Sabtu 7 Rabi'uts Tsani 1440 - 15 Desember 2018
Indonesian

Apakah Ada Pancaran Cahaya Ketika Kelahiran Nabi sallallahu alaihi wa sallam

26713

Tanggal Tayang : 07-12-2016

Penampilan-penampilan : 747

Pertanyaan

Apakah benar bahwa sebelum kelahiran Rasulullah sallallahu aliahi wa sallam terpancar cahaya di langit?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Di antara berita gembira akan kenabian Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, bahwa ketika ibunya mengandung, beliau melihat dalam tidurnya bahwa terpancar cahaya darinya sampai ke Syam.

Dari Kholid bin Ma’dan dari para shahabat Rasulullah sallallahu alihi wa sallam bahwa mereka mengatakan:

يا رسول الله ، أخبرنا عن نفسك. قال : دعوة أبي إبراهيم ، وبشرى عيسى ، ورأت أمي حين حملت بي كأنه خرج منها نور أضاءت له قصور بصرى من أرض الشام

(رواه ابن إسحاق بسنده، 1/166 سيرة ابن هشام، ومن طريقه أخرجه الطبري في تفسيره، 1/566 ، والحاكم في مستدركه، 2/600، وقال: صحيح الإسناد ولم يخرجاه ، ووافقه الذهبي، وانظر السلسلة الصحيحة، 1545 )

“Wahai Rasulullah, tolong beritahukan kepada kami tentang dirimu. Maka beliau bersabda, “(Aku adalah hasil) doa ayahku (Nabi) Ibrahim dan kabar gembira (Nabi) Isa. Dan ibuku bermimpi ketika beliau mengandungku, seakan keluar cahaya darinya menyinari istana Bushra di negeri Syam.”

(HR Ibu Ishaq dengan sanadnya, 1/166, Siroh Ibnu Hisyam, dari jalurnya diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsirnya, 1/566k, Al-Hakim dalam Mustadroknya, 2/600. Dia  mengatakan, “Sanadnya shoheh dan tidak dikeluarkan oleh keduanya (Bukhori dan Muslim) dan disetujui oleh Dzahabi. Silahkan lihat Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1545).

Diriwayatkan Tobroni bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ورأت أمي في منامها أنه خرج من بين رجليها سراج أضاءت له قصور الشام ) حسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 224)

“Ibuku melihat dalam tidurnya bahwa keluar di antara kedua kakinya cahaya yang menyinari istana Syam.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam shahih Al-Jami’, no. 224).

Diriwayakan Ahmad, (16700) dari Irbatd bin Sariyah radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, kemudian disebutkan hadits di dalamnya ada,

إِنَّ أُمَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَتْ حِينَ وَضَعَتْهُ نُورًا أَضَاءَتْ مِنْهُ قُصُورُ الشَّام (قال الهيثمي في مجمع الزوائد : وإسناده حسن)

“Bahwa ibunda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ketika melahirkan beliau, dia melihat cahaya yang menyinari istana negeri Syam.” (Al-Haitsami mengatakan dalam Majma Az-Zawaid: Sanadnya hasan)

Hafidz Ibnu Hajar mengatakan dalam ‘Fathul Bari, “ketika melahirkan, keluar darinya cahaya yang menyinari rumah dan kota. Hal ini dikuatkan oleh hadits Irbad bin Sariyah, dia berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي عَبْد اللَّه وَخَاتَم النَّبِيِّينَ وَإِنَّ آدَم لَمُنْجَدِلٌ فِي طِينَته , وَسَأُخْبِرُكُمْ عَنْ ذَلِكَ : إِنِّي دَعْوَة أَبِي إِبْرَاهِيم , وَبِشَارَة عِيسَى بِي , وَرُؤْيَا أُمِّي الَّتِي رَأَتْ , وَكَذَلِكَ أُمَّهَات النَّبِيِّينَ يَرَيْنَ , وَإِنَّ أُمّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَتْ حِين وَضَعَتْهُ نُورًا أَضَاءَتْ لَهُ قُصُور الشَّام ) أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَصَحَّحَهُ اِبْن حِبَّانَ وَالْحَاكِم وَفِي حَدِيث أَبِي أُمَامَةُ عِنْد أَحْمَد نَحْوه اهـ

“Sesungghunya aku adalah hamba Allah dan nabi terakhir dan Adam terlentang di atas tanah (dalam bentuk ciptaan sebelum ditiup ruh). Aku akan memberitahu hal itu. Sesungguhnya aku adalah doa ayahku Ibrahim dan kabar gembira Isa padaku serta mimpi yang dialami ibuku, begitu juga ibu para nabi melihatnya. Sesungguhnya ibunda Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ketika melahirkan melihat cahaya menyinari istana negeri Syam.” (HR. Ahmad dan dishohehkan Ibnu Hibban dan Hakim dalam hadits Abu Umamah dari Ahmad dan lainnya)

Yang wajib diketahui bahwa petunjuk kenabian Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tidak terbatas pada tanda ini saja, baik ada ketetapan ataupun tidak, maka kenabiannya sallallahu alaihi wa sallam telah ada ketetapan dengan petunjuk yang pasti dimana orang yang objektif tidak mungkin bisa mengingkarinya. Sesungguhnya yang mengingkari itu hanya orang jahil (bodoh) atau sombong.

Kita memohon kepada Allah agar menampakkan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya.

Wallahu a’lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan