Rabu 17 Rabi'uts Tsani 1442 - 2 Desember 2020
Indonesian

Apakah Pada Kalimat: “Laa Ilaha Illallahu” Terdapat Jumlah Harakat dan Sukun Mempunyai Keutamaan Khusus ?

Pertanyaan

Banyak saya lihat di blog dan email yang masuk, seorang salaf berkata: “Tiada Tuhan selain Allah sebanyak apa yang telah lalu, sebanyak apa yang akan datang, sebanyak semua gerakan dan yang diam”, dan setelah satu tahun penuh berlalu ia mengatakannya sekali lagi. Malaikat berkata: “Sungguh kami belum selesai mencatat kebaikan-kebaikan selama satu tahun yang lalu.

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Tidak benar menisbatkan pahala dan keutamaan pada doa ini, atau pada doa-doa, dzikir dan ibadah lainnya tanpa adanya dalil yang shahih dari Al Qur’an dan Sunnah.

Atsar yang disebutkan di dalam pertanyaan di atas tidak tertera di dalam buku-buku para ulama, tidak juga diriwayatkan oleh para ulama hadits di dalam buku-buku mereka yang terpercaya, maka tidak boleh menyebarkannya di tengah masyarakat, tidak juga meriwayatkannya kecuali dalam rangka untuk mewaspadainya, dan yang diwajibkan bagi umat Islam untuk berhati-hati dari menyebarkan kedustaan atas agama, dan barang siapa yang meremehkan hal itu maka ia akan terkena bagian dari doa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- terkait dengan orang yang mendustakan kepada beliau dengan sengaja.

Syeikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya terkait dengan pertanyaan ini:

“Bagaimanakah tingkat kebenaran doa seorang wanita yang mengatakan:

لا إله إلا الله عدد ما كان وما يكون ، وعدد حركاته ، وعدد خلقه من خلق آدم حتى يبعثون

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak apa yang telah lalu, sebanyak apa yang akan datang, sebanyak semua gerakan dan sebanyak ciptaan-Nya sejak penciptaan Adam sampai mereka dibangkitkan”.

Maka beliau menjawab:

“Doa ini lebih dekat kepada berlebih-lebihan, kalau saja ia berkata: “Maha suci Allah dan segala puji hanya kepada-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya”, atau “Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah sebanyak makhluk-Nya”, maka sudah mencakup semuanya, dan di antara dzikir Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

سبحان الله وبحمده عدد خلقه ، سبحان الله وبحمده رضا نفسه ، سبحان الله وبحمده زنة عرشه ، سبحان الله وبحمده مداد كلماته

“Maha Suci Allah dan segala puji hanya milik-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, Maha Suci Allah dan segala puji hanya milik-Nya sesuai dengan keridha’an-Nya, Maha Suci Allah dan segala puji hanya milik-Nya sesuai dengan bobot ‘Arasy-Nya, Maha Suci Allah dan segala puji hanya milik-Nya sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya”.

Hal ini termasuk tasbih yang sudah mencakup semuanya, adapun kalimat yang dibuat oleh sebagian orang tersebut hanya terkesan dengan sajak yang ada di dalamnya dan makna yang terkandung di dalamnya, maka merubahnya dengan apa yang datang dari sunnah akan lebih baik.

Liqa’at al Bab Al Maftuh: liqa nomor: 63 soal nomor: 14.

Wallahu A’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam