Senin 9 Rabi'uts Tsani 1440 - 17 Desember 2018
Indonesian

Hubungan Antara Ayat: ( وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ) “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.” (QS. Muhammad: 38) Dengan Perkembangan Syi’ah Saat Ini

128718

Tanggal Tayang : 01-01-2016

Penampilan-penampilan : 1385

Pertanyaan

Apakah anda meyakini bahwa hadits berikut ini ada kaitannya dengan info terkini tentang perkembangan syi’ah? Jika jawabannya; tidak, maka bagaimanakah penafsiran dari hadits berikut ini;
Dari Abu Hurairah dia berkata: “Ketika diturunkannya ayat:
وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain.” (QS. Muhammad: 38)
Bahwa Salman sedang berada di samping Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka mereka berkata: “Siapakah gerangan kaum tersebut bahwa jika kami berpaling akan digantikan oleh mereka?. Maka sambil menepuk bahu Salman, Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
مِن هذا وَقَومِه , والذي نفسي بيده لَوْ أنَّ الدّينَ تَعَلَّقَ بالثُّرَيَّا لَنالَتْهُ رِجالٌ من أهْل فارِس
“Yang berasal dari orang ini dan kaum nya. Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggamannya, jika agama itu bergantung pada salah satu bintang, maka akan di dapatkan oleh orang-orang dari Persia”.

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Pertama:

Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmizi (3261) dan sanadnya belum disepakati, banyak di antara para ulama menyatakan dha’if.

Imam Tirmidzi setelah meriwayatkannya berkata: “Hadits gharib yang sanadnya masih belum disepakati”.

Al Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah, 7/261: “Hadits gharib”.

Ibnul Arabi berkata dalam ‘Aridhatul Ahwadzi, 6/330: “Telah diriwayatkan melalui banyak jalur yang tidak sampai pada derajat shahih”.

Asy Syaukani berkata dalam Fathul Qadir, 5/61: “Di dalam sanadnya terdapat Muslim bin Kholid az Zanji, dia ini sudah tidak asing lagi masih menjadi perdebatan (di antara para ulama)”.

Sebagian para ulama telah meriwayatkan bahwa banyaknya jalur periwayatan hadits ini sebagiannya menguatkan sebagian lainnya, seperti Al-Albani –rahimahullah-, oleh karenanya beliau menshahihkannya di dalam Shahih Tirmidzi.

Potongan terakhir dari hadits tersebut, telah diriwayatkan oleh Bukhari (4615) dan Muslim (2546) dengan redaksi:

لَوْ كَانَ الدِّينُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَذَهَبَ بِهِ رَجُلٌ مِنْ فَارِسَ - أَوْ قَالَ مِنْ أَبْنَاءِ فَارِسَ - حَتَّى يَتَنَاوَلَهُ

“Kalau saja agama itu ada di salah satu nama bintang, maka seseorang dari Persia akan menggapainya –atau mereka keturunan orang-orang Persia- untuk mendapatkannya”.

Adapun redaksi yang lain:

لَوْ كَانَ الْعِلْمُ بِالثُّرَيَّا لَتَنَاوَلَهُ أُنَاسٌ مِنْ أَبْنَاءِ فَارِسَ

“Kalau saja ilmu itu ada di tsurayya (salah satu nama bintang), maka keturunan orang-orang Persia akan meraihnya.”

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, 13/331 dan telah dinyatakan lemah oleh para penelitinya. Al-Albani telah menyatakan lemah dalam kitab Silsilah Dha’ifah: 2054, di antara pernyataannya adalah: “Kesimpulannya, hadits tersebut lemah dengan redaksi “al ilmu”. Yang shahih adalah “al Iman” dan “ad Diin”.

Kedua:

Hadits ini tidak menunjukkan bahwa penduduk Persia lebih utama dari pada para sahabat –radhiyallahu anhum-, hal ini karena beberapa hal berikut ini:

Hadits tersebut dinyatakan lemah oleh banyak para ulama, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika misalnya tetap dianggap shahih, maka ayat yang telah disebutkan di atas, yaitu firman Alloh –Ta’ala-:

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)”. (QS. Muhammad: 38)

maksudnya adalah sekedar untuk memberikan ancaman, karena tidak ada yang lebih baik dari pada para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- atau yang serupa dengan mereka.

