Rabu 11 Rabi'uts Tsani 1440 - 19 Desember 2018
Indonesian

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Bagi Seorang Anak Kepada Ibunya

Pertanyaan

Saya seorang pemuda yang taat beragama, saya belajar di universitas luar negeri, apakah saya boleh menelpon ibu saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya ?, saya mengetahui bahwa tidak dibolehkan merayakan ulang tahun seperti ini, saya alhamdulillah sangat berbakti kepada ibu saya, namun ibu saya sangat jauh dari agama, saya tidak ingin beliau semakin jauh dari agama karena prilaku saya ?, maka apa nasehat anda kepada saya ?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Seseorang merayakan hari kelahirannya termasuk bid`ah yang mulai merasuk kepada umat Islam yang berasal dari negara-negara barat, merayakan ulang tahun tersebut menyerupai mereka orang-orang kafir. Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dibaca pada jawaban soal nomor: 1027.

Pengucapan selamat ulang tahun kepada orang lain merupakan bagian dari keikutsertaan dan membantu menyebarkan bid`ah tersebut dan menyerupai orang-orang kafir.

Allah –Ta’ala- berfirman:

( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ) المائدة /2

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. Al Maidah: 2)

Mentaati kedua orang tua meskipun termasuk kewajiban yang dikuatkan, hanya saja tidak berlaku jika untuk bermaksiat kepada Allah.

Allah –Ta’ala- berfirman:

( وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ) لقمان / 15 .

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqman: 15)

Syeikh Abdurrahman as Sa’di –rahimahullah- berkata:

“(وإن جاهداك)  yaitu; kedua orang tuamu memaksamu, (على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما) , dan jangan anda kira bahwa hal ini masuk dalam kategori berbakti kepada keduanya; karena hak Allah lebih didahulukan dari pada hak siapapun dan tidak ada ketaatan kepada makhluk jika untuk berbuat durhaka kepada sang Maha Pencipta”.

Redaksi ayat tidak menyebutkan: وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فعقهما(Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka telah berbuat durhaka kepada keduanya), akan tetapi ayatnya berbunyi: (فلا تطعهما) janganlah kamu mentaati keduanya dalam hal kesyirikan, adapun baktimu tetap lanjutkanlah, oleh karenanya dilanjutkan: وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا )) dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, namun jika mereka berdua sedang berbuat kekufuran dan maksiat, maka janganlah kamu mengikuti keduanya”. (Taisir Karim Rahman fi Tafsir Kalam Mannan: 648)

Dalam rangka untuk mengikuti petunjuk al Qur’an tersebut, anda wajib menjelaskan kepada ibu anda dengan penuh etika mengenai sebab tidak memberikan selamat ulang tahun pada hari kelahirannya, anda juga berusaha terus untuk berbakti kepadanya namun tidak dalam bermaksiat kepada Allah. Di antara bentuk bakti anda kepada ibu anda adalah dengan berusaha untuk mengajaknya untuk berkomitmen kepada syari`at Allah –Ta’ala-, perbanyaklah berdoa untuknya agar mendapatkan hidayah, kemudian sentuh hatinya dengan hadiah, bakti, kebaikan dan silaturrahim secara berkala sesuai kemampuan anda.

Untuk penjelasan lanjutan bisa dibaca fatwa nomor: 26804.

Wallahu a’lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan