Ahad 19 Dzulqoidah 1440 - 21 Juli 2019
Indonesian

Apakah Ada Perbedaan Antara Tahajjud Dan Qiyamul Lail?

Pertanyaan

Apakah ada perbedaan antara qiyamullail dengan tahajjud? Apa pahala orang yang melakukan shalat-shalat tersebut?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Qiyamullail maksudnya adalah melalui malam atau sebagian darinya walau sesaat dengan shalat, tilawah Al-Quran, berzikir kepada Allah dan ibadah-ibadah semacamnya. Tidak disyaratkan baginya mengisi sebagian besar waktunya.

Tercatat dalam kitab ‘Maraqi Al-Falah’: Makna qiyamullail adalah menyibukkan diri pada sebagian besar malamnya untuk beribadah. Ada yang mengatakan, sesaat darinya, baik dengan membaca Al-Quran, atau mendengar hadits, atau bertasbih, atau shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam." (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiah, 34/117)

Sedangkan tahajjud adalahah adalah shalat malam secara khusus, sebagian ulama mengkhususkannya bahwa dia adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur.

Al-Hajjaj bin Amr Al-Anshar radhiallahu anhu berkata, "Jika seseorang bangun malam lalu shalat hingga Shubuh, maka dia dianggap melakukan tahajjud. Karena tahajjud adalah seseorang melakukan shalat setelah tidur, demikianlah shalat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."

Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhish Al-Habir, 2/35, "Sanadnya hasan, padanya terdapat Abu Saleh, juru tulis Laits, dia (ada) kelemahannya (lembek /layyin). Riwayat Thabrani dan dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah, riwayatnya bertententangan dengan riwayat-riwayat sebelumnya." Selesai

Dengan demikian jelaslah, bahwa qiyamullail maknanya lebih umum dan lebih menyeluruh dari tahajjud, karena dia mencakup shalat dan lainnya, termasuk juga shalat sebelum tidur dan sesudahnya.

Sedangkan tahajjud adalah shalat (pada waktu malam) secara khusus. Ada dua pendapat dalam masalah ini; Pertama, bahwa dia adalah semua shalat malam secara mutlak, ini merupakan pendapat kebanyakan ulama. Kedua, bahwa dia adalah shalat yang dilakukan setelah tidur. (Lihat Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah, 2/232)

Al-Qurthubi rahimahullah berkata tentang tafsir firman Allah Ta'ala,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا 

سورة الإسراء: 97 

Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhan anda membangkitkan pada maqom (tempat) yang terpuji’ QS. Al-Israa’: 79

Tahajjud (التهجد) berasal dari kata (الهجود) maksudnya kata yang maknanya saling berlawanan. Dikatakan (هجد) artinya tidur dan (هجد) artinya bergadang, berdasarkan lawannya.

Seorang penyair berkata,

 أَلا زارَت وَأَهلُ مِنىً هُجودُ       وَلَيتَ خَيالَها بِمِنىً يَعودُ

Hendaklah berkunjung (sementara) dari keluargaku (pada) begadang #

                                                Dan saya mengharapkan dalam angan-anganku kembali

Yang lain berkata,

ألا طرقَتنا والرفاقُ هجودُ       فباتَت بعِلّاتِ النوالِ تجودُ

Hendaklah anda mengetuk (pintu) kepada kami (sementara) teman-teman tertidur #

                                                Dan menginap bagi orang dermawan dengan kedermawanannya

(هجد) dan (تهجد) maknanya adalah (هجدته) artinya, aku menidurkannya, juga artinya; Aku membangunkannya.

Maka Tahajjud maknanya adalah bangun setelah tidur, kemudian nama tersebut menjadi nama bagi shalat, karena dia terbangun untuk itu. Maka tahajjud adalah bangun dari tidur untuk shalat. Demikian maknanya sebagaimana dikatakan oleh Al-Aswad, Alqamah, Abdurrahman bin Al-Aswad dan lainnya.

Ismail bin Ishaq Al-Qadhi, meriwayatkan dari Hajjaj bin Amr, shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dia berkata, 'Apakah kalian mengira bahwa jika seseorang beribadah semalaman dia dikatakan telah tahajjud. Yang dinamakan tahajjud adalah shalat setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur, demikianlah shalat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Ada yang mengatakan bahwa makna (الهجود) adalah tidur. Jika dikatakan (تهجد الرجل) jika dia bergadang dan meninggalkan tidurnya. Orang yang bangun untuk shalat dikatakan sebagai orang yang tahajjud, karena dia meninggalkan tidur pada dirinya. (Tafsir Qurthubi, 10/307)

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, "Apa perbedaan antara shalat Taraweh, qiyamullail dan tahajjud, berikan kami penjelasan, semoga anda mendapatkan pahala?"

Beliau menjawab:

Shalat (sunnah) di malam hari dinamakan tahajjud, dinamakan juga qiyamullail, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ  

Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.’ QS. Al-Israa’: 79.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata dalam surat Az-Zariat tentang hamba-hamba-Nya yang bertakwa,

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ . كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ 

سورة الذاريات: 16-17 

"Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam." (QS. Az-Zariyat: 16-17)

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ . قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلاً

سورة المزمل: -21 

"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya)," (QS. Al-Muzammil: 1-2)

Adapun shalat Taraweh, para ulama memahaminya sebagai shalat malam yang dilakukan di awal waktu malam, dengan mempersingkat dan tidak terlalu lama. Boleh juga dinamakan tahajjud, atau dinamakan qiyamullail. Istilahnya tidak perlu diperdebatkan.  Semoga Allah memberi taufiq. Selesai dari ‘Fatawa Syekh Ibnu Baz, 11/317.’

Lihat soal jawab no. 50070 seputar keutamaan qiyamullail dan pahala bagi pelakunya, dan no. 3749 tentang sebab-sebab yang dapat membantu pelaksanaannya.

Wallahua'lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan