Ahad 8 Rabi'uts Tsani 1440 - 16 Desember 2018
Indonesian

Apakah Benar Bahwa Tabir (Hijab) Itu Disingkap Antara Allah Dan Hamba-Nya Saat Orang Yang Berpuasa Berbuka?

Pertanyaan

Apakah benar bahwa tabir (hijab) disingkap antara Allah dan hamba-Nya waktu berbuka?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Terdapat dalam jawaban soal no. 124410, bahwa riwayat tentang dibukanya tabir antara Allah dan hamba-Nya saat berbuka tidak ada asalnya dalam sunah. Akan tetap Terdapat ketetapan bahwa orang bepuasa tidak akan ditolak doanya ketika berbuka. Diriwayatkan oleh Tirmizi, (2526) dari Abu Hurairah dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ، الإِمَامُ العَادِلُ، وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الغَمَامِ، وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ (وصححه الألباني في "صحيح الترمذي)

“Tiga (kelompok) yang tidak ditolak doanya, imam yang adil, orang puasa ketika berbuka dan doanya orang yang dizalimi diangkat di atas awan. Dibukakan pintu-pintu langit. Tuhan Azza wajalla berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, Saya pasti menolongmu meskipun setelah beberapa waktu.” (Dinyatakan shahih oleh Albani dalam shahih Tirmizi)

Al-Qori rahimahullah mengatakan, “Ungkapan ‘Orang puasa ketika berbuka, karena ia telah beribadah dan dalam kondisi merendahkan diri dan kekurangan. Selesai dari ‘Mirqot Mafatih, (4/1534).

Dan firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (سورة البقرة: 186)

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Penyebutan ayat ini oleh Allah Ta’ala yang menganjurkan berdoa disela-sela  pembahasan hukum puasa agar bersemangat dalam berdoa, ketika telah sempurna bilangan bahkan pada setiap berbuka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/374).

Kesimpulannya bahwa waktu berbuka bagi orang puasa itu adalah tempat dikabulkannya doa, sementara ungkapan bahwa penutup (hijab) tersingkap antara Allah ta’ala dengan hamba-Nya waktu berbuka, kami belum tahu asalnya. Sebagai tambahan, silahkan merujuk jawaban soal no. 39462, 93066.

Wallahu a’lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan