Selasa 18 Muharrom 1444 - 16 Agustus 2022
Indonesian

Arti Al Masih

Pertanyaan

Apa arti julukan Al Masih? Apa pentingnya di dalam Islam? Apa latar belakangnya sehingga istilah ini dipakai sebagai isyarat untuk Nabi Isa alaihissalam?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

‘Al Masih’ adalah julukan untuk Nabi Isa –shalawatullah wa salamuhu ‘alaihi-. Beliau dijuluki dengan hal itu, sebagaimana telah disebutkan oleh para ulama, karena beberapa hal, di antaranya:

  1. Bahwa Allah telah “mengusapnya” lalu disucikannya dari dosa.
  2. Bahwa beliau diusap dengan keberkahan
  3. Dikatakan; karena jika beliau mengusap mereka yang sedang sakit dengan tangan beliau, mereka menjadi sembuh. (Baca; Tafsir Thabari (5/409), Al Hidayah karya Al Makky (3/1013)

Ibnu Athiyyah (1/436) berkata:  “Banyak orang berbeda pendapat terkait dengan kata Al Masih;

Sebagian mengatakan diambil dari kata ساح – يسيح في الأرض artinya jika pergi dan berjalan di penjuru bumi, wazan (pola kata) nya adalah مفعَلٌ

Mayoritas orang berkata: Al Masih berasal dari kata مسح dengan pola kata fa’iilun (فعيلٌ) . Tapi mereka berbeda pendapat tentang makna dari akar kata  مسح. Sebagian ulama berkata: “Dinamakan demikian dari makna luasnya bumi yang beliau lalui, seakan dia mengusapnya (مسح artinya mengusap). Sebagian lainnya berkata: “Dinamakan demikian, karena tidaklah beliau mengusap orang yang sakit dengan tangannya, kecuali dia akan sembuh. Maka beliau dengan kedua pendapat di atas maknanya berasal dari pola kata فعيلٌ, maksudnya adalah  فاعل (pelaku).

Ibnu Jubair berkata: “Dinamakan demikian karena beliau diusap dengan keberkahan. Sebagian lain berpendapat, dinamakan demikian karena dia telah diusap dengan minyak suci. Maka pada kedua pendapat ini, pola kata فعيل mengandung arti مفعول (objek pekerjaan).

Demikian juga menurut pendapat yang mengatakan bahwa beliau telah diusap oleh Allah, lalu disucikan dari dosa.

Ibrahim An Nakhoi berkata: “Al Masih adalah As Shiddiq (yang jujur)”.

Ibnu Jubair berkata dari Ibnu Abbas: “Al Masih adalah al malik (raja), dinamakan demikian karena raja (memiliki mukjizat) menghidupkan yang mati, dan mukjizat lainnya dari dari berbagai mukjizat yang dia miliki. Ini adalah pendapat yang lemah, tidak benar kalau ini merupakan pendapat Ibnu Abbas”.

Wallahu A’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam