Senin 9 Rabi'uts Tsani 1440 - 17 Desember 2018
Indonesian

Nasehat Bagi Orang Yang Mengeluh Gagap Dan Ingin Menuntut Ilmu Serta Mengajarkan Orang

115830

Tanggal Tayang : 18-09-2017

Penampilan-penampilan : 762

Pertanyaan

Saya gagap sepanjang hidup. Saya akan mengajar Al-Qur’an. Saya ingin bertanya, ketika saya mencari ilmu dan ingin menyebarkannya akan tetapi perkara ini menghalangiku. Apakah gagap menjadikan ilmu hanya saya simpan untuk diri sendiri saja?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Kita memohon kepada Allah ta’ala agar anda mendapatkan kesembuhan dan pahala. Sembuh dari ujian anda ini dan pahala yang anda dapatkan dari mencari ilmu. Dan niatan anda untuk menyebarkan diantara orang.

Gagap ini dimana Allah menguji anda termasuk suatu masalah. Membutuhkan kesabaran untuk terlepas darinya, melatih lisan untuk berbicara kata-kata dengan pelan. Suara tinggi disertai percaya diri. Sebelum itu semua, memohon bantuan kepada Allah Ta’ala. Ia kembali kepada kondisi kejiwaan. Terkadang –menurut sebagian orang- karena penyakit anggota tubuh. Nasehat kami kepada anda, hendaknya berkonsultasi kepada spesialis ilmu suara dan penyakit mulut.

Dalam Al-Mausah Al-Arabiyah Al-Alamiyah, disana banyak cara yang memungkinkan bagi orang yang gagap dapat berbicara dengan baik dan sempurna. Di antara cara-cara tersebut adalah membaca dengan suara tinggi bersama orang lain. Dan berbicara pada kesempatan yang menantang atau berbicara dengan teman-teman.”

Yang penting adalah anda perlu mengetahui bahwa anda mendapatkan pahala atas usaha mendapatkan ilmu. Kesulitan yang anda keluhkan dalam menggapainya menambah pahala bagi anda. dari Aisyah radhiallahu anha berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (رواه مسلم، رقم 798)

“Orang yang pandai (membaca) Al-Qur’an bersama dengan Para Malaikat (delegasi nan mulia dan berbakti). Sementara yang membaca Al-Qur’an dan gagap (yatata’ta’) dan dia kesulitan, baginya dapat dua pahala.” (HR. Muslim, no. 798).

Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan, “Kata ‘Ta’ta’ adalah mengulang-ulangi perkataan dengan kesulitan. Sesungguhnya dia mendapatkan dua pahala karena dari sisi bacaan dan dan sisi kesulitannnya.” (Tafsir Al-Qurtubi, 1/30).

Kalau anda berkeinginan agar orang lain dapat mengambil faedah dari anda dari ilmu yang telah anda pelajari, maka di depan anda ada dua jalan.

Pertama: Orang lain dapat mengambil manfaat dari tulisan anda. Tidak disayaratkan orang yang mengambil manfaat itu harus baik dalam mengucapkan huruf. Coba lihat mereka para pengajar dunia dari kalangan imam agama ulama salaf, tidak sampai ilmu mereka kecuali lewat kitabnya. Tanpa mendengarkan satu huruf pun. Sebagian ulama dan dai kontemporer tidak berbicara dengan orang secara langsung –hal itu tidak harus tidak bagus dalam mengungkapkan –dan bersinar dapat memberi manfaat dengan penanya. Sehingga mereka menulis banyak kitab yang bermanfaat. Kondisi terbuka untuk menulis di koran, majalah, website internet dan pintu-pintu lainnya.

Kedua: Kuatkan tekad bulat anda dan menghadapi kenyataan dengan keberanian menghadapi orang, mengajarkan dengan suara lisan. Dahulu telah ada pada sebagian imam dan ahli ilmu terkena gagap dalam ucapannya. Akan tetapi ketika naik mimbar dan berbicara dengan orang maka keluar perkataan bagaikan aliran sungai (yang mengalir), tidak terlihat keraguan dalam satu huruf. Diantara mereka adalah Syekh Abdurrahman Dausari rahimahullah. Disana ada ulama terkenal lainnya. Inilah kondisi mereka, kegagapan mereka tidak menghalangi menjadi khotib yang memukai. Bahkan terkumpul bersamanya tulisan nan indah. Ini contoh lainnya saudari yang mulia, belajar ilmu syariah sampai mendapatkan gelar doktor.

Bacalah apa yang diceritakan tentang dirinya seraya mengatakan, “Ketika saya melihat teman-teman sefakultas, saya dapatkan mereka telah terkena debu syetan –yaitu rasa malu yang tercela dalam berdakwah- kenapa saya tidak dapat melakukan hal itu juga? Kenapa saya tidak menanamkan rasa percaya diri kepada Allah? Maka saya putuskan untuk memulai dari sekarang di mushollah Kampus. Dimana spesialisasiku dalam dakwah menjadikan dapat mengetahui tipu daya musuh dan peperangan mereka yang terus menerus terhadap Islam, sampai kapan kita menungguhnya? Maka saya berfikir untuk mengobati kondisi ‘Gagap’ yang saya derita. Hal itu dengan tidak berbicara dengan cepat. Pertama kali saya tidak melihat orang yang hadir, bahkan pandanganku menerawang ke tempat pertemuan. Agar tidak meresa gemetar. Huruf yang saya tidak dapat mengucapkan dengan mudah, saya mengganti dengan huruf lain yang saya dapat mengucapkannya. Berkat taufiq Allah, saya memulai pengajian di Mushollah Kampus. Tapi tanpa pantauan dari dosen Kampus. Tentunya dengan bimbingan dosen Kampus  dapat memberikan kekuatan. Dan memungkinkan bagi dai untuk lebih teliti, dan tepat dalam mengemukakan (tema). Tidak sekedar perasaan yang terlontarkan.” Selesai

Kami beri kabar gembira juga, bahwa sebagian orang yang kami kenal dari kalangan yang sibuk dengan ilmu terkena dengan gagap ini. Meskipun tidak dapat terlepas darinya, maka majlis ilmu dapat memberikan banyak manfaat kepada pencari ilmu. Kajian keilmuan berbeda dengan pengajian (nasehat). Yang memungkinkan dapat memberikan manfaat kepada pencari ilmu. Dan mengajarkan kepada mereka banyak kitab. Sampai sebelum terlepas dari masalah ini. Maka berjalanlah semoga Allah membukakan dada anda untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Ketahuilah bahwa anda – kalau mengikhlaskan niat anda karena Allah Ta’ala dalam mencari dan menyebarkan ilmu- maka anda mendapat pahala dalam segala kondisi. Baik memungkinkan hal itu dengan menyebarkan dan mengajarkan secara nyata atau ada penghalang antara anda dan dia. Kami memohon kepada Allah akan memudahkan urusan anda dan memberi taufik kepada anda sesuai dengan keredoaan-Nya. Silahkan melihat keutamaan mencari ilmu dan para ulama dalam jawaban soal no. 10471.

Wallahu a’lam .

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan