Sabtu 8 Shofar 1442 - 26 September 2020
Indonesian

Apakah Ilmu Yang Bermanfaat Setelah Meninggal Dunia ?

Pertanyaan

Apakah ilmu yang akan bermanfaat ?, dan maksud dalam hadits:

  إذا مات ابن ادم انقطع عمله إلا من ثلاث 

“Jika anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal”.

Apakah (ilmu tersebut) hanya terbatas pada ilmu syar’i saja atau termasuk di dalamnya ilmu duniawi yang bermanfaat ?

Saya sudah mendapatkan gelar doktoral, Allah dengan karunia-Nya telah memberiku ilmu yang cukup lumayan pada banyak cabang ilmu, ilmu fisika, ilmu falak, matematika dan materi lain, dan saya ingin membuat website di internet yang diisi dengan video pendek berseri untuk tema ini; agar mereka para siswa sekolah dan mahasiswa bisa mengambil manfaat secara cuma-cuma untuk membantu mereka melewati kurikulum mereka pada satu sisi dan pada sisi yang lain untuk mengenali keindahan ciptaan Allah di jagat raya ini melalui ilmu falak, saya mengharap ridho Allah, apakah aktifitas ini tergolong pada ilmu yang bermanfaat yang akan bermanfaat bagi saya setelah saya meninggal dunia nanti atau tidak ?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Syeikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya:

“Sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

 إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية ، أو علم ينتفع به

“Apabila anak Adam meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga hal: shadaqah yang mengalir, atau ilmu yang bermanfaat”.

Apakah yang dimaksud dengan ilmu yang bermanfaat itu, ilmu syar’i atau ilmu duniawi ?

Maka beliau menjawab:

“Yang nampak adalah hadits tersebut umum, semua ilmu yang bermanfaat maka akan mendapatkan pahala, akan tetapi yang menjadi patokannya adalah ilmu syar’i, anggap saja seorang manusia telah meninggal dunia dan sebagian manusia lainnya telah mengetahui sebuah produksi yang telah ia hasilkan dari jenis produksi yang mubah, dan orang yang mempelajarinya mendapatkan manfaatnya maka ia akan mendapatkan pahala atas hal tersebut”. (Liqa al Bab al Maftuh: 16/117)

Kemudian tekad anda untuk membuat website termasuk perkara yang bermanfaat dan baik insya Allah, dan tidak diragukan lagi bahwa mempelajari hal tersebut akan bermanfaat bagi ummat, bahkan hal tersebut termasuk dalam fardhu kifayah yang harus ada di tengah ummat siapa saja yang mampu menjawab kebutuhan dan kecukupannya”.

Dan jika keinginan anda untuk mempermudah apa yang sulit dari saudara-saudara anda dan membantu studi mereka, maka pahalanya akan lebih besar di sisi Allah, kapan saja jika anda melakukannya ikhlas karena Allah –Jalla Jalaluhu- untuk hal semacam itu, Allah Ta’ala telah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

الزلزلة /7-6

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al Zalzalah: 6-7)

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

 مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا ، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ..

رواه مسلم 2699 

“Barang siapa yang menghilangkan kesulitan duniawi dari seorang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat, dan barang siapa yang memudahkan orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat, dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat, dan Allah akan membantu seorang hamba selama hamba tersebut membantu saudaranya, dan barang siapa yang berjalan di sebuah jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR. Muslim: 2699)

Wallahu A’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam