berbagai mukjizat dan berbagai alasan jelas yang dapat menunjukkan hati. Sementara pendustaan itu adalah hal paling sedikit yang terjadi di antara umat. Namun kekufuran yang paling sering adalah melalui sikap takabbur, sikap bandel dan sikap membangkang. Allah telah menceritakan tentang kaum Quraisy bahwa mereka tidaklah mendustakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Akan tetapi orang-orang yang zhalim di antara mereka membangkang. Yang demikian itu banyak sekali terjadi. Oleh sebab itu, para ulama juga mengklasifikasikan kekafiran itu menjadi beberapa bagian; ada kufur i'raadh (berpaling), kufur 'iba wa istikbaar (ketakabburan), kufur takdzieb (pendustaan), kufur nifaaq (kemunafikan), dan kufur syakk (keragu-raguan). Dalilnya banyak sekali dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kisah antara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan paman beliau Abu Thalib amat jelas sekali, karena ia membenarkan ajaran beliau. Bahkan ia pernah berkata bahwa mereka tidak mendustakannya, beliau tidak pernah memberitakan kebohongan. Namun demikian, ia tetap kafir, karena tidak mengakui dengan lisannya dan tidak tunduk melalui amal perbuatannya.
Syeikh Abdullah Al-Ghunaiman