Al Qurthubi –rahimahullah- berkata:

“Firman Alloh –Ta’ala-: “dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain”. (QS. Muhammad: 38), adalah pernyataan tentang kekuasaan (Alloh) dan untuk memberikan rasa takut kepada mereka. Karena faktanya tidak ada yang lebih baik daripada para sahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (Tafsir Al-Qurtubi: 18/194)

Ketiga:

Para ulama dan ahli tafsir belum sepakat untuk menafsiri ayat di atas dengan hadits tersebut dan bahwa kaum yang akan datang tersebut berasal dari Persia.

Al-Mawardi –rahimahullah- berkata:

“Firman Alloh: “niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain”, penafsirannya ada tiga macam:

1.Mereka adalah penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang Anshar, menurut Syuraih bin Abid

2.Mereka adalah penduduk Persia, beliau menyebutkan hadits Abu Hurairah tersebut.

3.Mereka adalah siapa saja dari semua orang, menurut Mujahid.

(An Nukat wal ‘Uyuun: 5/307-308)

Jika dianggap bahwa ayat tersebut berkaitan dengan kemurtadan dan yang dimaksud adalah orang-orang Arab, dan kaum yang akan menggantikan mereka adalah orang-orang Persia, maka sungguh hal itu mengandung ilmu gaib yang di dalamnya terdapat berita gembira bagi umat Islam Persia; karena tidak terjadi fenomena murtad pada diri mereka. Dan dalamnya terdapat isyarat ada kemungkinan perkara tersebut terjadi pada selain mereka, sebagaimana yang sudah terjadi.

Ath Thahir bin ‘Asyur –rahimahullah- berkata:

“Saya bekata: “Hal itu menunjukkan bahwa jika penduduk Persia beriman, mereka tidak murtad, hal ini merupakan salah satu tanda kenabian Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Karena sebagian kabilah dari bangsa Arab ada yang murtad setelah wafatnya Nabi –shallallahu ‘alahi wa sallam-, orang-orang Barbar pun murtad setelah negeri mereka dibebaskan, keimanan mereka sampai terjadi 12 kali, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syeikh Abu Muhammad bin Abi Zaid, sedangkan penduduk Persia tidak murtad setelah mereka beriman”. (At Tahrir wat Tanwir: 26/139)

Atas dasar inilah maka tidak ada kaitannya ayat dan juga hadits dengan tersebarnya kelompok Rafidhoh (syiah) di muka bumi. Karena fokus pembicaraanya seputar penduduk Persia yang muslim. Sedangkan orang-orang Rafidhoh Persia bukan termasuk mereka.

Maka, apakah dikatakan tidak terjadi sikap berpaling secara mutlak, baik dalam hal ketaatan ataupun nafkah, sehingga tidak terjadi pergantian, atau juga dapat dikatakan: “Telah terjadi sikap berpaling dari sebagian bangsa Arab, maka Alloh –Ta’ala- mendatangkan penggantinya dari kaum muslimin Persia. Lalu mereka akan menjadi pembantu agama Alloh –Ta’ala- dan mempunyai peran dalam penyebarannya mereka pun mengorbankan harta dan jiwa mereka dalam hal itu.

Al Hafidz Ibnu Hajar –rahimahullah- berkata:

“Al Qurtubi berkata, ‘Telah terjadi apa yang telah disabdakan oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan nyata. Telah terbukti ada di antara mereka, bangsa Persia, yang dikenal sebagai para penghafal riwayat-riwayat  dan merawatnya, tidak banyak yang menandingi mereka.” (Fathul Baari: 8/643)

Untuk mengetahui sebagian akidah Syi’ah Rafidhoh yang menyelisihi akidah umat Islam maka lihatlah jawaban nomor: 45563, 118101, 60046.

Wallahu A’lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan