Kamis 18 Rabi'uts Tsani 1442 - 3 Desember 2020
Indonesian

“Shuhuf Ibrahim” Termasuk Kitab Yang Diturunkan Yang Wajib Diimani, Kita Tidak Mengetahuinya Kecuali Apa Yang Allah Telah Kabarkan

Pertanyaan

Seperti apa shuhuf Sayyidina Ibrahim ?, di dalam peradaban Babilonia dahulu mereka menulis di atas tanah liat dan membakarnya, dan peradaban Mesir mereka menulis di atas daun Bardi yang tumbuh di sekitar tepi sungai Nil, dan orang-orang Arab setelah mereka menulis di atas kulit.

Saya berharap anda memahami maksud saya, seperti apakah shuhuf tersebut ?, apakah ia berbentuk fisik ? tanpa melihat kandungannya ?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

“Shuhuf Ibrahim” adalah shuhuf yang telah diturunkan oleh Allah –Ta’ala- kepada Nabi dan Kholil-Nya, Ibrahim -shallallahu ‘alaihi wa sallam- di dalamnya terdapat kalimat-kalimat petunjuk dan hukum.

Ia termasuk dari kitab-kitab samawi yang diturunkan dan wajib kita imani, Allah –Ta’ala- berfirman:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

البقرة/285

“Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (QS. Al Baqarah: 285)

Syeikh Ibnu Baaz –rahimahullah- berkata:

“Kita beriman kepada kitab-kitab Allah semuanya baik secara global maupun terperinci, kita beriman kepada semua kitab yang diturunkan kepada para Rasul –‘alaihimus shalatu was salam-, di antaranya adalah: Taurat, Injil, Zabur, Al Qur’an, Shuhuf Musa dan Shuhuf Ibrahim, kita beriman kepada semua kitab yang telah diturunkan kepada para Rasul-Nya”. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz: 28/17)

Baca juga jawaban soal nomor: 126004.

Kedua:

Adapun tabiat shuhuf ini, dan terbuat dari apa ?, apakah tertulis dengan sabak, dedaunan atau kulit ?, hal ini termasuk sesuatu yang tidak diketahui kecuali oleh Allah, kita tidak mempunyai informasi terkait hal ini, dan mengetahui hal itu tidak berkaitan sama sekali dengan keimanan dan amal, mengetahuinya juga tidak mendatangkan bahaya, mencari tahu akan hal itu merupakan berlebih-lebihan.

Dan yang telah Allah –Ta’ala- sebutkan kepada kami hanya berupa shuhuf, hukum asal shahifah ia tersebar dimana saja, shahifah adalah sesuatu yang terhampar di kertas/daun, kulit, papan (sabak), atau yang serupa dengan itu yang bisa ditulis di atasnya.

At Thabari berkata di dalam Tafsirnya (24/377):

“Adapun shuhuf adalah bentuk jamak dari shahifah, yang dimaksud dengannya adalah kitab Ibrahim dan Musa”.

Ibnu Manzhur berkata di dalam Lisan Al ‘Arab (9/186):

“As Shahifah yang ditulis di atasnya, bentuk jamaknya adalah Shahaif, Shuhuf, Shuhfun, dan di dalam Al Qur’an disebutkan:

  إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولى صُحُفِ إِبْراهِيمَ وَمُوسى  

“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”. (QS. 18-19)

Maksudnya adalah kitab-kitab yang diturunkan kepada keduanya semoga shalawat Allah tetap tercurahkan kepada Nabi kita dan kepada keduanya”.

Termasuk hal aneh, si penanya di atas bertanya dengan shuhuf terbuat dari apa ?, kemudian berkata: “tanpa melihat isi kandungannya !”, kalau saja ia bertanya tentang kandungannya lalu berkata: “tanpa melihat tabiatnya (sisi yang tampak/fisiknya)”, maka lebih utama dan lebih bermanfaat.

Wallahu A’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam